Kamis, 22 Oktober 2026
22:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Ismail (polisi)

Ismail (polisi)

tokoh asal Provinsi Jawa Timur

Bagikan:
250px-Ismail-9thregentofJombang.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bupati Ismail

Ismail (lahir ? - meninggal di Jakarta, 1982) adalah bupati ke-9 Kabupaten Jombang yang menjabat pada 1966-1973. Ia lahir dari ayah keturunan Jawa Tengah dan ibu yang berasal dari Singapura. Sebelum menjadi bupati, ia adalah seorang anggota Polisi Istimewa pada Zaman pendudukan Jepang, lalu melanjutkan pekerjaannya sampai satuan ini menjadi Satuan Mobil Brigade (Mobrig) dan berubah lagi menjadi Satuan Brigade Mobil (Brimob). Ia pernah menjabat sebagai Komandan Resort (Danres, setingkat Kapolres) Kepolisian Jombang.

Latar belakang

Saat menjadi bupati, ia dikenal sebagai sangat getol dalam mengembangkan Gerakan Pramuka. Di mana di lebih dari 25 desa didirikan gugus depan desa. Dalam kegiatan Pramuka ini juga diadakan pelatihan-pelatihan seperti menjahit, memasak, pertanian, peternakan, perkebunan dan lain-lain. Karena hal ini, pernah suatu ketika, badan kepanduan dunia berkunjung ke Jombang.

Para pemuda hasil dari pelatihan melalui gerakan Pramuka ini ditantang untuk menjalani transmigrasi. Akhirnya ratusan pemuda tersebut dikirim ke Lampung untuk bertransmigrasi. Ia juga dikenal sebagai bupati yang tegas dan disiplin dengan menerapkan hukuman pares atau jejer (jemur badan berjajar) bagi para pegawai di lingkungan Pemkab Jombang yang melakukan pelanggaran (terlambat masuk kantor, dan sebagainya).

Masa pensiun

Ia dikenal sebagai orang yang sederhana. Pada saat menjabat sebagai bupati, ia pun masih menempati asrama polisi Jombang. Dan ketika masa jabatannya sebagai bupati telah habis, ia memilih untuk tinggal di rumah mertuanya di Pakis, Surabaya.

Keluarga

Ia menikah dengan Saminah asal Surabaya. Pernikahan ini dikaruniai 4 anak, yaitu:

  1. Istrining Rahayu, tinggal di Jakarta
  2. Ismiyanto, tinggal di Jakarta
  3. Istrining Rochanah, tinggal di Semarang
  4. Isminaryono, bermukim di Tulungagung

Kematian

Ia meninggal karena sakit, setelah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Jakarta pada 1982. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Sepuluh November Surabaya.

Referensi

Didahului oleh:
Hassan Wirjokoesoemo
Bupati Jombang
1966 - 1973
Diteruskan oleh:
R. Soedirman
1. Soeroadiningrat V (1910–1930) • 2. Setjoadiningrat VIII (1930–1946) • 3. Boediman Rahardjo (1946–1949) • 4. Moestadjab Soemowidagdo (1949–1950) • 5. Istadjab Tjokrokoesoemo (1950–1956) • 6. M. Soebijakto (1956–1958) • 7. R. Soedarsono (1958–1962) • 8. Hassan Wirjokoesoemo (1962–1966) • 9. Ismail (1966–1973) • 10. R. Soedirman Mertoadikoesoemo (1973–1978) • 11. Achmad Hudan Dardiri (1978–1983) • 12. Noeroel Koesmen (1983–1988) • 13. Tarmin Hariadi (1988–1993) • 14. Suwoto Adiwibowo (1993–1998) • 15. Affandi (1998–2003) • 16. Suyanto (2003–2008), (2008–2013) • 18. Nyono Suharli Wihandoko (2013–2018) • 19. Mundjidah Wahab (2018–2023) •
Lambang Kabupaten Jombang


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan