Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Boediman Rahardjo" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR (Juni 2025) |
R. Boediman Rahardjo | |
|---|---|
| Lahir | Budiman Raharjo Indonesia |
| Masa aktif | 1946 - 1949 |
| Dikenal karena | bupati pertama yang berasal dari unsur kepolisian |
R. Boediman Rahardjo (EYD: Budiman Raharjo) adalah Bupati Jombang ke-3 yang menjabat pada periode 1946-1949. Ia adalah bupati pertama yang berasal dari unsur kepolisian. Ia ditunjuk oleh pemerintah pusat untuk memimpin Jombang yang pada masa itu (masa-masa setelah kemerdekaan) masih dalam suasana yang tidak stabil. Untuk menghadang pasukan Belanda, ia memerintahkan pembangunan sekolah perwira di Mojoagung. Akademi ini berada dalam naungan Panglima Komando Wilayah Pertahanan (Pangkowilhan) II Kementerian Pertahanan. Akademi ini didirikan untuk menyiapkan bala tentara untuk menghadang agresor Belanda dari arah Trowulan. Akhir bentuk usaha perjuangan ini mampu menghadang pasukan Belanda yang akhirnya memutar melewati Babat dan Ploso untuk menuju ke Jombang. Sepanjang masa pemerintahan Boediman, penghadangan-penghadangan tetap dilakukan dengan persenjataan dan perbekalan seadanya.
Referensi
| Didahului oleh: Setjoadiningrat VIII |
Bupati Jombang 1946 - 1949 |
Diteruskan oleh: Moestadjab Soemowidagdo |
1. Soeroadiningrat V (1910–1930) • 2. Setjoadiningrat VIII (1930–1946) • 3. Boediman Rahardjo (1946–1949) • 4. Moestadjab Soemowidagdo (1949–1950) • 5. Istadjab Tjokrokoesoemo (1950–1956) • 6. M. Soebijakto (1956–1958) • 7. R. Soedarsono (1958–1962) • 8. Hassan Wirjokoesoemo (1962–1966) • 9. Ismail (1966–1973) • 10. R. Soedirman Mertoadikoesoemo (1973–1978) • 11. Achmad Hudan Dardiri (1978–1983) • 12. Noeroel Koesmen (1983–1988) • 13. Tarmin Hariadi (1988–1993) • 14. Suwoto Adiwibowo (1993–1998) • 15. Affandi (1998–2003) • 16. Suyanto (2003–2008), (2008–2013) • 18. Nyono Suharli Wihandoko (2013–2018) • 19. Mundjidah Wahab (2018–2023) • | ||
Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |