Kamis, 01 Oktober 2026
06:01 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Lompat pulau

Lompat pulau

Bagikan:
330px-Second_world_war_asia_1943-1945_map_de.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kampanye lompat pulau Sekutu 1943–1945:
Jepang – Wilayah yang dikuasai Jepang Agu. 1945
Merah tua – kawasan sekutu
Merah – Diduduki Nov. 1943
Merah muda tua – Diduduki Apr. 1944
Merah muda – Diduduki Okt. 1944
Merah muda terang – Diduduki Agu. 1945

Lompat pulau atau lompat katak (bahasa Inggris:Leapfrogging) adalah strategi militer amfibi yang digunakan Sekutu dalam Perang Pasifik melawan Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II. Ide utamanya adalah melewati pulau-pulau musuh yang dijaga ketat, alih-alih mencoba merebut setiap pulau secara berurutan dalam perjalanan menuju target akhir. Alasannya adalah pulau-pulau yang dijaga ketat tersebut dapat dengan mudah diputus dari rantai pasokan mereka (yang pada akhirnya akan menyebabkan kapitulasi) alih-alih harus dibanjiri oleh kekuatan superior, sehingga mempercepat kemajuan dan mengurangi kerugian pasukan dan material. Strategi ini tidak sepenuhnya berhasil, karena banyak garnisun Jepang bertahan lebih lama dari yang diperkirakan Sekutu.[1]

Referensi

  1. ↑ Davis, Jon. "What are some amazing strategies which were used in World War 2 and World War 1?". Quora. Jon Davis. Diakses tanggal 12 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan