Selasa, 29 September 2026
18:51 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Irzen Octa

Bagikan:

Irzen Octa adalah seorang pengusaha kecil dan sekretaris jenderal Partai Pemersatu Bangsa (PPB), sebuah partai kecil di Indonesia.[1] Pada tanggal 29 Maret 2011, dalam usia 49,[2] ia ditemukan di luar cabang Citibank di Jakarta dan meninggal karena pendarahan otak dalam perjalanan ke rumah sakit.[3] Polisi menemukan bekas darah di dinding dan tirai kamar di lantai lima.[3] Sehubungan dengan kejahatan tersebut, polisi menangkap tiga orang penagih utang Citibank dari pihak ketiga.[4] Pada akhir September 2011, jaksa mengumumkan bahwa lima penagih utang pihak ketiga akan didakwa, termasuk tiga untuk penyekapan (dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun).[1]

Irzen Octa meninggalkan seorang istri dan dua orang putri. Jandanya menggugat Citibank sebesar tiga triliun rupiah (sekitar 350 juta dolar AS).[1]

Kasus ini sangat memengaruhi reputasi Citibank Indonesia, yang juga dihadapkan pada kasus penggelapan yang spektakuler oleh salah satu karyawannya dalam waktu yang hampir bersamaan.[2] Bank Indonesia melarang Citibank selama dua tahun untuk memproses aplikasi kartu kredit baru [5] dan melakukan alih daya penagihan utang.[6]

Referensi

  1. 1 2 3 In the Citibank Case, a Long Wait for Answers, 2011-09-27, diarsipkan dari asli tanggal 2011-09-29.
    Collectors to Be Tried for Citibank Debtor’s Death, 2011-09-27, diarsipkan dari asli tanggal 2011-10-02.
  2. 1 2 Citigroup Collides With Death Pursuing Emerging Market Debts in Indonesia, Bloomberg Markets Magazine, 2011-06-30.
  3. 1 2 "PPB official allegedly killed by Citibank debt collectors", Jakarta Post, 2011-03-31, diarsipkan dari asli tanggal 2011-09-12.
  4. ↑ "Prosecutor denies going soft in Irzen Octa case", Jakarta Post, 2011-09-29, diarsipkan dari asli tanggal 2011-12-07.
  5. ↑ "BI tells Citibank to stop processing new credit card applications", Jakarta Post, 2011-04-07, diarsipkan dari asli tanggal 2011-04-10.
  6. ↑ BI bans Citibank to use debt collectors, Antara, 2011-04-08.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan