Jumat, 02 Oktober 2026
11:00 WIB
TERKINI
Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah

Irzen Octa

Bagikan:

Irzen Octa adalah seorang pengusaha kecil dan sekretaris jenderal Partai Pemersatu Bangsa (PPB), sebuah partai kecil di Indonesia.[1] Pada tanggal 29 Maret 2011, dalam usia 49,[2] ia ditemukan di luar cabang Citibank di Jakarta dan meninggal karena pendarahan otak dalam perjalanan ke rumah sakit.[3] Polisi menemukan bekas darah di dinding dan tirai kamar di lantai lima.[3] Sehubungan dengan kejahatan tersebut, polisi menangkap tiga orang penagih utang Citibank dari pihak ketiga.[4] Pada akhir September 2011, jaksa mengumumkan bahwa lima penagih utang pihak ketiga akan didakwa, termasuk tiga untuk penyekapan (dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun).[1]

Irzen Octa meninggalkan seorang istri dan dua orang putri. Jandanya menggugat Citibank sebesar tiga triliun rupiah (sekitar 350 juta dolar AS).[1]

Kasus ini sangat memengaruhi reputasi Citibank Indonesia, yang juga dihadapkan pada kasus penggelapan yang spektakuler oleh salah satu karyawannya dalam waktu yang hampir bersamaan.[2] Bank Indonesia melarang Citibank selama dua tahun untuk memproses aplikasi kartu kredit baru [5] dan melakukan alih daya penagihan utang.[6]

Referensi

  1. 1 2 3 In the Citibank Case, a Long Wait for Answers, 2011-09-27, diarsipkan dari asli tanggal 2011-09-29.
    Collectors to Be Tried for Citibank Debtor’s Death, 2011-09-27, diarsipkan dari asli tanggal 2011-10-02.
  2. 1 2 Citigroup Collides With Death Pursuing Emerging Market Debts in Indonesia, Bloomberg Markets Magazine, 2011-06-30.
  3. 1 2 "PPB official allegedly killed by Citibank debt collectors", Jakarta Post, 2011-03-31, diarsipkan dari asli tanggal 2011-09-12.
  4. ↑ "Prosecutor denies going soft in Irzen Octa case", Jakarta Post, 2011-09-29, diarsipkan dari asli tanggal 2011-12-07.
  5. ↑ "BI tells Citibank to stop processing new credit card applications", Jakarta Post, 2011-04-07, diarsipkan dari asli tanggal 2011-04-10.
  6. ↑ BI bans Citibank to use debt collectors, Antara, 2011-04-08.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan