Senin, 19 Oktober 2026
01:27 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

International African Service Bureau

Bagikan:

International African Service Bureau (IASB) adalah sebuah organisasi Pan-Afrika yang didirikan di London pada tahun 1937 oleh George West, George Padmore, C. L. R. James, Amy Ashwood Garvey, T. Ras Makonnen dan nasionalis Kenya Jomo Kenyatta serta seorang aktivis buruh dan agitator I. T. A. Wallace-Johnson asal Sierra Leone. Chris Braithwaite (biasa disapa Jones) menjadi Sekretaris IASB saat awal didirikan.[1]

IASB dibentuk oleh beberapa anggota yang dua tahun sebelumnya mendirikan International African Friends of Abyssinia (Ethiopia), tujuan IASB adalah untuk menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan Afrika dan diaspora Afrika kepada masyarakat umum Inggris. Rancangan dan organisasi IASB mirip dengan West African Youth League,[2] IASB juga berupaya memberi tahu publik tentang keluhan yang dihadapi oleh rakyat Afrika yang saat itu berada di bawah pemerintahan kolonial, serta membuat daftar reformasi dan kebebasan yang akan membantu wilayah-wilayah koloni. IASB juga berharap untuk mendorong serikat pekerja baru Afrika untuk berafiliasi dengan gerakan buruh Inggris.[3] Selanjutnya IASB mengadakan pertemuan mingguan di Hyde Park, di sana para anggota membahas mogok kerja di Karibia dan Etiopia. Selain itu, IASB juga menyediakan pembicara untuk cabang-cabang Partai Buruh, serikat pekerja dan Liga Bangsa-Bangsa serta menyiapkan beberapa pertanyaan yang akan diajukan di depan Parlemen Inggris mengenai undang-undang, kondisi kerja dan peraturan serikat pekerja.[4]

IASB menerbitkan journal, International African Opinion, yang diedit oleh C. L. R. James.[5]

Organisasi ini bertahan hingga sekitar tahun 1945.[6]

Referensi

  1. ↑ Spitzer & Denzer 1973, hlm. 446.
  2. ↑ Padmore 1957, hlm. 147 harvnb error: tanpa target: CITEREFPadmore1957 (bantuan).
  3. ↑ International African Services Bureau report for 1937, 6 Maret 1938{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link).
  4. ↑ Spitzer & Denzer 1973, hlm. 448.
  5. ↑ Tony Martin, The Pan-African Connection: From Slavery to Garvey and Beyond, The Majority Press, 1984, p. 168.
  6. ↑ Marika Sherwood, "Ending British Rule in Africa: Writers in a Common Cause" (review), Reviews in History, December 2009.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan