Minggu, 11 Oktober 2026
09:23 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Insiden Musha

Insiden Musha

Bagikan:
Insiden Musha
330px-The_scene_of_the_Wushe_Incident.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah foto yang diambil oleh otoritas Jepang setelah Insiden tersebut.
Tanggal27 Oktober – Desember 1930
Lokasi
Hasil Kemenangan Jepang
Pihak yang terlibat
Tkdaya[1]  Kekaisaran Jepang
Toda
Truku[1] (Taroko)
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Mona Rudao † Kekaisaran Jepang Ishizuka Eizō
Kekuatan
~1.200 ~2.000
Korban jiwa dan kerugian
644 tewas[1]

27 Oktober:

  • ~134 tewas
  • 215 luka-luka[1]
Korban militer tak diketahui

Insiden Musha (Pinyin: Wùshè Shìjiàn;Wade-Giles: Wu4-she4 Shih4-chien4;bahasa Jepang: 霧社事件;Rōmaji: Musha Jiken; Pe̍h-ōe-jī:Bū-siā Sū-kiāⁿ), juga dikenal sebagai Pemberontakan Wushe dan beberapa nama serupa lainnya, dimulai pada Oktober 1930 dan merupakan pemberontakan besar terakhir melawan pasukan kolonial Jepang di Taiwan Jepang. Menanggapi penindasan jangka panjang oleh otoritas Jepang, suku Seediq di Musha (Wushe) menyerang desa tersebut, menewaskan lebih dari 130 orang Jepang. Sebagai tanggapannya, Jepang melakukan serangan balasan dengan membunuh lebih dari 600 orang Seediq. Penanganan insiden tersebut oleh otoritas Jepang sangat dikritik, yang berujung pada banyak perubahan dalam kebijakan penduduk asli.

Referensi

  1. 1 2 3 4 "Wushe Incident - Encyclopedia of Taiwan". Diarsipkan dari asli tanggal 25 Maret 2014. Diakses tanggal 23 November 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan tambahan

Ikhtisar
Kaisar
Simbol
Kebijakan
Pemerintah
Militer
Sejarah
Zaman Taishō
Zaman Shōwa
Wilayah
Koloni
Negara boneka
Wilayah pendudukan
Ideologi
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan