Minggu, 25 Oktober 2026
20:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Inggris Anglo-Saksen

wilayah historis yang mencakup Inggris modern

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang peristiwa sejarah dalam Inggris Anglo-Saxon. Untuk budaya dan masyarakat Anglo-Saxon, lihat Bangsa Anglo-Saxon. Untuk jurnal akademik, lihat Anglo-Saxon England (jurnal).

Inggris Anglo-Saxon adalah Inggris pada awal abad pertengahan, yang berdiri dari abad ke-5 sampai ke-11 dari akhir Britania Romawi sampai penaklukan Norman pada 1066. Wilayahnya terdiri dari berbagai kerajaan Anglo-Saxon sampai 927 saat disatukan oleh Kerajaan Inggris oleh Raja Æthelstan (memerintah pada 927–939). Wilayah tersebut menjadi bagian dari Kekaisaran Laut Utara dari Cnut Agung, sebuah uni personal antara Inggris, Denmark dan Norwegia pada abad ke-11.

Bangsa Anglo-Saxon adalah anggota dari kelompok pemakai bahasa Jermanik yang bermigrasi ke bagian selatan pulau tersebut dari benua Eropa, dan budaya-budaya keturunan mereka. Sejarah Anglo-Saxon dimulai pada masa Britania Sub-Romawi setelah akhir kekuasaan Romawi, dan bermulanya pendirian kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon pada abad ke-5 dan ke-6 (secara konvensional diifentifikasikan sebagai tujuh kerajaan utama: Northumbria, Mercia, Anglia Timur, Essex, Kent, Sussex, dan Wessex), Kristenisasi mereka pada abad ke-7, ancaman invasi Viking dan pemukim Denmark, penyatuan Inggris bertahap di bawah hegemoni Wessex pada abad ke-9 dan ke-10, dan akhir penaklukan Inggris oleh Norman di bawah pimpinan William sang Penakluk pada 1066.

Identitas Anglo-Saxon menyendatkan penaklukan Norman yang lebih jauh lagi,[1] yang dikenal sebagai Englishry di bawah kekuasaan Norman dan secara mutlak berkembang dalam bangsa Inggris modern.

Kutipan

  1. ↑ Higham, Nicholas J., and Martin J. Ryan. The Anglo-Saxon World. Yale University Press, 2013. p7-19

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan