Sabtu, 31 Oktober 2026
08:04 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Infoglobal I-22 Sikatan

Infoglobal I-22 Sikatan

Bagikan:
I-22 Sikatan
330px-Infoglobal_I-22_Sikatan_Sketchfab_Remodelling.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Infoglobal I-22 Sikatan Block I
Jenis Block I Pesawat tempur multiperan

Block II Pesawat tempur superioritas udara

Negara asal Indonesia
Pembuat PT. Infoglobal Teknologi Semesta
BRIN
Perancang Vimana Litbang & Rekayasa
Penerbangan perdana 2036 (Rencana)
Status Prototipe Dalam pengembangan
Pengguna utama Tidak diketahui
Jumlah 1 (Mockup)[1]

Infoglobal I-22 Sikatan adalah program pengembangan pesawat tempur multiperan generasi 4,5 dan pesawat tempur superioritas udara generasi 5 Indonesia yang dilakukan oleh PT. Infoglobal Teknologi Semesta.[2] Pesawat tempur ini sendiri akan dirancang sebagai pesawat tempur menengah-berat bermesin ganda, berkursi ganda, dengan avionik modern dan fitur berperforma tinggi, untuk memenuhi peran penting sebagai fasilitas pelatihan penerbang modern melalui kinerja terbaiknya. Mockup dari pesawat tempur ini juga telah dipertunjukkan di arena outdoor Indo Defence Expo & Forum 2022 di booth OD 60 yang digelar di JlExpo Kemayoran pada 2-5 November 2022.[3]

I-22 Sikatan adalah program pengembangan pesawat tempur kedua yang dilakukan oleh Indonesia. Sebelumnya, Indonesia, lebih tepatnya LAPAN pernah mengembangkan pesawat tempur multiperan siluman generasi lima bernama LAPAN Fighter Experimental (LFX)[4] pada tahun 2012 yang selanjutnya program tersebut dibekukan pada tahun 2013 hingga saat ini tanpa ada kejelasan.

Sistem Penamaan

Huruf "Ï" pada nama pesawat diambil dari nama perusahaan pembuatnya, yaitu Infoglobal, dan angka "22" menunjukkan tahun 2022 dimana mock-up pesawat ini pertama kali diperkenalkan di acara Indo Defence Expo & Forum.[5]

Sedangkan nama Sikatan diambil dari nama sebuah spesies burung Sikatan yang tersebar di beberapa negara Asia Tenggara. Burung ini terkenal dengan kelincahannya dalam terbang. Pemberian nama Sikatan kepada pesawat I-22 memiliki harapan nantinya I-22 akan dapat terbang lincah layaknya burung Sikatan di alam liar.[5]

Awalan Huruf

Berbeda dengan Amerika dan Tiongkok yang penamaan pesawatnya menggunakan awalan huruf untuk menunjukkan fungsi dari pesawat tersebut,[6][7] I-22 justru menggunakan nama perusahaan pembuatnya sebagai awalan huruf. Sistem penamaan ini sama seperti yang digunakan oleh Rusia untuk pesawat-pesawat mereka.[8]

Sebagai contoh, huruf SU pada pesawat Su-57 menunjukkan perusahaan pembuat pesawat tersebut yaitu Sukhoi. Hal ini berlaku untuk hampir semua pesawat Rusia[8] seperti TU untuk Tupolev, MIG untuk Mikoyan, II untuk Ilyushin dan masih banyak lagi. Berbeda dengan Amerika dan Tiongkok yang huruf awalannya menunjukkan fungsi pesawat tersebut, seperti F untuk Fighter, J untuk Jianjiji (fighter), B untuk Bomber, H untuk Hongzhaji (bomber), dan lainnya.[7]

Namun bukan berarti seluruh pesawat tempur buatan Indonesia nantinya akan menggunakan sistem penamaan tersebut mengingat nama I-22 Sikatan bukan diberikan oleh pemerintah, melainkan oleh perusahaan Infoglobal sendiri.

Desain

Berkas:I-22-Sikatan.jpg
I-22 Sikatan Block 1

Konsep desain I-22 Sikatan digagas bekerja sama dengan firma desain kedirgantaraan lokal Vimana Litbang & Rekayasa,[9] yang diketuai oleh mantan penerbang kendaraan udara tak berawak komersial (UAV), Sunanto Ajidarmo.

Di pameran tersebut, Sunanto menjelaskan i-22 Sikatan sebagai konsep pesawat tempur bermesin ganda dengan desain yang terinspirasi dari Saab JAS 39 Gripen.[10][11] Ini menampilkan desain penampang radar yang dikurangi dan sebagian besar menggunakan bahan komposit untuk meningkatkan karakteristik silumannya, tambahnya.

250px-Saab_JAS_39_Gripen_at_Kaivopuisto_Air_Show%2C_June_2017_%28altered%29_copy.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Saab JAS 39 Gripen di pertunjukkan Kaivopuisto Air Show.

I-22 Sikatan memiliki dimensi yang kompak dengan panjang 12,5 meter, rentang sayap 7 meter, dan tinggi 3,5 meter. Pesawat ini sengaja dirancang dengan ukuran kecil karena akan digunakan sebagai pesawat tempur utama dan bisa dipakai untuk patroli jarak jauh.[12] Sudut kemiringan sirip tegaknya dirancang untuk membuang pantulan gelombang radar ke samping, bukan kembali ke sumber radar musuh, Garis tajam yang memanjang dari hidung hingga sayap (chine) berfungsi memecah turbulensi sekaligus mengurangi Radar Cross Section (RCS).[13]

Berkas:Hologram-i-22 Sikatan.jpg
Hologram I-22 Sikatan Block 1

Konsep ini memiliki dua varian – satu dengan konfigurasi sayap canard, dan satu lagi tanpa sayap canard. Konfigurasi sayap canard memiliki lebar sayap 9 meter, sedangkan yang tidak memiliki sayap canard lebar sayap 9,6 meter. Kedua konsep tersebut dirancang sepenuhnya di dalam negeri oleh para insinyur dirgantara lokal.[14]

Mock-up yang dipamerkan di Indo Defence 2022 adalah varian tanpa canard, dan dibuat sekitar 90% dari ukuran aslinya untuk memudahkan pengaturan pengiriman dan masih berupa mockup kasar. Infoglobal berencana menggunakan mesin dari Hawk Mk.209 untuk prototipe pertama mereka, namun ada spekulasi di masa depan potensi penggunaan mesin jet hasil reverse engineering[15]

Pengembangan

Program pengembangan akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Pada tahap pertama, pesawat akan dikembangkan sebagai pesawat latih. Tahap kedua akan menjadi demonstran. Kemudian, fase terakhir, akan menjadi sistem penuh.[16] Infoglobal telah memulai Program Sikatan i-22 dengan tujuan penguasaan teknologi pesawat tempur dan membidik potensi pasar dengan memanfaatkan pengalaman dan keterampilannya dalam desain/produksi sistem pesawat yang hemat biaya.[17]

Indo Defence 2022

Pada Indo Defence Expo & Forum 2022 yang diseleggarakan di JIExpo Kemayoran pada 2-5 November 2022, PT. Infoglobal untuk yang pertama kalinya memperkenalkan mockup dari pesawat tempur I-22 Sikatan di arena outdoor booth OD 60.[3] Mock-up yang dipamerkan adalah varian tanpa canard, dan dibuat sekitar 90% dari ukuran aslinya untuk memudahkan pengaturan pengiriman serta masih berupa mockup kasar.

250px-Mockup_I-22_Sikatan_Indo_Defense_2024.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mockup pesawat tempur I-22 Sikatan bersama dengan pesawat nirawak Wani-23
Berkas:Panoramic Cockpit Display i-22 Sikatan.jpg
Panoramic Cockpit Display (i-22 Sikatan Block 1) indodefence 2022

Indo Defence 2024

Pada gelaran Indo Defence 2024 yang diselenggarakan pada 11 - 14 Juni 2025, PT Infoglobal menampilkan perkembangan terbaru dari program i-22 Sikatan, termasuk model kokpit skala penuh dan simulator penerbangannya. Kehadiran ini melanjutkan partisipasi perusahaan dalam pameran dua tahunan tersebut, setelah sebelumnya juga memamerkan model dan versi berskala lebih kecil pada tahun 2022.[18]

I-22 Sikatan Demonstrator yang dipamerkan menunjukkan kemajuan dalam pengembangan teknologi pesawat tempur, termasuk desain kokpit yang modern. Pesawat ini dilengkapi fitur fly-by-wire, di mana flight control atau sistem kendali penerbangan bekerja secara elektronik melalui joystick dan throttle. [19]

250px-Full_Scale_Cockpit_%26_Demonstrator_I-22_Sikatan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kokpit dan demonstrator skala penuh pesawat tempur I-22 Sikatan yang dipamerkan di pameran Indo Defense 2024

Sebagian besar konfigurasi avioniknya terintegrasi dalam satu panoramic display berukuran 25”. Layar ini menampilkan berbagai data yang ditampilkan, mulai dari CNI System, Map-based navigation, Fuel & Engine Monitoring System, Integrated Caution and Warning System (ICAWS), hingga Weapon System. i-22 Sikatan juga dilengkapi dengan IESD sebagai backup flight instrument, serta fitur day/night mode untuk operasional pesawat di lingkungan dengan pencahayaan rendah atau malam hari.[20]

Tak hanya pada kokpit, i-22 Sikatan juga dilengkapi dengan Helmet Mounted Display System (HMDS) yang memungkinkan data penerbangan penting diproyeksikan langsung ke retina pilot melalui tampilan di helm, sehingga meningkatkan kesadaran situasional pilot selama misi. I-22 diproyeksikan menggunakan AESA Radar dan sistem Data Link yang memungkinkan pesawat ini bertempur secara "senyap" tanpa harus menyalakan radar aktif yang bisa dideteksi lawan.

Pelaksanaan Pembangunan Prototype

Proyek pengembangan jet tempur ringan multirole I-22 Sikatan direncanakan memasuki fase pembangunan prototipe mulai tahun 2026 di fasilitas Infoglobal yang bertempat di Bandara Ngloram, Blora, Jawa Tengah. Berdasarkan roadmap pengembangannya, prototipe tersebut diproyeksikan untuk melakukan penerbangan perdana (first flight) pada tahun 2031.[21]

Kontroversi

250px-The_third_prototype_of_the_KF-21_Boramae_on_display_at_the_2022_Sacheon_Airshow.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prototipe ketiga KF-21 Boramae.

I-22 Sikatan sering kali dipandang negatif khususnya oleh pengamat militer Korea Selatan dan Tiongkok. Desain I-22 Sikatan kerap dipandang mirip dengan KF-21 Boramae dari Korea Selatan dan J-20 dari Tiongkok. Bahkan beberapa pengamat militer Korea Selatan curiga kalau ada yang membocorkan teknologi inti KF-21 ke Indonesia karena waktu diperkenalkannya I-22 terlalu ‘kebetulan’ di tengah menunggaknya hutang Indonesia di proyek KF-21. Mereka curiga kalau Indonesia akan keluar dari proyek KF-21 dan membangun I-22 dengan teknologi KF-21 yang telah di dapatkan secara diam-diam.

Namun, berbeda dengan fakta dilapangan karena Kebanyakan masyarakat Korea belum mengetahui keberadaan I-22 Sikatan.

250px-J-20_at_CCAS2022_%2820220827103424%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
J-20 Mighty Dragon milik Tiongkok.

Walau belum bisa dipastikan kebenarannya, beberapa pengamat militer Tiongkok juga ikut menuding kalau Indonesia telah menjiplak rancangan pesawat tempur J-20.[22] Walaupun CEO Infoglobal sendiri mengatakan kalau desain I-22 terinspirasi dari Jas-39 Gripen, tetapi tidak bisa dipungkiri kalau desain I-22 memang sangat mirip dengan J-20.

Varian (proyeksi)

Versi yang direncanakan:[23]

  • P0 (Ground Test Article / Structural Test Rig): Varian prototipe non-terbang yang dibangun khusus untuk pengujian struktural di darat (static & fatigue test). Prototipe ini digunakan oleh Infoglobal untuk menguji kekuatan material komposit bodi pesawat, integrasi awal sistem avionik, serta arsitektur ruang mesin pada 2031.
  • P1 (Flight Test Vehicle - Aerodynamics & Propulsion): Varian prototipe pertama yang laik terbang. Fokus utama varian P1 adalah untuk menguji karakteristik aerodinamika pesawat di udara, performa integrasi mesin turbofan ganda di darat dan udara (ground engine run & flight test), serta pengujian keandalan sistem kendali digital Quad-redundant Fly-by-Wire (DFBW) dalam kondisi terbang nyata pada 2036.
  • Block I: Generasi ke-4.5, ini memiliki 2 varian yaitu Pesawat Latih Lanjut & Pesawat tempur multiperan dengan sistem avionik baru untuk keperluan pelatihan pilot serta pertahanan negara dari ancaman pesawat tempur multiperan lain'nya.
  • Block II: Generasi ke-5, varian Pesawat Tempur Superioritas Udara, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melakukan pertempuran darat, peperangan elektronik, dan sinyal intelijen dengan sistem avionik canggih, kompartemen senjata internal, Radar AESA-X dan Panoramic Cockpit Display Next-Generation serta berpotensi mengalami perubahan desain pesawat block 2 mendekati F-22 Raptor.

Spesifikasi Block I (proyeksi)

Berdasarkan data spesifikasi.[24]

250px-Infoglobal_I-22_Sikatan_Sketchfab_Remodelling.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Infoglobal I-22 Sikatan Block I

Karakteristik Utama

  • Kapasitas Kru: 1 atau 2
  • Desain Block 1: awal terinspirasi dari Saab JAS 39 Gripen tetapi lebih mirip dengan Chengdu J-20, Mengadopsi karakter siluman dengan citra radar rendah menggunakan material komposit dilapisi RAM Berbasis nanopartikel Seng Oksida (ZnO), polianilin, cat epoksi.
  • Panjang: 12.5 m
  • Lebar sayap: 7m
  • Tinggi: 3.5m
  • Berat: tidak diketahui (Fase mockup)
  • Berat lepas landas maksimum: Tidak diketahui (Fase mockup)
  • Mesin: Didukung oleh Mesin Turbofan 2x Reverse engineering untuk block 1
  • Sistem kontrol: Block 1, Digital Fly-by-Wire (DFBW) Quad-redundant dengan Flight Envelope Protectional dengan layar panorama 25 inci dan Sistem Tampilan Terpasang Helmet-Mounted Display System (HMDS) dengan integrasi VR/AR.
  • Sistem radar: Radar AESA-X (experimental)
  • Lambung Senjata Block 1: Semi-recessed Weapons Bay

Performa

  • Kecepatan maksimum: 2,1 Mach sekitar 2.350km/jam menggunakan twin-engine dengan 3D Thrust Vectoring Nozzle (Block 1).
  • Roaming (transonik): Tidak diketahui
  • Supercruise: Tidak diketahui
  • Radius feri: Tidak diketahui
  • Beban G: Tidak diketahui

Material Siluman dan Pelapis Radar untuk (Block 1)

Dalam skema pengembangan teknologi pesawat tempur dan alutsista nasional, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan riset pelapis material penyerap radar (Radar Absorbing Material/RAM) berbasis nanopartikel Seng Oksida (ZnO), polianilin, dan cat epoksi.[25] Material pelapis ini dirancang untuk diaplikasikan pada permukaan logam wahana pertahanan guna menyerap gelombang elektromagnetik pada frekuensi X-Band.[25]

Penerapan material siluman ini bertujuan menurunkan penampang radar (Radar Cross Section/RCS) pada wahana pertahanan udara maupun laut tanpa harus mengubah desain aerodinamis atau struktur utama platform.[25] Hingga pertengahan 2026, teknologi pelapis berpaten (No. P00202406771) tersebut berada pada tingkat kesiapan teknologi TRL 4 dan disiapkan untuk tahap hilirisasi bersama industri pertahanan nasional.[25]

Desain dan Fitur Lanjutan (Proyeksi Block 2)

250px-I-22_Sikatan_Fighter_Version_Sketchfab.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
I-22 Sikatan Block II

Pada rancangan konsep I-22 Sikatan Block 2, pesawat ini diproyeksikan berkembang dari pesawat latih/tempur ringan menjadi jet tempur superioritas udara generasi kelima penuh (5th Generation Air-Superiority Fighter) berkemampuan siluman murni (Very Low Observable/VLO). Konsep ini mengintegrasikan rancang bangun geometris mutakhir, propulsi bervektor dorong, kompartemen senjata internal, serta fusi sensor.

Karakteristik Siluman, Struktur, dan Material

Struktur rancangan I-22 Sikatan Block 2 diproyeksikan menggunakan kombinasi Komposit Serat Karbon Lanjut (Advanced Carbon-Fiber Reinforced Polymer/CFRP), Komposit Matriks Titanium (Titanium Matrix Composite/TMC) dan Radar-Absorbing Material (RAM) guna mengurangi bobot agar lebih ringan, sekaligus mencapai rasio kekuatan yang optimal serta ketahanan termal tinggi saat melesat pada kecepatan supersonik.

Untuk mereduksi penampang radar (RCS) secara menyeluruh, badan pesawat menerapkan prinsip pembentukan siluman geometris (geometric stealth shaping).

  • Saluran Udara Melengkung (Serpentine S-Duct): Dilengkapi dengan saluran masuk udara tipe Caret Inlet dengan lorong melengkung S-Duct, memastikan bilah kompresor dan turbin mesin yang sangat reflektif tersembunyi sepenuhnya dari pancaran radar depan.
  • Pelapis Metamaterial (Broadband Metamaterial RAM): Berbeda dari lapisan penyerap radar konvensional berbasis ferit atau polimer konduktif berat seperti yang digunakan pada generasi siluman awal, I-22 Block 2 dirancang menggunakan Radar-Absorbing Material (RAM) berbasis metamaterial berstruktur mikro artifisial. Penggunaan metamaterial ini bertujuan menyerap gelombang radar dalam spektrum frekuensi yang jauh lebih luas (broadband absorption) mencakup S, C, X, Ku, hingga W-band, Menyerapnya hampir seluruh spektrum gelombang mikro dari radar pertahanan udara terdahulu hingga radar tercanggih, sekaligus mereduksi bobot struktur secara signifikan dan mempermudah perawatan operasional di iklim tropis.
  • Tepian Bergerigi (Serrated Edges): Seluruh sambungan panel bodi, kaca cockpit dilapisi Indium Tin Oxide (ITO) untuk mengurangi pantulan radar.

Propulsi, Vektor Dorong (TVN), dan Manajemen Termal

Sektor pendorong ditenagai oleh sepasang mesin turbofan berdaya dorong tinggi yang dilengkapi nosel pemvektor dorong dua dimensi (2D Thrust Vectoring Nozzle/TVN).

  • Kemampuan Jelajah Supersonik (Supercruise): Mesin dirancang memiliki rasio bypass rendah yang sanggup membawa I-22 Sikatan melesat pada kecepatan jelajah supersonik (Supercruise) pada kisaran Mach 1.4 hingga Mach 1.7 tanpa perlu mengaktifkan pembakar lanjut (afterburner), sehingga menghemat bahan bakar dan memperluas radius tempur.
  • Kelincahan Super (Super-Maneuverability): Nosel TVN 2D yang dapat berdefleksi vertikal ke atas dan ke bawah dipadukan dengan konfigurasi aerodinamika sayap berlian dan sirip canard aktif. Integrasi ini memberikan otoritas manuver melampaui batas stall (Post-Stall Maneuvering), laju putar hidung instan (Instantaneous Turn Rate) yang ekstrem, serta sudut serang tinggi (High Angle-of-Attack/AoA) untuk keunggulan mutlak dalam pertempuran jarak dekat (dogfight).
  • Peredaman Jejak Inframerah (IR Signature Suppression): Desain nosel 2D pipih membantu pencampuran udara dingin sekitar dengan gas buang panas secara cepat, dipadukan dengan material keramik penahan panas untuk mengaburkan pancaran panas mesin dari pelacak rudal inframerah lawan.
  • Sistem Manajemen Termal Terpadu (Thermal Management System): Menggunakan bahan bakar jet sebagai penyerap panas cair (heat sink) guna mendinginkan sistem avionik berkekuatan tinggi, generator radar AESA GaN, dan kompartemen internal secara efisien.

Kompartemen Senjata Internal (Internal Weapon Bay)

Untuk membawa persenjataan tanpa merusak karakteristik siluman, I-22 Sikatan Block 2 mengusung arsitektur kompartemen internal.

  • Kompartemen Utama Bawah Bodi (Ventral Bay): Menampung hingga 4–6 rudal udara-ke-udara jarak menengah hingga jauh (BVR) atau amunisi presisi udara-ke-darat. Kompartemen ini dilengkapi pelontar hidrolik berkecepatan tinggi yang mampu melepaskan rudal secara aman pada kecepatan subsonic ataupun kecepatan supersonic.
  • Kompartemen Samping Cepat (Lateral Bays): Terletak di sisi bodi saluran udara untuk memuat rudal jarak dekat berpemandu inframerah berpenyimpangan sudut tinggi (High Off-Boresight/HOBS). Dilengkapi rel peluncur trapeze yang mencondongkan seeker rudal ke luar sesaat sebelum diluncurkan untuk memfasilitasi penguncian target sebelum lepas (Lock-On Before Launch/LOBL).
  • Dipadu dengan Helmet Mounted Display System (HMDS) yang memproyeksikan data pertempuran langsung ke retina pilot, I-22 dapat mengunci target HOBS dan meluncurkan rudal BVR dari kompartemen senjata internal tanpa harus menghadapkan hidung pesawat secara penuh ke arah musuh.

Radar AESA-X dan Sensor Elektro-Optik

Aspek penginderaan panorama dan siluman elektronik pada I-22 Sikatan Block 2 ditopang oleh arsitektur radar AESA-X berbasis (GaN).

  • Teknologi (Microwave Photonics): Radar ini mengintegrasikan pemrosesan fotonik beresolusi tinggi, sering disebut sebagai Radio-Photonic Radar atau Photonic Radar. Teknologi ini menjadi lompatan dari sistem elektronik murni menuju arsitektur opto-elektronik terintegrasi, menghasilkan pengolahan pita sinyal analog-ke-digital ultra-lebar, ketahanan tinggi terhadap interferensi, dan resolusi citra radar yang sangat detail.
  • Cakupan Sudut Azimuth Lebar: Arsitektur antena radar AESA-X memberikan cakupan sudut azimuth mencapai ±70°, melampaui batas sapuan radar APG-77 (±60°) milik F-22 Raptor maupun radar APY-016 milik KF-21, memungkinkan manuver cranking dan penembakan menyamping tanpa kehilangan penjejakan sasaran.
  • Radar Kognitif (Cognitive Radar): Memanfaatkan kecerdasan sintetis untuk mempelajari karakteristik spektrum jamming musuh secara seketika (real-time) dan mengubah modulasi bentuk gelombang secara adaptif guna menembus peperangan elektronika lawan.
  • Mode Operasional Komprehensif:
    • LPI Search & Track (RWS & TWS) dengan daya pancar emisi acak yang sulit dideteksi sistem RWR musuh.
    • Single Target Track (STT).
    • Non-Cooperative Target Recognition (NCTR) berbasis analisis modulasi profil bilah turbin mesin lawan (Jet Engine Modulation/JEM) untuk mengenali tipe pesawat target secara presisi pada jarak BVR.
    • Ground Moving Target Indication/Track (GMTI/GMTT) dan Doppler Beam Sharpening (DBS).
    • Pemetaan radar apertur sintetis resolusi tinggi: Spotlight/Stripmap SAR dan 3D Inverse SAR (ISAR).
  • Sensor Elektro-Optik Terdistribusi (E/O TGP-DAS & IRST):
    • Sistem Distributed Aperture System (E/O DAS) dengan kamera optik/inframerah tertanam di sekujur badan pesawat yang memberikan pandangan lingkungan sferis 360 derajat tanpa titik buta (blind spot).
    • Electro-Optical Targeting Pod (E/O TGP) dengan sensor optik/inframerah resolusi tinggi, lensa zoom, laser designator/rangefinder yang dipasang pada pod eksternal atau terintegrasi di hidung pesawat. Sistem ini memberikan kemampuan pencarian, pelacakan, pengenalan, dan penargetan presisi jarak jauh terhadap sasaran darat/laut, serta memandu senjata pintar ke target.
    • Sensor pelacak inframerah jarak jauh (AI-Powered Long-Range IRST) tertanam di bagian hidung dengan jendela safir aerodinamis untuk mendeteksi sasaran siluman lain secara pasif tanpa memancarkan radiasi elektromagnetik.
    • Kemampuan pelacakan multistatis (Multistatic Tracking) terhubung secara taktis dengan drone tempur nirawak (seperti drone WANI-23).

Peperangan Elektronika (EW) dan Proteksi Defensif Aktif

Di sektor perang elektronik terintegrasi dan penginderaan pasif, arsitektur AESA-X dan modul defensif pesawat dilengkapi:

  • Serangan Elektronika Terarah (High-Power Directional Jamming): Pemusatan pancaran energi RF dari susunan antena GaN untuk melumpuhkan radar pemandu dan sensor musuh.
  • Tipuan Radar Digital: Digital Radio Frequency Memory (DRFM) Deceptive Jamming, pembelokan sudut monopulsa (Monopulse Angle Spoofing), serta modulasi sinyal palsu.
  • Injeksi Siber/RF: Penetrasi transmisi data siber terarah (Cyber/RF Data Insertion) ke dalam jaringan kendali dan sensor pertahanan udara musuh.
  • Proteksi Elektronik Adaptif: Adaptive Null-Steering untuk menghilangkan interferensi gelombang jamming lawan dari sudut tertentu secara otomatis.
  • Sistem Proteksi Laser Terarah (DIRCM): Terpasang modul Directional Infrared Counter Measures berbasis laser serat mikro yang dapat memancarkan sinar laser pembuta langsung ke kubah pemandu inframerah pada rudal jarak dekat musuh yang mendekat.
  • Peringatan Serangan Rudal Sferis (Spherical MAWS & RWR): Pengintegrasian sensor Missile Approach Warning System ultraviolet/inframerah dan penerima peringatan radar interferometrik dengan cakupan 360° yang terhubung langsung ke dispenser cerdas flare/chaff piroteknik tersembunyi.
  • Intelijen Pasif: Pelacakan lokasi emisi radio musuh melalui kalkulasi perbedaan waktu tiba gelombang pasif (Time Difference of Arrival/TDoA Geolocation) serta sistem radar pasif koheren (Passive Coherent Location/PCL).

Kokpit, Fusi Sensor, dan Kendali Terbang Otomatis

  • Unit Pemroses Terpadu (Common Integrated Processor / CIP): Inti komputasi pesawat memproses dan melebur sinyal secara instan dari radar AESA-X, sistem IFF, E/O TGP-DAS, IRST, dan ESM/ELINT menjadi satu gambaran taktis komprehensif (Full Sensor Fusion). Pilot tidak perlu menginterpretasikan data radar mentah, melainkan disajikan target gabungan (mencari target, mengunci, memandu senjata dari HMDS, serta status musuh/kawan, vektor laju, ketinggian, serta tingkat prioritas ancaman dan lain'nya).
  • Asisten Taktis Kecerdasan Buatan (Virtual AI Copilot): Perangkat lunak AI internal yang bertindak meringankan beban kognitif pilot dengan menyarankan kalkulasi jalur lolos terbaik, memprioritaskan ancaman kinetik/non-kinetik, dan mengambil alih manuver penghindaran darurat ber-G tinggi.
  • Kendali Terbang Optik (Fly-by-Light / FBL): Sistem kendali menggunakan teknologi Fly-by-Light (FBL) berbasis serat optik digital dengan arsitektur redundansi ganda untuk menghubungkan seluruh aktuator permukaan aerodinamika. Penggunaan serat optik ini tidak hanya memangkas waktu respons manuver secara signifikan, tetapi juga menjamin kekebalan penuh (full immunity) terhadap gangguan pulsa elektromagnetik (EMP) maupun interferensi frekuensi radio ekstrem..
  • Antarmuka Kokpit Panorama untuk block 2: Dilengkapi Layar Lebar Panorama Sentuh Tunggal Canggih (Panoramic Cockpit Display) beresolusi tinggi dengan antarmuka yang dapat dikonfigurasi secara mandiri.
  • Tautan Data Tempur Terarah: Directional High-Bandwidth DataLink tahan jamming berdaya intercept rendah (LPI/LPD) untuk pertukaran data situasional instan antar-pesawat, stasiun komando darat, penyaluran kendali pembaruan tengah lintasan (Mid-Course Missile Guidance) rudal BVR, serta koordinasi formasi tempur nirawak (Manned-Unmanned Teaming/MUM-T).

Analisis Fitur - simulasi

Konsep rancang bangun I-22 Sikatan Block II hasil kolaborasi PT Infoglobal Teknologi Semesta, BRIN, dan firma desain Vimana Litbang & Rekayasa diarahkan untuk menghadirkan jet tempur superioritas udara generasi kelima yang mampu mengimbangi platform tempur generasi mutakhir, termasuk jet tempur berat generasi keenam seperti Mitsubishi F-3 F-X dari Jepang.

Pesawat ini tidak hanya mengandalkan kemampuan siluman fisik, tetapi juga memadukan sistem pengacau sinyal elektronika (EW) dan kecerdasan buatan (Virtual AI Copilot) untuk menguasai pertempuran udara.

Pada fase pertempuran jarak luar visual di atas delapan puluh kilometer, I-22 Sikatan Block II beroperasi dalam mode senyap dengan memprioritaskan deteksi pasif menggunakan sensor inframerah jarak jauh bertenaga kecerdasan buatan serta pelacakan perbedaan waktu tiba gelombang atau Time Difference of Arrival. Pendekatan ini memungkinkan pesawat memetakan koordinat emisi lawan tanpa harus memancarkan gelombang radar yang rentan terendus oleh sistem penerima peringatan musuh. Begitu radar aktif dibutuhkan, Radar AESA-X buatan Infoglobal bersama BRIN memanfaatkan fitur radar kognitif untuk secara mandiri menganalisis pola jamming lawan dan mengubah modulasi gelombang seketika, sementara fitur proteksi adaptif otomatis mematikan sensitivitas antena ke arah gangguan frekuensi musuh agar tangkapan sasaran tetap jernih.

Keunggulan jangkauan sapuan azimut radar yang mencapai kurang lebih tujuh puluh derajat memberi keleluasaan taktis tersendiri saat rudal jarak jauh dilepaskan dari kompartemen senjata internal utama di bawah bodi. Pesawat dapat langsung melakukan manuver belokan tajam untuk menjauhi lintasan serang rudal balasan musuh sambil tetap memperbarui data panduan ke rudal miliknya sendiri tanpa kehilangan kuncian target. Jika rudal pemandu radar lawan berhasil mendekat, sistem pengacau memori frekuensi radio digital bersama teknik pembelokan sudut monopulsa akan memancarkan sinyal pantul tiruan untuk mengecoh pemandu rudal musuh agar menyimpang dari koordinat sebenarnya. Di saat bersamaan, pesawat juga mampu melancarkan serangan elektronika berdaya tinggi dan injeksi data siber terarah guna mendesinkronisasi jaringan data-link kendali tembak lawan.

Manakala ancaman kinetik rudal penyerang berhasil melewati tabir perang elektronika dan memasuki radius kritis, asisten taktis Virtual AI Copilot dapat mengambil alih kendali sistem terbang optik berbasis serat optik secara mandiri. Perangkat lunak kecerdasan buatan ini langsung mengalkulasi lintasan penghindaran darurat berbeban gravitasi tinggi yang melampaui batas toleransi fisik manusia guna meloloskan pesawat dari zona bahaya. Terhadap ancaman rudal pencari panas jarak dekat, sensor peringatan pendekatan rudal sferis tiga ratus enam puluh derajat akan menginstruksikan modul proteksi laser terarah atau DIRCM berbasis laser serat mikro untuk menembakkan radiasi laser pembuta langsung ke kubah optik rudal musuh, merusak pelacak inframerahnya seketika dan membuat ancaman tersebut melenceng jauh ke ruang hampa ataupun jatuh ke laut

Memasuki pertarungan jarak dekat di bawah dua puluh kilometer, rancangan aerodinamika sayap canard aktif yang dipadukan dengan nosel vektor dorong dua dimensi pipih memberikan kelincahan putar hidung dan kendali sudut serang ekstrem yang sangat agresif. pilot dapat sasaran secara cepat melalui integrasi HMDS dan layar kokpit panorama, lalu melepaskan rudal dari kompartemen samping pada sudut penyimpangan tajam. Walaupun pesawat tempur berat generasi keenam seperti Mitsubishi F-3 F-X tetap mempertahankan keunggulan mutlak dalam hal teknologi siluman generasi keenam dan cadangan energi kinetik berkat sepasang mesin IHI XF9-1, integrasi sistem peperangan elektronika kognitif, proteksi laser aktif, dan asisten taktis otonom pada I-22 sikatan II secara teoretis mampu menutup kesenjangan propulsi tersebut melalui kecanggihan serta serangan balik yang mematikan.


Spesifikasi Block II

250px-I-22_Sikatan_Fighter_Version_Sketchfab.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Desain Block II dari Infoglobal I-22 Sikatan dengan 3D modelling

Karakteristik Utama

  • Kapasitas Kru: 1 atau 2
  • Desain Block 2: ini mengadopsi konfigurasi aerodinamis Chengdu J-20 (sirip canard aktif) dengan tata letak siluman F-22 Raptor (diamond  wing / twin canted tail / twin canted vertical stabilizers), Konstruksi airframe memanfaatkan Komposit Serat Karbon Lanjut (Advanced CFRP) dan Titanium-Matrix Composite (TMC), dipadukan dengan pelapis Radar-Absorbing Material (RAM) berbasis metamaterial, Caret Inlet miring dengan saluran Serpentine S-Duct, serta 2D Thrust Vectoring Nozzle (TVN) untuk meredam jejak inframerah dan penampang radar (RCS).
  • Panjang: 18 m
  • Lebar sayap: 13m
  • Tinggi: 5.3m
  • Berat: tidak diketahui
  • Berat lepas landas maksimum: Tidak diketahui
  • Mesin: Varian Block 2 belum ditentukan, kemungkinan 2x Mesin Low-bypass Afterburning Turbofan
  • Sistem kontrol: Dilengkapi fitur Virtual AI Copilot dan sistem kendali manual untuk Pilot menggunakan Advanced DFBW atau Fly-by-Light yang terintegrasi dengan Thrust Vector Control (TVC) serta High Angle-of-Attack (AoA)
  • Sistem radar: Radar AESA-X (experimental)
  • Lambung Senjata Block 2: Internal Weapon Bay

Performa

  • kecepatan maksimum: 2,3 Mach sampai 2,6 Mach (sekitar 2.450 hingga 2.940 km/jam) twin-engine dengan 2D Thrust Vectoring Nozzle (Block 2).
  • Roaming (transonik): Tidak diketahui
  • Supercruise: Tidak diketahui
  • Radius feri: Tidak diketahui
  • Beban G: Tidak diketahui

Status Pengembangan

Meskipun rancangan teknologi superioritas udara di atas tercantum dalam dokumen spesifikasi target varian Block 2, pengaplikasian fitur siluman penuh seperti pelapis metamaterial, integrasi nosel vektor 2D, kompartemen internal, radar AESA dan lainnya masih berstatus proyeksi teknis jangka panjang.

Fokus Pengembangan I-22 Sikatan oleh Perusahaan swasta PT. infoglobal teknologi semesta bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Vimana Litbang pada tahap awal (Block 1) saat ini masih diprioritaskan pada varian pesawat latih lanjut, multiperan dan avionik nasional.

Lihat Juga

Pesawat tempur di level yang sama

Rancangan pesawat tempur buatan Indonesia

Lainnya

Referensi

  1. ↑ https://m.infoglobal.co.id/id/news/i22_Sikatan_jet_tempur_ringan_multirole_di_level_T50_dan_KF21
  2. ↑ "Infoglobal". www.infoglobal.co.id. Diakses tanggal 2023-05-21.
  3. 1 2 Rizkia, Zulaika (2023-11-13). "I-22 Sikatan Dikembangkan Bukan Buat TNI AU Tapi Infoglobal Rela Kucurkan Uang Karena Indonesia Ternyata Punya Bidikan - Zona Jakarta". I-22 Sikatan Dikembangkan Bukan Buat TNI AU Tapi Infoglobal Rela Kucurkan Uang Karena Indonesia Ternyata Punya Bidikan - Zona Jakarta. Diakses tanggal 2024-02-21.
  4. ↑ Liputan6.com (2014-04-22). "LFX, Pengembangan Pesawat Tempur Indonesia yang Tertunda". liputan6.com. Diakses tanggal 2023-06-30.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  5. 1 2 Sawiyya, Rangga Baswara (2022-11-06). "i-22 Sikatan, jet tempur ringan multirole di level T-50 dan KF-21". Airspace Review (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-07-01.
  6. ↑ "Cracking the Aircraft Designation Code". U.S. Naval Institute (dalam bahasa Inggris). 2019-06-01. Diakses tanggal 2023-07-01.
  7. 1 2 "Chinese Military Aircraft Designations". designation-systems.net. Diakses tanggal 2023-07-01.
  8. 1 2 "Soviet Union military aircraft designation systems". Wikipedia (dalam bahasa Inggris). 2023-04-19.
  9. ↑ Nurw (2022-11-26). "DEFENSE STUDIES: Menengok Konsep Pesawat Tempur Generasi 4,5 dari Infoglobal". DEFENSE STUDIES. Diakses tanggal 2023-05-21.
  10. ↑ Militer, Garuda (Kamis, 08 Desember 2022). "Garuda Militer: i-22 Sikatan Infoglobal". Garuda Militer. Diakses tanggal 2023-05-21.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  11. ↑ "Indo Defence 2022: Indonesian aerospace firm unveils 4.5-generation fighter concept". Janes.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-05-21.
  12. ↑ https://www.janes.com/osint-insights/defence-news/air/indo-defence-2022-indonesian-aerospace-firm-unveils-45-generation-fighter-concept
  13. ↑ Sawiyya, Rangga Baswara (2022-11-06). "i-22 Sikatan, jet tempur ringan multirole di level T-50 dan KF-21". Airspace Review (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-05-22.
  14. ↑ KASKUS. "Indo Defence 2022: PT Infoglobal Tampilkan Mockup Jet Tempur i-22 Sikatan". KASKUS. Diakses tanggal 2025-06-16.
  15. ↑ https://tni-au.mil.id/berita/detail/depohar-30-dislitbangau-dan-pt-its-berkolaborasi-dalam-reverse-engineering-pesawat-hawk-mk-209
  16. ↑ "Infoglobal". www.infoglobal.co.id. Diakses tanggal 2023-05-21. Sistem penuh tersebut ialah I-22 varian Multirole dan I-22 varian Superioritas Udara yang memang itu adalah kebutuhan primer pertahnan udara dari jenis pesawat tempur
  17. ↑ https://m.infoglobal.co.id/id/news/i22_Sikatan_jet_tempur_ringan_multirole_di_level_T50_dan_KF21
  18. ↑ "Infoglobal Pamerkan Kokpit Skala Penuh i-22 Sikatan". GBP (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-06-16.
  19. ↑ "Infoglobal Unveils Full-Scale i-22 Sikatan Cockpit". www.infoglobal.co.id. Diakses tanggal 2025-06-16.
  20. ↑ "Instagram/infoglobal". www.instagram.com. Diakses tanggal 2025-06-16.
  21. ↑ "I-22 Sikatan: Jet Tempur Ringan Multirole di Level T-50 dan KF-21". Infoglobal. Diakses tanggal 2026-09-23.
  22. ↑ "除土耳其无人机之外,又多一国仿制我们的歼20,连DSI进气道都有?_印尼_战机_国家". www.sohu.com. Diakses tanggal 2023-05-21.
  23. ↑ Sawiyya, Rangga Baswara (2022-11-06). "i-22 Sikatan, jet tempur ringan multirole di level T-50 dan KF-21". Airspace Review (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-05-22.
  24. ↑ Ramadhan, Azami (2025-07-01). "Alutsista Buatan Lokal Siap Tembus Dominasi Global" (PDF). Surabaya: Jawa Pos.
  25. 1 2 3 4 "BRIN Kenalkan Material Penyerap Gelombang Radar Berbasis Nanokomposit". Badan Riset dan Inovasi Nasional. 29 Juli 2026. Diakses tanggal 23 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan