Minggu, 04 Oktober 2026
04:44 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Imam Barnadib

Imam Barnadib

guru besar dan filsuf pendidikan Indonesia (1930–2010)

Bagikan:
Imam Barnadib
250px-Potret_resmi_Imam_Barnadib.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret resmi.
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta
PendahuluSutrisno Hadi Notowidagdo
PenggantiST. Vembriarto
Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
PendahuluIman Sudiyat
PenggantiSubronto Prodjoharjono
Informasi pribadi
Lahir(1930-09-01)1 September 1930
Meninggal26 Agustus 2010(2010-08-26) (umur 79)
Jogja International Hospital, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia
Suami/istriSutari Imam Barnadib
AlmamaterUniversitas Gadjah Mada
Universitas New York
Pekerjaan

Imam Barnadib (1 September 1930 – 26 Agustus 2010) merupakan seorang akademisi, ilmuwan pendidikan, dan penulis Indonesia. Ia dikenal secara luas sebagai tokoh yang mendalami filsafat pendidikan, filsafat Islam, dan pendidikan perbandingan. Ia juga pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Yogyakarta serta Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.

Kehidupan awal dan pendidikan

Imam Barnadib lahir di Kecamatan Tulakan, Pacitan, Jawa Timur, pada 1 September 1930.[1] Ia memulai pendidikan tinggi formalnya di Fakultas Sastra, Pedagogik, dan Filsafat (FSPF) Universitas Gadjah Mada di Bagian Pedagogik (sekarang Universitas Negeri Yogyakarta), di mana ia lulus dari program baccalauréat pada tahun 1955.[1] Fokus studinya sejak awal diarahkan pada ilmu kependidikan, yang pada masa itu sedang dalam tahap awal pengembangan sebagai disiplin ilmu mandiri di Indonesia.

Pendidikan pascasarjananya ditempuh di Amerika Serikat melalui Universitas New York (NYU). Di institusi tersebut, ia meraih gelar Master of Arts (M.A.) pada tahun 1959. Pada periode yang sama, ia juga menyelesaikan program Certificate of Advanced Study in Education. Ia sempat kembali ke Indonesia sebelum akhirnya melanjutkan studi doktoralnya di universitas yang sama. Pada tahun 1973, Barnadib resmi memperoleh gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) dengan disertasi berjudul "A Study of International Education Resources in ITEES (IKIP)".[1]

Karier

Karier profesional Barnadib di dunia pendidikan dimulai dengan keterlibatannya dalam kepengurusan struktural di lingkungan universitas. Ia menjabat sebagai Pembantu Dekan II di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Gadjah Mada pada periode 1962–1963. Ketika terjadi reorganisasi kelembagaan yang melahirkan IKIP Yogyakarta (sekarang Universitas Negeri Yogyakarta), ia melanjutkan peran kepemimpinannya sebagai Pembantu Rektor II pada tahun 1964 hingga 1969.[1]

Puncak karier manajerialnya di lingkungan institusi negeri terjadi ketika ia diangkat menjadi Rektor IKIP Yogyakarta, yang ia jabat sejak April 1974 hingga Februari 1979.[2] Selama masa jabatannya, ia bertanggung jawab atas pengembangan institusi yang merupakan pusat pencetakan tenaga pendidik di wilayah tersebut. Setelah purnatugas sebagai rektor, ia ditunjuk oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjabat sebagai Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah V DIY mulai April 1979 hingga Mei 1982.[2] Selain itu, ia juga memberikan kontribusi kepemimpinan pada sektor swasta dengan menjabat sebagai Rektor Universitas Sarjana Wiyata Tamansiswa (UST) dari tahun 1989 hingga 1992.[1][3]

Hingga masa purnabakti, Barnadib tetap aktif sebagai pengajar dan diangkat sebagai guru besar di Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga dan pada program studi Pendidikan Agama Islam di Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia sejak awal 1990-an.[2] Dalam struktur organisasi, ia juga sempat memimpin sebagai Ketua Komisi V Senat IKIP Yogyakarta. Fokus pengajarannya mencakup filsafat ilmu dan pendidikan perbandingan, yang menjadi rujukan bagi pengembangan teori pendidikan di Indonesia melalui berbagai makalah dan kuliah yang diberikannya kepada mahasiswa tingkat sarjana maupun pascasarjana.

Pemikiran

Barnadib merupakan salah satu pemikir utama dalam bidang filsafat pendidikan sistematis di Indonesia. Inti dari pemikirannya adalah upaya melakukan "adopsi dan reorientasi" terhadap teori-teori pendidikan Barat. Ia berpendapat bahwa sistem pendidikan di Indonesia harus terbuka terhadap perkembangan global namun tetap memiliki orientasi yang kuat terhadap nilai-nilai nasional dan Pancasila. Ia menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses pembentukan karakter yang berakar pada budaya bangsa.[4]

Dalam bidang pendidikan perbandingan, ia melakukan analisis mengenai sistem-sistem pendidikan di berbagai negara untuk menemukan model yang relevan bagi pengembangan standar kependidikan di tanah air. Karya tulisnya banyak dijadikan buku teks wajib di berbagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Beberapa publikasi utamanya antara lain Filsafat Pendidikan: Sistem dan Metode (1994), Dasar-dasar Pendidikan Perbandingan (1981), serta Filsafat Pendidikan: Tinjauan Mengenai Beberapa Aspek dan Proses Pendidikan (1982). Melalui literatur tersebut, ia memberikan kerangka teoretis bagi para pendidik mengenai cara memandang hubungan antara ilmu, nilai, dan praktik pengajaran di kelas.

Kehidupan pribadi dan kematian

Barnadib menikah dengan Sutari yang kemudian mengadopsi nama penuhnya menjadi Sutari Imam Barnadib. Sutari juga merupakan seorang profesor dan akademisi di bidang pendidikan anak usia dini. Pasangan ini dikaruniai lima orang anak. Imam wafat pada Kamis, 26 Agustus 2010, dalam usia 79 tahun setelah menjalani perawatan di RS Jogja International Hospital (JIH). Pemakamannya dihadiri oleh berbagai kalangan akademisi dan pejabat daerah sebagai bentuk penghormatan terakhir. Universitas Negeri Yogyakarta kemudian mengabadikan jasanya dengan menamakan salah satu gedung di kompleks Pascasarjana dengan nama Gedung Prof. Dr. Imam Barnadib.[5]

Penghargaan

Selain berkiprah di dunia akademik, Barnadib memiliki riwayat keterlibatan dalam masa perjuangan kemerdekaan. Atas kontribusinya pada masa tersebut, ia dianugerahi Bintang Gerilya pada tahun 1965. Penghargaan lain yang diterima dari pemerintah Indonesia adalah Satyalancana Karya Satya Kelas I pada tahun 1984, yang diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kesetiaan dan pengabdiannya sebagai pegawai negeri sipil. Pada tahun 1995, ia juga menerima Medali Perjuangan Angkatan 1945 dari Dewan Harian Nasional Angkatan 1945 bertepatan dengan peringatan HUT RI ke-50.[1]

Bibliografi

  • Dasar-dasar Pendidikan Perbandingan (1981)
  • Filsafat Pendidikan: Tinjauan Mengenai Beberapa Aspek dan Proses Pendidikan (1982)
  • Arti dan Metode Sejarah Pendidikan (1982)
  • Pemikiran Tentang Pendidikan Baru (1983)
  • Sistem Pendidikan Nasional Menurut Konsep Islam (1983)
  • Ke Arah Perspektif Baru Pendidikan (1988)
  • Pendidikan Perbandingan Buku Satu: Dasar-dasar (1990)
  • Pendidikan Perbandingan Buku Dua: Persekolahan dan Perkembangan Masyarakat (1990)
  • Filsafat Pendidikan: Sistem dan Metode (1994)
  • Beberapa Aspek Substansial Ilmu Pendidikan (1996)
  • Dasar-dasar Kependidikan: Memahami Makna dan Perspektif Beberapa Teori Pendidikan (1996)
  • Kode Etik Akademik (2002)

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 "Imam Barnadib, Tokoh Pendidikan Dari Pacitan". Pacitanku. 2013-07-27. Diakses tanggal 2026-01-01.
  2. 1 2 3 "Prof Imam Barnadib Berpulang". Fakultas Ilmu Agama Islam UII Yogyakarta. 2010-08-27. Diakses tanggal 2026-01-01.
  3. ↑ "Sejarah FKIP UST". fkip.ustjogja.ac.id. Diakses tanggal 2026-01-01.
  4. ↑ Akrim, Akrim (2023-06-13). "The Philosophy of Islamic education Based on Moderation Diversity in Indonesia". International Educational Research (dalam bahasa Inggris). 6 (2): p22–p22. doi:10.30560/ier.v6n2p22. ISSN 2576-3067.
  5. ↑ "Gedung Imam Barnadib | Pendidikan Geografi". s2pmpg.fisip.uny.ac.id. Diakses tanggal 2026-01-01.

Pranala luar

Jabatan akademik
Didahului oleh:
Sutrisno Hadi Notowidagdo
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta
1974–1979
Diteruskan oleh:
ST. Vembriarto
Didahului oleh:
Iman Sudiyat
Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
1989–1992
Diteruskan oleh:
Subronto Prodjoharjono
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan