Selasa, 13 Oktober 2026
17:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Ikan laut

Ikan laut

Bagikan:
330px-Salt_water_fish_with_Finnish_text.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Beberapa jenis ikan laut

Ikan laut atau Ikan air asin adalah spesies ikan yang hidup di dalam air laut. Berbeda dengan ikan air tawar yang menghendaki lingkungan hidup dengan kadar garam yang lebih rendah daripada kadar garam dalam cairan tubuhnya, ikan laut dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang memiliki kadar garam yang lebih tinggi dibandingkan dengan kadar garam dalam cairan tubuhnya. Ikan laut mempunyai cairan tubuh berkadar garam lebih rendah dibandingkan kadar garam di lingkungannya.

Jenis

Ikan pelagis

Ikan pelagis merupakan jenis ikan yang hidup hanya di permukaan laut. Pergerakan ikan-ikan pelagis sangat aktif dan dapat melakukan perpindahan dalam jarak yang jauh. Ikan-ikan pelagis membentuk gerombolan dalam skala besar. Beberapa jenis ikan pelagis memiliki nilai ekonomis yang tinggi, antara lain layang, selar kuning, lemuru, ikan kembung, tenggiri dan tuna.[1]

Ikan laut dalam

Ikan-ikan yang hidup di laut dalam memiliki tubuh yang berukuran kecil. Namun, bagian rahangnya berukuran besar dan dapat terbuka lebar. Ikan laut dalam juga dapat mencerna semua jenis makanan karena memiliki perut yang lentur. Makanan dari ikan-ikan laut dalam adalah sesamanya ikan laut dalam dan bangkai. Perilaku memangsa ini disebabkan oleh pasokan makanan yang sangat sedikit. Lingkungan hidup ikan-ikan laut dalam sangat gelap dan dingin.[2]

Habitat

Beberapa jenis ikan laut menjadikan ekosistem estuari sebagai habitat untuk melakukan perkawinan.[3]

Perilaku

Meminum air laut

Ikan laut berbeda dengan ikan air tawar yang tidak memiliki kebiasaan meminum air. Pada ikan laut yang hidup di lingkungan hipertonik, jumlah air yang berada di lingkungannya sangat sedikit. Karena itu, ikan laut meminum air laut untuk memenuhi kebutuhan metabolisme pada tubuhnya. Air ini diperoleh dari hasil ekstrasi air laut yang mengandung larutan garam.[4]

Komposisi kimia

Komposisi kimia pada ikan laut menjadi salah satu pemberi cita rasa pada daging ikan. Tingkatan cita rasa ini lebih kompleks dibandingkan dengan ikan air tawar. Selain komposisi kimia, cita rasa ikan laut dipengaruhi oleh reaksi metabolisme dan habitat yang menjadi lingkungan hidupnya.[5] Ikan laut memiliki rasio asam lemak omega-3 dan asam lemak omega-6 sebesar 5:15. Rasio asam lemak omega ini merupakan salah satu pembeda antara ikan laut dengan ikan air tawar.[6]

Budidaya

Ikan laut yang dibudidayakan dalam kolam jaring apung di laut, dapat mengalami kematian akibat kelimpahan plankton. Penyebabnya adalah kekurangan oksigen.[7]

Konsumsi

Omega-3 di dalam ikan laut jumlahnya berlimpah dan bermanfaat bagi pengurangan risiko penyakit kardiovaskular.[8]

Pengawetan

Dalam jumlah pasokan yang melimpah, ikan laut harus diawetkan. Tujuannya untuk mencegah kerugian akibat pembusukan ikan. Pengawetan ikan laut juga mempertahankan harga jualnya.[9]

Rujukan

  1. ↑ Kurnia, Ida (Desember 2017). Listianingsih, D. M., dan Adhari,, A. (ed.). Aspek Nasional dan Internasional Pemanfaatan Surplus Perikanan di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika. hlm. 169–170. ISBN 978-979-007-766-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Farndon, J., dan Kirkwood, J. (Februari 2003). Olivia, Femi (ed.). Ensiklopedia Mini Hewan. Diterjemahkan oleh Permata, Edia. Penerbit Erlangga. hlm. 44.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Widodo, D., dkk. (September 2021). Watrianthos, Ronal (ed.). Ekologi dan Ilmu Lingkungan. Yayasan Kita Menulis. hlm. 26. ISBN 978-623-342-211-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Fried, G. H., dan Hademenos, G. J. (2005). Safitri, Amalia (ed.). Biologi. Diterjemahkan oleh Tyas, Damaring (Edisi 2). Penerbit Erlangga. hlm. 205.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Tim Dosen Fakultas Pertanian UGM (2021). Deviyanti, Jesicca (ed.). Teknologi Tepat Guna: 75 th Fakultas Pertanian UGM Mengabdi. Yogyakarta: Lily Publisher. hlm. 285. ISBN 978-623-7267-79-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Suprayitno, E., dkk. Biokimia Produk Perikanan. Universitas Brawijaya Press. hlm. 94.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Kordi K., M. G. H., dan Tamsil, A. (2010). Suyantoro, Fl. Sigit (ed.). Pembenihan Ikan Laut Ekonomis Secara Buatan:. Yogyakarta: Lily Publisher. hlm. 156–157. ISBN 978-979-29-1382-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Lingga, Lanny (2012). Bebas Hipertensi Tanpa Obat. Jakarta: AgroMedia Pustaka. hlm. 95. ISBN 979-006-436-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Yasa Boga (2010). Koleksi 120 Resep Masakan Ikan dan Hasil Laut Lainnya. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 18. ISBN 978-602-03-3006-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan