Jumat, 02 Oktober 2026
00:43 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
INS Vikrant

INS Vikrant

Bagikan:
330px-%E0%B4%90.%E0%B4%8E%E0%B5%BB.%E0%B4%8E%E0%B4%B8%E0%B5%8D._%E0%B4%B5%E0%B4%BF%E0%B4%95%E0%B5%8D%E0%B4%B0%E0%B4%BE%E0%B4%A8%E0%B5%8D%E0%B4%A4%E0%B5%8D_%E0%B4%95%E0%B5%8A%E0%B4%9A%E0%B5%8D%E0%B4%9A%E0%B4%BF_%E0%B4%95%E0%B4%AA%E0%B5%8D%E0%B4%AA%E0%B5%BD_%E0%B4%B6%E0%B4%BE%E0%B4%B2%E0%B4%AF%E0%B4%BF%E0%B5%BD_%E0%B4%93%E0%B4%97%E0%B4%B8%E0%B5%8D%E0%B4%B1%E0%B5%8D%E0%B4%B1%E0%B5%8D_2013.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Karier
Mulai dibuat
Diluncurkan 12 Agustus 2013
Harga Unit -
Status
Karakteristik umum
Berat benaman 40000 ton
Panjang 262 m
Lebar 60 m
Draught-
Kecepatan 26 knop
Awak kapal 1400 orang (termasuk kru pesawat)
Persenjataan4 × Otobreda 76 mm

LR SAM systems with a multi-function radar[1]

CIWS
JulukanINS Vikrant

INS Vikrant (Sanskerta: berani) adalah kapal induk kelas Vikrant dibangun oleh Cochin Shipyard Limited untuk Angkatan Laut India dan merupakan kapal induk pertama yang dibangun oleh India. Kapal Induk INS Vikrant dengan bobot 40.000 ton, menjalani uji coba intensif hingga 2016 sebelum resmi dimasukkan ke armada Angkatan Laut India pada 2018. Saat INS Vikrant beroperasi penuh tahun 2018, India akan menjadi negara kelima yang telah merancang dan membangun kapal induk sendiri, bergabung dengan klub elite meliputi: Inggris, China, Prancis, Rusia dan Amerika Serikat.[2]

INS Vikrant nantinya akan memiliki panjang 260 meter dan lebar 60 meter. Proses pembuatan kapal mulai dari desain hingga penyelesaian tahap akhir, dikerjakan di dalam negeri dengan bahan besi kualitas tinggi yang diproduksi perusahaan milik negara. Peluncuran hari Senin menandai selesainya tahap pertama pembuatan INS Vikrant. Kapal ini akan kembali masuk galalangan untuk menjadi proses penyelesaian.[3]

INS Vikrant mampu mengangkut sekitar 30 pesawat tempur, dilengkapi dua landasan take off STOBAR (Short Take-Off But Arrested Recovery) konfigurasi ski-jump, serta satu fasilitas landing (landing strip) dengan tiga kabel penahan laju pesawat. Deck kapal didisain untuk mengakut sebagian besar (20 unit) Mig-29K atau HAL Tejas Mark 2 (naval variant), serta 10 helikopter Kamov Ka-31 atau Westland Sea King. Helikopter Ka-31 akan membawa peralatan airborne early warning (AEW) role dan Sea King menyiapkan kemampuan anti-submarine warfare (ASW).[1]

Kapal Induk ini digerakkan oleh 4 mesin General Electric LM2500 ditambah 2 shaft gas turbines, untuk menghasilkan tenaga 80MW yang bisa mendatangkan kecepatan 26 sampai 30 knot untuk INS Vikrant.

Referensi

  1. 1 2 "India Floats out Its First Indigenous Aircraft Carrier". Defencenow.com. 2 Januari 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-13. Diakses tanggal 2013-08-24.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "INS Vikrant's first victory: being built from Indian steel". Business Standard. 7 Agustus 2013. Diakses tanggal 7 Agustus 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "India starts work on second indigenous aircraft carrier". The Economic Times. Diakses tanggal 5 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan