Rabu, 07 Oktober 2026
19:06 WIB
TERKINI
Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara
Hyrachyus

Hyrachyus

genus mamalia

Bagikan:
Hyrachyus
Rentang waktu: Eosen
250px-Hyrachyus_minimus_drawing.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hyrachyus minimus
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
†Hyrachyus

Speaies
  • H. affinis
  • H. bicornutus
  • H. douglassi
  • H. eximius
  • H. modestus
  • H. minimus
  • ?H. stehlini
Artikel takson sembarang

Hyrachyus (Seperti Hyrax) adalah genus mamalia perissodactyl yang telah punah yang hidup pada masa Eosen di Eropa[1] dan Amerika Utara. Fosilnya juga ditemukan di Jamaika.[2] Hewan ini berkerabat dekat dengan Lophiodon.[3]

250px-Hyrachyus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerangka Hyrachyus.

Makhluk sepanjang 1,5 m (5 ft) ini berkerabat dengan palaeothere, dan diduga merupakan nenek moyang dari tapir dan badak modern. Secara fisik, hewan ini sangat mirip dengan tapir modern, meskipun tidak memiliki belalai tapir. Akan tetapi, giginya lebih mencirikan gigi badak. Ini menunjukkan bahwa hewan ini berkerabat dengan kedua kelompok hewan tersebut.[1]

Catatan kaki

  1. 1 2 Savage, RJG, & Long, MR (1986). Mammal Evolution: an illustrated guide. New York: Facts on File. hlm. 191. ISBN 0-8160-1194-X.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ Domning, D. P. (Desember 1997). "Oldest West Indian Land Mammal: Rhinocerotoid Ungulate from the Eocene of Jamaica". Journal of Vertebrate Paleontology. 1 (4). Society of Vertebrate Paleontology: 638–641. Diakses tanggal 2010-09-24.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Hayden, F.V. Report of the United States Geological Survey of the Territories, Volume III. (1883)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan