Jumat, 25 September 2026
22:57 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Hwarang

Hwarang

250px-Statue_of_Kim_Yushin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kim Yu-shin, salah seorang hwarang terkenal dari abad ke-7

Hwarang (makna harfiah:"pemuda bunga") adalah sebuah institusi kaum muda yang berkembang pada masa kerajaan Silla dari abad ke-6 sampai ke-10.[1][2] Hwarang disebut pula pungryudo, pungwoldo atau huksondo.[1] Kelompok ini dididik untuk menjadi pemimpin dalam masyarakat melalui pelatihan yang keras dalam bidang seni bela diri, disiplin diri, norma sosial dan perilaku.[1] Mereka diharuskan untuk mengembangkan etos yang melayani kepentingan negara, menghargai tradisi, serta menciptakan jiwa kooperasi, kesetiaan dan semangat.[1]

Rakyat Korea saat ini mengenal prinsip tersebut sebagai etos Hwarang.[1] Etos Hwarang dipelihara sepanjang sejarah Korea dan saat ini dijadikan sebagai prinsip Akademi Militer.[1] Hwarang melakukan banyak aktivitas olahraga, berburu, bertualang, berziarah, menyanyi, menari dan bermain.[1] Mereka juga mahir memanah, berkuda, berpedang, menombak, dan bermain bola (chukkuk).[1] Karena berprinsip pada patriotisme, mereka berada pada garis depan dalam pertempuran untuk melindungi negara.[1]

Hwarang juga melakukan ziarah ke tempat-tempat suci untuk mendisiplinkan diri dan melatih fisik.[1] Karena rakyat Silla memuja langit dan gunung, maka hwarang melakukan perjalanan di berbagai tempat suci di seluruh negeri seperti pegunungan dan pantai-pantai.[1]

Pranala luar

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 (Inggris) Lee Jin-soo (1990). "Yesterday's Korea Called Them "Flowers Of Youth" : In Korea Sports Are As Old As Humanity" (PDF). Koreana. 4: 7–16. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-04-19. Diakses tanggal 21 Juli 2010.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |month= diabaikan
  2. ↑ (Inggris) Gyeongju’s Newest Attraction, "Shilla Millennium Park" Diarsipkan 2010-02-10 di Wayback Machine., visitkorea. Diakses pada 21 Juli 2010.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan