Minggu, 18 Oktober 2026
00:19 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Hukum Engel

Hukum Engel

Bagikan:
250px-EngelsLaw.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menurut hukum Engel, jumlah pendapat yang dihabiskan untuk membeli makanan berkurang, bahkan meski jumlah pengeluaran makanan meningkat.

Dalam ilmu ekonomi, hukum Engel menyatakan bahwa saat pendapatan meningkat, proporsi pendapatan yang dihabiskan untuk membeli makanan berkurang, bahkan jika pengeluaran aktual untuk makanan meningkat. Dalam kata lain, elastisitas pendapatan makanan selalu di antara 0 dan 1.

Hukum ini dinamakan dari statistikawan Ernst Engel (1821–1896).

Hukum Engel tidak menunjukkan bahwa pengeluaran makanan tetap tak berubah saat pendapatan meningkat: hukum ini menunjukkan bahwa proporsi pengeluaran konsumen untuk produk makanan (dalam persenan) meningkat lebih kecil daripada peningkatan pendapatan.[1][2]

Salah satu penerapan hukum Engel adalah untuk melihat standar hidup suatu negara. Apabila "koefisien Engel" meningkat, maka negara ini lebih miskin, dan jika koefisiennya lebih kecil maka negara tersebut punya standar hidup yang tinggi.

Hubungan antara hukum Engel, perkembangan teknologi, dan proses perubahan struktural juga penting untuk menjelaskan pertumbuhan ekonomi jangka panjang seperti yang diusulkan oleh Paolo Leon(1967)[3] dan Luigi Pasinetti(1981).[4]

Pemikir komunis mengutip koefisien Engel sebagai pengukuran kuantitatif penderitaan kelas buruh. Beberapa pemikir Marxis menambah definisi koefisien Engel menjadi persentase pendapatan yang dihabiskan untuk membeli makanan, rumah, dan pakaian, atau dalam kata lain persentase pendapatan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan tetap hidup.

Referensi

  1. ↑ Engel, Ernst (1896) [1857]. (Edisi 2nd). hlm. 28–29. ... je aermer eine Familie ist, einen desto groesseren Antheil von der Gesamtausgabe muss zur Beschaffung der Nahrung aufgewendet werden ...{{cite book}}: |title= tidak ada atau kosong
  2. ↑ See Timmer, C. P.; Falcon, W. P.; Pearson, S. R. (1983). Food policy Analysis. Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm. 43. ISBN 0-8018-3072-9.
  3. ↑ Leon, P. (1967) Structural Change and Growth in Capitalism, Johns Hopkins, Baltimore
  4. ↑ Pasinetti, L. (1981), Structural Change and Economic Growth: a Theoretical essay on the dynamics of the wealth of nations, Cambridge University Press


Ikon rintisan

Artikel bertopik ekonomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan