Jumat, 16 Oktober 2026
01:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Hoko yari

Hoko yari

Bagikan:
Pit with about ten long blue-green rusty metal sticks arranged parallel to each other and six bells.
Hoko yari yang ditemukan di (ja:荒神谷遺跡) Hikawa, Shimane

Hoko yari adalah tombak kuno dari Jepang atau yari bisa dikatakan seperti tombak Cina.[1] hoko yari mulai dipakai antara Zaman Yayoi dan Zaman Heian,[2] atau selama Zaman Nara.[3]

Penampilan dan penggunaan

Hoko yari disebut sebagai tombak penjaga digunakan dalam melindungu pagar dan gerbang. Sumber menjelaskan hoko yari terpasang pada tiang setinggi enam kaki dengan pisau delapan inci, baik dalam bentuk daun atau dengan tepi bergelombang mirip dengan keris Melayu. Seperti pada periode sebelumnya fukuro yari, pisau logam memiliki soket berongga untuk tiang supaya masuk ke dalam.[4] Hoko yari juga memiliki tanduk berbentuk sabit dengan model keluar dan sedikit ke depan pada satu atau kedua sisi pisau, menunjukkan bahwa senjata ini digunakan untuk mendorong kembali musuh.[1]

Referensi

Senjata Jepang, armor dan peralatan
Pedang Konstruksi
Pedang dan Belati
Senjata Tombak
Senjata Praktek
Pedang
Armour
Jenis Armour
Pakaian
Perlengkapan Samurai
Chain and rope weapons
Rantai dan tali senjata
Staff Pedang
Pedang Jepang Lainnya
Perangkat Sinyal
Users


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan