Senin, 12 Oktober 2026
09:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Hiu mada

Hiu mada

Bagikan:
Hiu mada
250px-Sharks_Georgia_aquarium_sandbar_blacktip_zebra_guitarfish_wobbegong_-_37513335196.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CITES Apendiks II (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Chondrichthyes
Subkelas: Elasmobranchii
Subdivisi: Selachimorpha
Ordo: Carcharhiniformes
Famili: Carcharhinidae
Genus: Carcharhinus
Spesies:
C. melanopterus
Nama binomial
Carcharhinus melanopterus
(Quoy & Gaimard, 1824)
250px-Carcharhinus_melanopterus_distmap.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sinonim

Carcharias elegans Ehrenberg, 1871
Carcharias marianensis Engelhardt, 1912
Carcharias melanopterus Quoy & Gaimard, 1824
Carcharias playfairii Günther, 1870
Squalus carcharias minor Forsskål, 1775
Squalus commersonii* Blainville, 1816
Squalus ustus* Duméril, 1824

* sinonim ambigu

Hiu mada (Carcharhinus melanopterus) atau hiu karang sirip-hitam (ingg.: blacktip reef shark) merupakan salah satu jenis hiu yang termasuk dalam famili Carcharhinidae. Spesies ini dikenal dengan nama blacktip reef shark. Spesies hiu ini memiliki beberapa nama lokal di Indonesia, di antaranya hiu hitam dan kluyu karang (Lombok). Saat dewasa hiu ini dapat mencapai panjang kurang lebih 155 cm dengan berat sekitar 68 kg.

Deskripsi

250px-Blacktip_reef_shark.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ujung semua sirip Carcharhinus melanopterus yang berwarna hitam

Spesies hiu ini memiliki ciri utama yaitu semua siripnya memiliki ujung berwarna hitam. Ketampakan moncongnya bulat melebar (dari bawah) dengan ujung moncong ke mulut kurang lebih sama dengan jarak antara lubang hidung. Panjang tubuh berkisar antara 40–140 cm.[3]

Distribusi dan habitat

Spesies hiu ini umum dijumpai di sekitar terumbu karang dengan kedalaman antara 20–75 m.[4] Dapat ditemukan di hampir seluruh perairan karang di Indonesia.[3]

Status

Berdasarkan Daftar Merah IUCN, spesies hiu karang sirip hitam diklasifikasikan ke dalam NT (near threatened atau hampir terancam) karena sering tertangkap dan dijual di pasar ikan, beberapa di antaranya yaitu India dan Thailand.[5]

Referensi

  1. ↑ Simpfendorfer, C.; Yuneni, R.R.; Tanay, D.; Seyha, L.; Haque, A.B.; Fahmi; Bin Ali, A.; Bineesh, K.K.; Gautama, D.A.; Maung, A.; Sianipar, A.; Utzurrum, J.A.T.; Vo, V.Q. (2020). "Carcharhinus melanopterus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2020 e.T39375A58303674. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-3.RLTS.T39375A58303674.en. Diakses tanggal 3 Juni 2023.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 2022-01-14.
  3. 1 2
  4. ↑ Myers, R.F. (1999). Micronesian reef fishes: a comprehensive guide to the coral reef fishes of Micronesia. Barrigada. ISBN 0-9621564-5-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ "The IUCN Red List of Threatened Species". IUCN Red List of Threatened Species. Diakses tanggal 2020-03-06.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan