Jumat, 25 September 2026
21:18 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Himation

Himation

pakaian Yunani Kuno

250px-Delos_House_of_Cleopatra.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung-patung di "Rumah Kleopatra" di Delos, Yunani. Pria dan wanita mengenakan himation.

Himation (bahasa Yunani Kuno:ἱμάτιον, translit. himátion) adalah jenis pakaian, mantel atau bungkus yang dikenakan oleh pria dan wanita Yunani kuno dari periode Arkais hingga Helenistik (k. 750–30 SM). Pakaian ini biasanya dikenakan di atas khiton dan/atau peplos, tetapi terbuat dari tirai yang lebih berat dan berperan sebagai jubah atau selendang. Ketika himation digunakan sendiri, tanpa khiton, dan berfungsi baik sebagai khiton maupun sebagai jubah, itu disebut akhiton. Pembuatan himation memerlukan bahan yang jauh lebih sedikit daripada toga Romawi, yang biasanya sepotong kain wol persegi panjang yang besar. Banyak lukisan menggambarkan wanita mengenakan himation sebagai kerudung yang menutupi wajah mereka. Penggunaan himation berlanjut ke era Romawi Timur sebagai "pakaian ikonografi" yang digunakan dalam seni dan oleh kelas bawah, dikenakan oleh Kristus, Perawan Maria, dan tokoh-tokoh di Alkitab.[1]

Gaya pemakaian

250px-Sitting_Achilles_wrapped_in_a_himation%2C_depicted_on_a_greek_kylix_from_ca_500_BC.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Akhilles yang duduk terbungkus himation, digambarkan pada kylix Yunani dari k. 500 SM.

Himation tidak disimpan menggunakan pin, tidak seperti jenis pakaian luar Yunani Kuno lainnya. Saat dikenakan oleh pria, himation disampirkan di bahu kiri dan dililitkan ke seluruh tubuh, kecuali lengan kanan. Bagi wanita, himation memungkinkan lengan kanan atau kiri dibebaskan dari pakaian.[2]

Guci-guci yang menggambarkan kehidupan pada awal Yunani Arkais menunjukkan bahwa pria dari segala usia dan kelas sosial mengenakan himation di atas khiton. Namun pada abad ke-6, hanya kelompok pria tertentu yang terus memakai keduanya (mis., pendeta, ayah pengantin wanita, tokoh mitologis); pria yang belum menikah dan pria yang sudah menikah sama-sama hanya mengenakan himation. Wanita juga mulai mengenakan khiton dan himation selama periode yang sama dan melanjutkan kebiasaan tersebut hingga periode Helenistik.[2] Anak laki-laki yang lebih tua, yang berusia di atas efebos, jika tidak mengenakan gaya yang diikuti oleh pria dewasa, menutupi seluruh tubuhnya dengan himation.[3]

Meskipun tidak ada aturan pasti yang harus diikuti dalam memakai himation – kecuali selama ibadah di tempat suci Yunani – gaya yang diadopsi seseorang dapat memberikan arti yang berbeda dan masyarakat menilai sifat seseorang dari cara mereka memilih untuk memakai himation mereka.[2][3] Bagian tubuh mana yang mereka pilih untuk diungkapkan juga membuat orang lain memandangnya secara berbeda. Para filsuf Yunani Kuno pada masa itu menyebutkan sudut pandang ini dalam karya-karya mereka. Salah satunya, Theofrastos, menjelaskan ketidaksopanan itu dalam kitabnya berjudul Ethikoi Kharakteres (Ἠθικοὶ χαρακτῆρες, berarti "Karakter Etika") sebagai orang yang duduk sambil membiarkan himationnya disampirkan di atas lutut.[2]

Bagi wanita, himation juga bisa dipakai sebagai kerudung, seperti yang digambarkan pada beberapa lukisan guci dari zaman Arkais. Meski begitu, wanita jarang mengenakan himation tanpa khiton, terutama dari kalangan atas.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Renshaw, James (2008). In Search of the Greeks. London: Bristol Classical Press. hlm. 157. ISBN 978-1-8539-9699-3.
  2. 1 2 3 4 5 Lee, Mireille M. (2015-01-12). Body, Dress, and Identity in Ancient Greece (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. ISBN 978-1-107-05536-0.
  3. 1 2 Evans, Lady Maria Millington Lathbury (1893). Chapters on Greek Dress (dalam bahasa Inggris). Macmillan and Company.

Pranala luar

  • Media terkait Himation di Wikimedia Commons
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan