Kamis, 24 September 2026
22:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Heterodoksi

Pandangan atau praktik menyimpang dari ajaran resmiTemplat:SHORTDESC:Pandangan atau praktik menyimpang dari ajaran resmi

Heterodoksi (dari bahasa Yunani: ἑτεροδοξία, heterodoxia, "pandangan berbeda") adalah istilah yang merujuk pada pandangan, ajaran, atau praktik yang menyimpang dari ajaran resmi suatu agama, ideologi, atau tradisi. Dalam konteks keagamaan, heterodoksi biasanya dipandang sebagai bentuk penyimpangan dari ortodoksi, yakni ajaran yang dianggap benar dan sah menurut otoritas agama.

Definisi dan Konsep

Heterodoksi dapat mencakup berbagai bentuk penyimpangan, baik dalam aspek teologi, praktik ibadah, maupun penafsiran kitab suci. Dalam sejarah berbagai agama besar, heterodoksi kerap muncul sebagai respons terhadap perubahan sosial, politik, maupun intelektual, dan sering diposisikan sebagai tantangan terhadap otoritas keagamaan arus utama.

Dalam Islam

Dalam sejarah Islam, berbagai aliran teologis telah dikategorikan sebagai heterodoks. Salah satu contohnya adalah Mu'tazilah, yang mengedepankan rasionalisme dan kebebasan kehendak manusia, bertentangan dengan pandangan Asy'ariyah yang lebih ortodoks dan menekankan aspek takdir.

Di Indonesia, sarjana seperti Harun Nasution mendukung pendekatan rasional terhadap Islam dan membela pemikiran Mu'tazilah sebagai antitesis terhadap teologi fatalistik yang menurutnya menghambat kemajuan umat Islam.[1]

Contoh lain dari heterodoksi dalam Islam Indonesia adalah ajaran mistik Siti Jenar, yang dikenal dengan konsep wahdat al-wujud atau kesatuan wujud. Pandangan ini bertentangan dengan syariat formal, dan dianggap sesat oleh otoritas resmi Kesultanan Mataram, yang akhirnya menghukum mati Siti Jenar.[2]

Konteks Sosial dan Politik

Heterodoksi juga memiliki dimensi sosial dan politik. Dalam masyarakat Muslim India, misalnya, praktik keagamaan yang bercampur dengan tradisi lokal dan unsur-unsur sufisme sering dianggap heterodoks oleh kalangan ortodoks. Namun, praktik tersebut mencerminkan dinamika keberagaman dalam masyarakat Muslim.[3]

Dalam Filsafat

Dalam bidang filsafat, istilah heterodoksi digunakan untuk menyebut pandangan yang menyimpang dari arus utama. Dalam filsafat India, misalnya, terdapat aliran-aliran seperti Jainisme dan Buddhisme yang tidak mengakui otoritas Weda, sehingga dikategorikan sebagai sistem heterodoks. Meskipun demikian, aliran-aliran ini memiliki kontribusi besar dalam pemikiran filosofis di India.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. "Harun Nasution". Wikipedia. Diakses tanggal 8 Mei 2025.
  2. "Hikayat Heterodoksi". Arina.id. Diakses tanggal 8 Mei 2025.
  3. Fikri, Muhammad (2021). "Heterodoksi dalam Islam India". Refleksi. 20 (2): 201–218. Diakses tanggal 8 Mei 2025.
  4. "Pemahaman Heterodoksi dalam Filsafat". Academia.edu. Diakses tanggal 8 Mei 2025.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan