Kamis, 01 Oktober 2026
04:58 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Hermann Diels

Hermann Diels

filolog klasika Jerman, cendekiawan agama, sejarawan filsafat dan teknologi

Bagikan:
Hermann Diels
Hermann_Alexander_Diels.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir
Hermann Alexander Diels

18 Mei 1848
Meninggal4 Juni 1922(1922-06-04) (umur 74)
AlmamaterUniversitas Bonn
Dikenal karenaPenomoran Diels–Kranz
AnakFriedrich Ludwig Emil Diels
Karier ilmiah
BidangKlasika
Tempat kerjaUniversitas Berlin
Disertasi “De Galeni historia philosophia”  (1870)
Hermann Usener
Mahasiswa doktoral
Felix Jacoby
Mahasiswa terkenal lainnya

Hermann Diels (Jerman:[diːls]; 18 Mei 1848 – 4 Juni 1922) adalah seorang cendekiawan klasika berkebangsaan Jerman, yang berpengaruh di bidang filsafat Yunani Kuno dan dikenal dengan karyanya berjudul Die Fragmente der Vorsokratiker. Diels membantu mengenalkan istilah "Pra-Sokrates" ke dalam keilmuan klasika dan mengembangkan sistem penomoran Diels–Kranz untuk melabelkan naskah-naskah filsafat Yunani kuno pra-Sokrates.[1]

Kehidupan

Hermann Alexander Diels lahir dari pasangan Ludwig A Diels, seorang kepala stasiun kereta api; dan Anna D. Diels di Biebrich, Wiesbaden pada 18 May 1848 dan bersekolah di sebuah gymnasium di Wiesbaden (1858-67) sebelum melanjutkan pendidikan di sekolah menengah.

Dia menempuh pendidikan di Bonn dan Berlin, tetapi tidak memiliki cukup uang untuk menyelesaikan habilitasi. Alhasil, Diles menjadi guru di sebuah gymnasium di Flensburg, Gelehrtenschule des Johanneums di Hamburg, dan Konigstadtische Realschule di Berlin. Pada tahun 1882, Diels bergabung dengan fakultas Universitas Humboldt Berlin dan pada tahun 1886 menjadi professor ordinarius filologi klasik di lembaga yang sama. Selama ini, Diels adalah rekan dekat Eduard Zeller.

Diels menjadi anggota Akademi Berlin pada tahun 1881, Akademi Britania pada tahun 1907, anggota kehormatan asing Akademi Seni dan Ilmu Amerika pada tahun 1907,[2] dan anggota Masyarakat Filsafat Amerika pada tahun 1909.[3] Dia adalah salah satu pendiri Archiv für Geschichte der Philosophie pada tahun 1888 dan menyunting Commentaria in Aristotelem Graeca di Akademi Ilmu Pengetahuan Prusia dari tahun 1877 hingga 1909.[4]

Die Fragmente der Vorsokratiker

Dia sekarang dikenal karena kumpulan kutipan dari dan laporan tentang para filsuf pra-Sokrates.[a] Karyanya yang berjudul Die Fragmente der Vorsokratiker ("Kepingan-kepingan pra-Sokrates"), masih digunakan secara luas oleh para cendekiawan. Karya tersebut pertama kali diterbitkan pada tahun 1903, kemudian direvisi dan diperluas tiga kali oleh Diels, dan direvisi terakhir dalam dalam edisi ke-5 (1934–7) oleh Walther Kranz dan lagi dalam edisi keenam (1952). Edisi karya tersebut terdiri dari tiga jilid yang menyajikan, untuk masing-masing filsuf pra-Sokrates, baik kutipan dari karya mereka (sekarang sebagian besar hilang) yang disebarkan oleh penulis setelahnya, dan materi sumber sekunder yang dikenal sebaga testimonia.[b][5]

Berdasarkan pencacahan kepingan-kepingan Diels, testimonia dalam koleksi Diels dikenal sebagai "kepingan-A", sedangkan kutipan-kutipan dari pra-Sokratees dikenal sebagai "kepingan-B". Metode pelabelan Diels pada kepingan-kepingan itu telah menjadi cara baku untuk merujuk pada karya-karya filsuf pra-Sokrates.

Sebagai contoh, apa yang dianggap sebagai bagian pengantar puisi Parmenides tentang "Jalan Kebenaran dan Pendapat" dikutip oleh Sextus Empiricus dan Simplicius; dalam penomoran Diels–Kranz diberi label sebagai kepingan-28B1 — yaitu., bab 28, bagian B, kepingan 1. "28" adalah penomoran untuk Parmenides (kepada siapa Diels–Kranz mengabdikan bab 28 dalam penomoran edisi terkini), "B" menunjukkan bahwa itu adalah kutipan, dan "1" berarti bahwa itu adalah kutipan pertama dalam urutan kutipan Parmenides dari Diels. Di sisi lain, awal cerita Plato Plato (dalam Parmenides 127ff.) tentang dugaan kunjungan Parmenides dan Zenon ke Athena diberi label oleh Diels sebagai kepingan 29A11. "29" adalah singkatan dari Zenon (pra-Sokrates berikutnya setelah Parmenides dalam koleksi Diels), karena bagian khusus dalam Plato ini lebih berkaitan langsung dengan Zenon daripada Parmenides; "A" menunjukkan bahwa itu adalah "testimonium", sebuah cerita tentang filsuf yang bersangkutan, bukan kutipan; dan "11" berarti kesaksian ke-11 tentang Zenon pada Diels. Urutan filsuf pra-Sokrates dalam Diels kira-kira kronologis (dari Orfeus hingga penulis dissoi logoi yang tidak diketahui namanya); penomoran kepingan itu sendiri, dalam setiap bab, umumnya ditentukan oleh urutan abjad dari nama-nama sumber. Cara umum untuk mengutip kepingan dalam edisi Diels adalah menambahkan "Diels–Kranz" atau huruf "DK" ke nomor kepingan; jadi misalnya "28B1 Diels–Kranz" atau "28B1 DK".

Sering kali, seorang pengulas merujuk ke sebuah kepingan di Diels–Kranz dalam bentuk yang lebih singkat. Misalnya, seseorang dapat merujuk ke 28B1 hanya sebagai "Parmenides, kepingan 1".

Terlepas dari penghormatan yang diberikan kepada karya Diels termashyur, ada perdebatan yang terus berlanjut di antara para cendekiawan mengenai rincian susunan kepingannya. Misalnya, beberapa kepingan yang dikategorikan oleh Diels sebagai kutipan dianggap oleh beberapa cendekiawan pada kenyataannya hanyalah parafrasa atau penjelasan dari karya Presokratis yang bersangkutan. Selain itu, Diels–Kranz tentu saja tidak menyertakan kepingan yang ditemukan sejak penerbitannya, seperti kepingan dari papirus Strasbourg (diterbitkan tahun 1998), yang menyimpan potongan-potongan puisi Empedokles yang belum pernah dikenal sebelumnya di zaman modern (Apa yang kita miliki di Papirus Strasbourg tampaknya merupakan kelanjutan dari bagian ' Pada Alam karya Empedokles yaitu 31B17 DK).

Karya utama

  • Doxographi Graeci (Berlin, 1879, cetakan ulang Berlin: de Gruyter, 1929)
  • Simplicii In Aristotelis Physicorum libros quattuor priores commentaria (2 vol. Berlin, 1882–1895, cetakan ulang Berlin: de Gruyter, 1962)
  • Parmenides Lehrgedicht (Berlin, 1897, edisi kedua dengan kata pengantar baru oleh Walter Burkert, Sankt Augustin, Academia Verlag 2003)
  • Poetarum Philosophorum Fragmenta (Berlin, 1901, dicetak ulang Hildesheim: Weidmann 2000).
  • Die Fragmente der Vorsokratiker (Berlin, 1903, edisi ke-6., revisi oleh Walther Kranz (Berlin: Weidmann, 1952; edisi setelah tanggal 6 sebagian besar dicetak ulang dengan sedikit atau tanpa perubahan.)
  • Kleine Schriften zur Geschichte der antiken Philosophie disunting oleh Walter Burkert, Hildesheim: Georf Olms 1969

Catatan penjelas

  1. ↑ Kepopuleran istilah "pra-Sokrates" (Vorsokratiker dalam bahasa Jerman) awalnya disebabkan oleh Diels, meskipun istilah tersebut telah digunakan sejak Plato and the Other Companions of Sokrates (1865) oleh George Grote.
  2. ↑ Testimonia adalah: ulasan atas karya-karya pra-Sokrates, kisah hidup mereka dan pandangan filsafat mereka. Koleksinya mencakup terjemahan bahasa Jerman dari kutipan-kutipan pra-Sokrates, tetapi bukan dari testimonia.

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ "Presocratic Philosophy". Stanford Encyclopedia of Philosophy. Diakses tanggal Oktober 4, 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Member Directory". American Academy of Arts and Sciences. Diakses tanggal Oktober 4, 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Member History". American Philosophical Society. Diakses tanggal Oktober 4, 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "All Scholars: DIELS, Hermann Alexander". Rutgers. Diakses tanggal Oktober 4, 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Graham, Daniel W. (3 Mei 2018). "The Concept of Presocratic Philosophy: Its Origin, Development, and Significance". Notre Dame Philosophical Reviews. Diakses tanggal Oktober 4, 2022.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan