Senin, 12 Oktober 2026
06:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Herman Pieters

Herman Pieters

tokoh militer Indonesia

Bagikan:
Ini adalah nama Maluku, Ambon, marganya adalah Pieters
Herman Pieters
250px-Herman_Pieters%2C_Riwayat_Hidup_Anggota-Anggota_Majelis_Permusyawaratan_Rakyat_Hasil_Pemilihan_Umum_1971%2C_p815.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Panglima Komando Daerah Militer XV/Pattimurake-1
Informasi pribadi
Lahir(1924-12-17)17 Desember 1924
Meninggal12 Desember 1996(1996-12-12) (umur 71)
Suami/istriMartha Esterlina Salomina Pieters - Souisa
PekerjaanPrajurit Militer TNI AD
Karier militer
PihakIndonesia
Dinas/cabang40px-Insignia_of_the_Indonesian_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI Angkatan Darat
Pangkat40px-19-TNI_Army-BG.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Brigadir Jenderal TNI
SatuanInfanteri

Herman Pieters (17 Desember 1924 – 12 Desember 1996) adalah seorang pejuang kemerdekaan, Panglima Pertama Kodam XV/Pattimura dan pahlawan Nasional asal Maluku. Ia berasal dari keluarga Pieter di Negeri Erie (Nusaniwe), Ambon. Pendidikan yang diraihnya adalah Sekolah Teknik Elektro di Surabaya dari tahun 1939 – 1942. Kemudian pada tahun 1954 sampai tahun 1955 dan tahun 1961 sampai 1962 ia mengikuti Sekolah Staf Pimpinan Angkatan Darat. Meninggal dunia pada tanggal 12 Desember 1996 di RSPAD Gatot Soebroto dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.[1]

Karier

Periode Revolusi Nasional (1945–1949):

Pieters mengawali kariernya sebagai pejuang kemerdekaan dengan peran ganda di bidang militer dan diplomasi. Ia menjabat sebagai Asisten Gubernur Militer dan Perwira Penghubung yang mendampingi Perdana Menteri Sutan Syahrir selama Perundingan Linggarjati dan Konferensi Renville. Secara paralel, ia terlibat aktif dalam perang gerilya melawan Belanda di Jawa Timur (Surabaya dan Malang) dalam struktur Divisi Pattimura. Dedikasinya dalam upaya gencatan senjata diwujudkan melalui keanggotaannya di Panitia Pertimbangan Gencatan Senjata dengan Belanda di Malang, Mojokerto, dan Surabaya, serta Panitia Militer Negara Indonesia Timur di Makassar.

Karier Militer Pasca-Kemerdekaan (1950–1963):

Setelah kedaulatan diakui, Pieters memegang peran krusial dalam menjaga keutuhan NKRI. Ia memimpin pasukan dalam operasi penumpasan Pemberontakan Andi Azis di Makassar dan Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku. Karier militernya menanjak dengan penempatan sebagai Asisten Komandan Teritorium VII dan Perwira Peradilan Pengadilan Militer di Ambon (1953–1956),[2]disusul jabatan Komandan Resimen Infanteri 25 Maluku dan Daerah Militer Maluku serta Irian Barat (1956–1957).[3][4] Puncak karier teritorialnya adalah sebagai Komandan Kodam XV/Pattimura (1957–1959).[5] Sebelum pensiun dini pada tahun 1963, ia sempat menjabat sebagai Asisten D-II dari Kepala Staf Angkatan Darat (1961–1962).

Karier Sipil dan Politik (1963–1987):

Pasca-purnawirawan dari ABRI, Herman Pieters memasuki dunia korporasi dengan menjadi Presiden Direktur PT. Kora-Kora. Ia juga aktif dalam kancah politik nasional, mewakili Golongan Karya (Golkar) sebagai Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) selama dua periode, yakni pada tahun 1977 dan 1983–1987.

Tanda jasa dan penghargaan

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan