Sabtu, 07 November 2026
17:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Herman Musakabe

Herman Musakabe

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Herman Musakabe" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Agustus 2026)
Herman Musakabe
250px-Herman_Musakabe%2C_Kiat_Membangun_Kepemimpinan_Visioner%2C_Berdialog_Dengan_Perubahan_%282008%29%2C_p301.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gubernur Nusa Tenggara Timurke-5
PresidenSoeharto
PendahuluHendrikus Fernandez
PenggantiPiet Alexander Tallo
Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Daratke-18
PendahuluFeisal Tanjung
PenggantiE.E. Mangindaan
Informasi pribadi
LahirHerman Mosa Kabe
18 Juli 1940 (umur 86)
Partai politik  Golkar
Suami/istriAgnes Yeanette Musakabe-Samuel
Anak4
Profesi
Karier militer
PihakIndonesia
Dinas/cabang40px-Insignia_of_the_Indonesian_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI Angkatan Darat
Pangkat40px-20-TNI_Army-MG.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan)
SatuanInfanteri

Herman Musakabe (lahir 18 Juli 1940) adalah seorang Purnawirawan TNI Angkatan Darat yang terakhir kali berdinas militer sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat. Selain itu ia juga dikaryakan ke dalam jabatan sipil sebagai Gubernur Nusa Tenggara Timur. Selama mengemban jabatan gubernur, Herman Musakabe didampingi dua wakil gubernur yakni S.H.M. Lerrick (1993-1996) dan Piet Tallo (1996-1998).

Kehidupan awal

Herman lahir dari pasangan Henokh Mosa Kabe dan Anastasia.[1] Ayahnya, Henokh, berasal dari Ngada dan merupakan prajurit kavaleri pada KNIL yang ditugaskan di pulau Jawa. Sementara ibunya, Anastasia berasal dari Salatiga. Marganya adalah Mosa Kabe. Namun oleh masyarakat di lingkungan masa kecil dan remaja Herman maupun di tempat-tempat ia bertugas sebagai tentara, namanya lebih sering diucapkan sebagai Musakabe, maka penulisannya pun disesuaikan dengan pengucapan itu.[2]

Gubernur Nusa Tenggara Timur

Program Kerja

Melewati proses perencanaan yang tertuang dalam 7 Program Strategis Pembangunan NTT, yakni:

  1. Pengembangan Sumber Daya Manusia,
  2. Penanggulangan Kemiskinan,
  3. Pertumbuhan Ekonomi dan Industrialisasi,
  4. Peningkatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,
  5. Program Tata Ruang,
  6. Peningkatan Sistem Jaringan Perhubungan, dan
  7. Pengembangan Pariwisata.

Pemberlakuan seragam motif merupakan implementasi atau perwujudan dua dari tujuh Program Stragis Pembangunan yaitu Pembangunan Ekonomi dan Pengembangan Kepariwisataan.

Seragam motif tenun

Sebagai implementasi 7 program strategis, salah satu ide besarnya adalah mewajibkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mengenakan seragam motif.[3] Untuk PNS pria mengenakan baju motif sedangkan celana berbahan kain berwarna gelap, sedangkan PNS perempuan mengenakan rok dan baju berbahan motif – meskipun belakangan PNS mulai modifikasi dengan seturut seleranya. Seragam motif wajib dipakai pada setiap hari Kamis dan Jumat, selain hari tersebut PNS mengenakan seragam kheki atau seragama Linmas. Seragam motif PNS di lingkup pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota se-provinsi Nusa Tenggara Timur adalah warisan Musakabe. Warisan yang mungkin luput dari perhatian generasi PNS sesudahnya.

Musakabe menjadi perintis seragam motif di NTT yang berdampak luas secara nasional. Karena sesudah setelah Musakabe memberlakukan seragam motif, wilayah lain di belahan negeri ini mewajibkan seragam motif sesuai motif daerah masing-masing.

Pencetus Nikah Massal di Provinsi NTT

Cerita yang juga memberi kenangan tersendiri, kata Musakabe, adalah cerita tentang nikah masal. Ternyata, nikah massal pertama terjadi di zaman kepemiminan Gubernur NTT, Mayjen TNI Herman Musakabe.

Nikah massal paling banyak saat itu adalah di Kabupaten TTS dengan jumlah pasangan suami-istri mencapai 5000-an pasang.

“Kadang-kadang saya diejek sama teman-teman gubernur kalau ada pertemuan para gubernur. Kata mereka, masa gubernur urus nikah massal?

Tapi kemudian nikah massal itu diikuti di propinsi-propinsi lain,” kata Musakabe.

Bagi Musakabe dan istri, berbuat baik kepada orang lain itu penting dan ia sangat merasakan manfaatnya. Karena ia pernah merasakan, pada saat-saat tertentu ia mendapat bantuan atau kebaikan dari orang lain. “Tuhan memang membalas setiap kebaikan yang diperbuat pada saatnya,” kata Musakabe.

Karier Militer

  • Angkatan: 1963
  • Kesatuan: Infanteri
  • Pangkat Terakhir Militer Aktif: Mayor Jenderal TNI
  • Jabatan Terakhir Militer: Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI AD

Karier

  • Kolonel: Komandan Komando Resort Militer 161/Wira Sakti
  • Brigadir Jenderal: Kepala Staf Komando Daerah Militer IX/Udayana
  • Mayor Jenderal: Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI AD

Penghargaan

Tanda Kehormatan

Penghargaan Lainnya

Karya Tulis

Herman Musakabe merupakan sosok yang aktif menulis, terutama yang bergenre kepemimpinan dan kerohanian. Berikut beberapa buku karyanya.

  • Napak Tilas Perjalanan Hidupku: Berkat Kasih Setia-Nya (Yogyakarta: Alfa Press Pustaka, 2024)
  • Ziarah Kehidupan: Menapak Tilas Perjalanan Hidup dalam Penyertaan Tuhan (Jakarta: Citra Insan Pembaru, 2018)
  • Bunda Maria Pengentara, Pembela dan Penolong Kita (Jakarta: Citra Insan Pembaru, 2013)
  • Roh Kepemimpinan Sejati: Sebuah Pencarian Jatidiri Pemimpin (Jakarta: Citra Insan Pembaru, 2005)
  • Mencari Kepemimpinan Sejati: Di Tengah Krisis dan Reformasi (Jakarta: Citra Insan Pembaru, 2004)
  • Berkarya dalam Kasih dan Iman (Jakarta: Citra Insan Pembaru, 2003)
  • Pemimpin dan Krisis Multidimensi: Etika dan Moralitas Kepemimpinan (Kupang: Yayasan Citra Insan Pembaru, 2001)

Referensi

  1. 1 2 Musakabe, Herman (2024). Napak Tilas Perjalanan Hidupku: Berkat Kasih Setia-Nya. Yogyakarta: Alfa Press Pustaka. hlm. 391. ISBN 978-623-89403-0-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Tajuk TV (2024-06-03), Anak Muda dan Calon Pemimpin di NTT Wajib Dengar, Pesan Mantan Gubernur Herman Musakabe, diakses tanggal 2025-04-09
  3. ↑ Profil dan Biodata Herman Musakabe, Pencetus Nikah Masal dan Wajib kenakan Seragam Motif di NTT Diarsipkan 2019-04-15 di Wayback Machine, Bloggerntt.com, diakses 16 April 2019.
  4. ↑ "Herman Musakabe dan Esthon Terima Penghargaan". Pos-kupang.com. Diakses tanggal 2025-03-30.
  5. ↑ "Hidup Adalah Anugerah". Pos-kupang.com. Diakses tanggal 2025-03-30.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Hendrikus Fernandez
Gubernur Nusa Tenggara Timur
1993 - 1998
Diteruskan oleh:
Piet Alexander Tallo
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan