Kamis, 08 Oktober 2026
22:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Herman Hendrawan

aktivis asal Indonesia (1971 - 1998)

Bagikan:

Herman Hendrawan atau kadang dikenal juga dengan nama samaran Sadli, lahir 27 Mei 1971, adalah aktivis mahasiswa yang hilang dalam era reformasi 1998.[1] Ia mahasiswa jurusan Ilmu Politik, Fakultas FISIP, Universitas Airlangga. Ia Hendrawan aktif di PRD, Pusat Perjuangan Buruh Indonesia (PPBI), Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), dan SMID.[2]

Aktivisme

Herman Hendrawan, bersama rekannya yang kini masih hidup, Dandik, aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa. Ia lalu bergabung dengan PRD. Figurnya mulai menonjol saat mengikuti aksi bersama para aktivis mendukung PDI dan Megawati, merespon kejadian Kudatuli. pada 28 Juli 1996. Ia lalu ditarik menjadi pengurus pusat PRD. Setelahnya, Soeharto mencap PRD penjelmaan PKI dan dalang di balik Kudatuli. Akibatnya mereka terpaksa bersembunyi dan menyamarkan identitas untuk menghindari penculikan. Herman menggunakan nama samaran Sadli.[2][3]

Setelah terpilihnya kembali Soeharto pada bulan Maret 1998, Herman mengadakan konferensi pers pada tanggal 12 Maret 1998 di kantor YLBHI, di bawah nama Komite Nasional Perjuangan Demokrasi (KNPD). Setelah itu ia menghilang begitu saja, dengan semua kontak terputus.[4]

Dalam film

Profilnya, bersama Bima Petrus Anugerah, menjadi sosok yang dibahas dalam film "Yang Tak Pernah Hilang", yang dibuat oleh rekan-rekan seperjuangannya sebagai pengingat nasib orang-orang hilang pada era reformas 1998 yang hingga kini tidak pernah diselesaikan.[5][6]

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan