Senin, 28 September 2026
00:11 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Herman Hendrawan

aktivis asal Indonesia (1971 - 1998)

Herman Hendrawan atau kadang dikenal juga dengan nama samaran Sadli, lahir 27 Mei 1971, adalah aktivis mahasiswa yang hilang dalam era reformasi 1998.[1] Ia mahasiswa jurusan Ilmu Politik, Fakultas FISIP, Universitas Airlangga. Ia Hendrawan aktif di PRD, Pusat Perjuangan Buruh Indonesia (PPBI), Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), dan SMID.[2]

Aktivisme

Herman Hendrawan, bersama rekannya yang kini masih hidup, Dandik, aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa. Ia lalu bergabung dengan PRD. Figurnya mulai menonjol saat mengikuti aksi bersama para aktivis mendukung PDI dan Megawati, merespon kejadian Kudatuli. pada 28 Juli 1996. Ia lalu ditarik menjadi pengurus pusat PRD. Setelahnya, Soeharto mencap PRD penjelmaan PKI dan dalang di balik Kudatuli. Akibatnya mereka terpaksa bersembunyi dan menyamarkan identitas untuk menghindari penculikan. Herman menggunakan nama samaran Sadli.[2][3]

Setelah terpilihnya kembali Soeharto pada bulan Maret 1998, Herman mengadakan konferensi pers pada tanggal 12 Maret 1998 di kantor YLBHI, di bawah nama Komite Nasional Perjuangan Demokrasi (KNPD). Setelah itu ia menghilang begitu saja, dengan semua kontak terputus.[4]

Dalam film

Profilnya, bersama Bima Petrus Anugerah, menjadi sosok yang dibahas dalam film "Yang Tak Pernah Hilang", yang dibuat oleh rekan-rekan seperjuangannya sebagai pengingat nasib orang-orang hilang pada era reformas 1998 yang hingga kini tidak pernah diselesaikan.[5][6]

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan