Rabu, 14 Oktober 2026
17:28 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Hendrik Marsman

Hendrik Marsman

Bagikan:
250px-HendrikMarsman193X.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hendrik Marsman

Hendrik Marsman (lahir di Zeist, 30 September 1899 dan meninggal di laut 21 Juni 1940) adalah seorang penulis sajak dan prosa asal Belanda. [1] Sebelum menjadi penulis sajak dan prosa, Hendrik Marsman pernah berkuliah hukum di Ultrecht.[1] Semula ia bekerja sebagai pengacara di kota itu, tetapi ia segera mengalihkannya dalam bidang sastra.[1] Pada tahun 1921 sampai tahun 1922, Marsman mengunjungi Jerman dan segera terpengaruh pada ekspresionisme yang sedang menanjak, yang lebih menonjolkan lirik kota besar dengan bayangan tegang pengalaman romantik penyair.[1] Di antara tokoh impresionisme Jerman pada saat itu adalah Trakl dan Heym.[1] Pengaruh ini sangat jelas pada kumpulan sajak Verzen yang diterbitkan pada tahun 1923.[1] Dalam perkembangan selanjutnya, Marsman mengakui hanya ada satu hukum kehidupan dan membuat dirinya menjadi penyebar paham vitalisme.[1] Pada tahun 1930, Marsman mengundurkan diri dari jabatannya sebagai redaktur majalah De Vrije Bladen karena menurutnya majalah ini tidak mampu menggelorakan semangat generasi muda.[1] Mundurnya ia dari redaktur ini juga menandakan akhir karierernya dalam bidang jurnalistik.[1] Akhirnya sejak tahun 1933, ia memfokuskan diri dalam bidang literatur di daratan Eropa.[2] Karya-karyanya sering kali memperlihatkan ketakutannya pada kematian.[1] Karyanya ini juga memengaruhi karakteristik karya sastra dunia, termasuk karya sastra Angkatan ’45, era Chairil Anwar.[1]

Hendrik Marsman kemudian meninggal di tengah lautan ketika kapal yang membawa dirinya melarikan diri ke Inggris dibom oleh Angkatan Laut Jerman pada 21 Juni 1940.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 (Indonesia) Shaadily, Hassan. Ensiklopedia Indonesia Jilid 4. Jakarta: Ichtiar Baru dan Van Hoeve.
  2. 1 2 (Inggris) "Biography of Hendrik Marsman".
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan