Sabtu, 26 September 2026
02:59 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia

Hatawano

Hatawano adalah salah satu dari dua jazirah atau tanjung di Pulau Saparua.[1] Jazirah yang satunya dikenal dengan nama Jazirah Tenggara atau Honimoa. Keduanya diakui sebagai dua bagian dari Pulau Saparua, dengan Pulau Saparua secara keseluruhan berfungsi sebagai bagian ketiga. Hatawano sering dideskripsikan sebagai daerah Saparua Utara atau Saparua Timur Laut.

Etimologi

Nama Hatawano secara umum dimaknai sebagai "daerah yang menghadap ke rimba raya".[2] Hata berarti menghadap atau bertengadah (tegenoverliggend dalam bahasa Belanda) dan wano berarti rimba raya atau alam liar (wildernis).[3] Rimba raya atau alam liar yang dimaksud adalah Pulau Seram.[2]

Sejarah

Menurut tradisi lisan, penduduk terawal di Saparua berasal dari Pulau Seram yang menyinggahi tanjung di utara pulau. Dari tempat pendaratan tersebut, guna memastikan keamanan, mereka naik ke perbukitan dan mendirikan kampung-kampung yang pertama. Nantinya salah satu kampung tersebut berkembang dan menjelma menjadi Negeri Iha, yang sedikit banyak sistem atau struktur pemerintahannya menyerupai kerajaan, sehingga di kenal sebagai Kerajaan Iha.

Geografi

Wilayah pesisir Hatawano di sebelah barat menghadap ke Teluk Tuhaha, sementara di sebelah timur dan utara menghadap ke Laut Banda. Tidak ada permukiman di pesisir timur. Semua permukiman berada di pesisir barat.

Administrasi

Hatawano saat ini termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, dan terdiri dari lima negeri dan satu negeri administratif. Keenam negeri dan negeri administratif di Hatawano, berjejer dari selatan ke utara meliputi Tuhaha, Mahu, Ihamahu, Iha, Nolloth, dan Itawaka, dengan Tuhaha sebagai pintu masuk sekaligus permukiman utamannya.[4] Tuhaha pula merupakan lokasi dari ibu kota Kecamatan Saparua Timur.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Rosmin Tutupoho 1991, hlm. 20.
  2. 1 2 M. Sapija 1984, hlm. 28.
  3. ↑ 1911, hlm. 473.
  4. ↑ Rosmin Tutupoho 1991, hlm. 21.

Daftar pustaka

  • M. Sapija (1984). Kisah Perjuangan Pattimura. Jakarta: Lembaga Penunjang Pembangunan Nasional. hlm. 28.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |link= diabaikan
  • Tutupoho, Rosmin (1991). Pengendalian sosial tradisional daerah Maluku. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 20, 21.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |link= diabaikan
  • "Beschrijving der Toenmalige Residentiën op Hitoe en de Oeliasers, benevens van Seram". Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde van Nederlandsch-Indië. 65 (3): 473. 1911. Diakses tanggal 8 Mei 2024.
Maluku

Artikel bertopik geografi Maluku ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan