Sabtu, 31 Oktober 2026
23:38 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Halcyon senegalensis

Halcyon senegalensis

Bagikan:
Halcyon senegalensis
250px-Woodland_Kingfisher_%28Halcyon_senegalensis%29_South_Africa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halcyon senegalensis cyanoleuca
dan kicauannya di Afrika Selatan
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Coraciiformes
Famili: Alcedinidae
Subfamili: Halcyoninae
Genus: Halcyon
Spesies:
H. senegalensis
Nama binomial
Halcyon senegalensis
(Linnaeus, 1766)
Sinonim

Alcedo senegalensis Linnaeus, 1766

Halcyon senegalensis adalah spesies raja udang yang hidup di pepohonan dan tersebar luas di wilayah Afrika subsahara. Burung ini memiliki suara keras dan nyaring, menyerupai bunyi gemerincing paku yang jatuh. Cekakak hutan dikenal sangat teritorial dan dapat menyerang siapa pun yang dianggap mengganggu, termasuk manusia. Penampilannya mencolok, terutama ketika ia membentangkan sayapnya dan memperlihatkan lapisan putih yang kontras. Saat mencari mangsa, burung ini biasanya berburu dari tempat bertengger yang terbuka, seperti dahan mati, atau duduk diam di area yang setengah teduh sambil mengamati pergerakan mangsanya.

Deskripsi

Burung ini berukuran sedang dengan panjang sekitar 23 cm (9,1 inci). Individu dewasa memiliki punggung, panel sayap, dan ekor berwarna biru cerah. Bagian kepala, leher, serta bagian bawah tubuh berwarna putih, sedangkan bahunya tampak hitam. Saat terbang, cekakak hutan menunjukkan pola penerbangan yang cepat dan lurus. Paruhnya yang besar memiliki kombinasi warna: rahang atas merah dan rahang bawah hitam. Kaki serta tungkainya berwarna abu-abu gelap. Pada sebagian individu, kepala dapat terlihat lebih keabu-abuan, yang kadang menimbulkan kemiripan dengan cekakak bakau. Namun demikian, spesies ini dapat dibedakan dari cekakak bakau melalui beberapa ciri khusus. Terdapat penutup mata gelap yang membentuk garis melalui mata (cekakak bakau tidak memiliki garis ini), sayap bagian bawah serta bulu primer dan sekundernya berwarna hitam dengan penutup sayap bawah putih (pada cekakak bakau terdapat bercak karpal hitam pada penutup putih tersebut). Bagian dalam pangkal bulu terbang berwarna putih sehingga menghasilkan palang sayap putih yang samar, sesuatu yang tidak muncul pada cekakak bakau. Dadanya tetap berwarna putih, sementara pada cekakak bakau cenderung lebih keabu-abuan. Tidak ada perbedaan mencolok antara jantan dan betina, tetapi individu muda tampil lebih kusam dibandingkan yang dewasa dan memiliki paruh berwarna coklat.[2]

Persebaran

Cekakak hutan memiliki persebaran luas di wilayah tropis Afrika Selatan Sahara, dan dapat ditemukan mulai dari daerah sekitar Pretoria hingga ke utara. Spesies ini umumnya menetap dalam wilayah sekitar 8° dari garis khatulistiwa, namun populasi yang berada di bagian paling utara dan selatan akan melakukan perpindahan menuju zona khatulistiwa selama musim kemarau. Burung ini merupakan penghuni umum berbagai tipe habitat berhutan yang memiliki keberadaan beberapa pohon, terutama pohon akasia termasuk area yang berdekatan dengan permukiman manusia. Meskipun tergolong “cekakak” atau raja udang, spesies ini lebih memilih lingkungan yang kering dengan hutan yang lebih konvensional dan tidak selalu berada dekat sumber air. Biasanya hidup menyendiri, tetapi kadang dapat dijumpai dalam kelompok kecil.[3]

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2016). "Halcyon senegalensis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T22683260A92981264. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22683260A92981264.en. Diakses tanggal 22 November 2025.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Fry, C. Hilary; Fry, Kathie; Harris, Alan (1992). Kingfishers, Bee-eaters, and Rollers. London: Christopher Helm. hlm. 159–160. ISBN 978-0-7136-8028-7.
  3. ↑ Woodall, P. F. (2020). "Woodland Kingfisher (Halcyon senegalensis), version 1.0". Birds of the World (dalam bahasa Inggris). doi:10.2173/bow.wookin1.01. ISSN 2771-3105.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan