Senin, 28 September 2026
04:00 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Halcyoninae

Halcyoninae

subfamili burung

Raja-udang kayu
250px-Woodland_Kingfisher_%28Halcyon_senegalensis%29_South_Africa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Raja udang hutan
(Halcyon senegalensis)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Coraciiformes
Famili: Alcedinidae
Subfamili: Halcyoninae
Vigors, 1825
Genus
Artikel takson sembarang

Raja-udang pohon, yang juga disebut raja-udang kayu atau Halcyoninae, merupakan subfamili terbesar dari tiga subfamili burung dalam keluarga raja-udang, dengan sekitar 70 spesies yang terbagi ke dalam 12 genus, termasuk beberapa spesies kukabura. Subfamili ini diperkirakan berasal dari wilayah Indochina dan Asia Tenggara Maritim, lalu menyebar ke berbagai daerah di dunia. Raja-udang pohon tersebar luas di Asia dan Australasia, tetapi juga ditemukan di Afrika serta pulau-pulau di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, dengan memanfaatkan beragam habitat mulai dari hutan hujan tropis hingga hutan terbuka.

Taksonomi

Subfamili raja-udang pohon sering disebut Daceloninae, nama yang diperkenalkan oleh Charles Lucien Bonaparte pada tahun 1841. Namun, nama Halcyoninae yang diperkenalkan oleh Nicholas Aylward Vigors pada tahun 1825 lebih awal dan memiliki prioritas penamaan.[1]

Subfamili Halcyoninae merupakan salah satu dari tiga subfamili dalam keluarga raja-udang (Alcedinidae). Dua subfamili lainnya adalah Alcedininae dan Cerylinae. Subfamili Halcyoninae mencakup sekitar 70 spesies yang terbagi dalam 12 genus.[2] Sebuah studi molekuler yang diterbitkan pada tahun 2017 menemukan bahwa genus Dacelo dan Actenoides dalam definisi saat ini bersifat parafiletik. Kookaburra paruh sekop dalam genus monospesifik Clytoceyx sebenarnya termasuk dalam Dacelo, dan raja-udang berkilau dalam genus monospesifik Caridonax berada dalam Actenoides.[3]

Referensi

  1. ↑ Bock, Walter J. (1994). History and Nomenclature of Avian Family-Group Names. Bulletin of the American Museum of Natural History. Vol. 222. New York: American Museum of Natural History. hlm. 118. hdl:2246/830.
  2. ↑ Gill, Frank; Donsker, David, ed. (2017). "Rollers, ground rollers & kingfishers". World Bird List Version 7.2. International Ornithologists' Union. Diakses tanggal 28 Mei 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Andersen, M.J.; McCullough, J.M.; Mauck III, W.M.; Smith, B.T.; Moyle, R.G. (2017). "A phylogeny of kingfishers reveals an Indomalayan origin and elevated rates of diversification on oceanic islands". Journal of Biogeography. 45 (2): 1–13. doi:10.1111/jbi.13139.
Genera burung luntur, rangkong, raja udang, burung pelatuk dan kerabat punah mereka
Leptosomiformes
Leptosomidae
Eucavitaves
Trogoniformes
Trogonidae
Picocoraciae
Bucerotiformes
    • lihat di bawah ↓
Picodynastornithes
Coraciiformes
    • lihat di bawah ↓
Piciformes
    • lihat di bawah ↓
Pharomachrus antisianus
†Laurillardiidae
†Messelirrisoridae
Upupi
Phoeniculidae
Upupidae
Buceroti
Bucorvidae
Bucerotidae
Penelopides manillae
incertae sedis
†Eocoraciidae
†Geranopteridae
†Primobucconidae
Brachypteraciidae
Coraciidae
Meropidae
Alcedines
Alcedinidae
Alcedininae
Cerylinae
Halcyoninae
Momotidae
Todidae
Septencoracias morsensis Ceyx cyanopectus
incertae sedis
†Gracilitarsidae
†Sylphornithidae
Galbuli
Bucconidae
Galbulidae
Pici
incertae sedis
†Miopiconidae
†Picavidae
Ramphastides
Capitonidae
Lybiidae
Megalaimidae
Ramphastidae
Semnornithidae
Picides
Indicatoridae
Picidae
    • lihat di bawah ↓
Galbula hylochoreutes

Psilopogon faber&Psilopogon nuchalis

Ramphastos sulfuratus
incertae sedis
Jynginae
Picumninae
Sasiinae
Picinae
Nesoctitini
Hemicircini
Picini
Campephilini
Melanerpini
Campephilus principalis
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan