Sabtu, 17 Oktober 2026
12:45 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Haju lui

Haju lui

Bagikan:
Haju lui
250px-Fraxinus_griffithii2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Lamiales
Famili: Oleaceae
Genus: Fraxinus
Seksi: Fraxinus sect. Ornus
Spesies:
F. griffithii
Nama binomial
Fraxinus griffithii

Fraxinus griffithii, yang dikenal dengan nama lokal haju lui di Indonesia, dan juga memiliki nama umum ash himalaya atau ash hijau abadi, merupakan spesies tumbuhan berbunga dari genus Fraxinus. Persebarannya tercatat meliputi Filipina, Indonesia, Vietnam, Myanmar, Taiwan, Tiongkok, Bangladesh, dan India. Tumbuhan ini kerap dibudidayakan sebagai tanaman hias di Australia, namun di wilayah tersebut ia berstatus sebagai spesies invasif.[2][3][4]

Di Indonesia, persebaran tumbuhan ini tercatat di Kepulauan Sunda Kecil.[5] Di Nusa Tenggara Timur tumbuhan ini dikenal dengan nama lokal haju lui, masyarakat suku manggarai memanfaatkanya sebagai obat bengkak.[6]

Referensi

  1. ↑ Oldfield, S. (2018). "Fraxinus griffinthii". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2018 e.T96443960A96443962. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-1.RLTS.T96443960A96443962.en. Diakses tanggal 13 Januari 2023.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Queensland Government. "Fraxinus griffithii, Weeds of Australia". Diakses tanggal 23 Januari 2018.
  3. ↑ The Plant List. A working list of all plant species. "Fraxinus griffithii". Diakses tanggal 23 Januari 2018.
  4. ↑ "Galat skrip: tidak ada modul tersebut "eFloras".". International Plant Names Index (IPNI) (dalam bahasa Inggris). Royal Botanic Gardens, Kew; Harvard University Herbaria & Libraries; Australian National Botanic Gardens.
  5. ↑ Hidayat, S.; Zuhud, E. A.; Widyatmoko, D. (Juli 2020). "Medicinal plants of the Lesser Sunda Islands". IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 528 (1). IOP Publishing: 012017. doi:10.1088/1755-1315/528/1/012017.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  6. ↑ Wardani, D. C.; Nariya, A. P.; Muzdalifah, S. A.; Sigit, D. V. (2021). "Studi Analisis Tumbuhan Obat Suku Manggarai di Nusa Tenggara Timur". Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi. 13 (1): 48–54. doi:10.24815/jbe.v13i1.21842.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan