Sabtu, 17 Oktober 2026
00:31 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Peter Gustav Lejeune Dirichlet

Peter Gustav Lejeune Dirichlet

Bagikan:
250px-Peter_Gustav_Lejeune_Dirichlet.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peter Gustav Lejeune Dirichlet

Johann Peter Gustav Lejeune Dirichlet (13 Februari 1805 – 5 Mei 1859) ialah matematikawan Jerman yang dihargai karena definisi "formal" modern dari fungsi.

Keluarganya berasal dari kota Richelet di Belgia, dari yang nama belakangnya "Lejeune Dirichlet" ("le jeune de Richelet" = "anak muda dari Richelet") diturunkan, dan di mana kakeknya tinggal.

Dirichlet lahir di Düren, di mana ayahnya merupakan kepala kantor pos. Ia mendapatkan pendidikan di Jerman, dan kemudian Prancis, di mana ia belajar dari banyak matematikawan terkemuka saat itu. Karya pertamanya ialah pada teorema akhir Fermat. Inilah konjektur terkenal (kini terbukti) yang menyatakan bahwa untuk n > 2, persamaan xn + yn = zn tak memiliki solusi bilangan bulat, selain daripada yang trivial yang mana x, y, atau z itu 0. Ia membuat bukti parsial untuk kasus n = 5, yang dilengkapi oleh Adrien-Marie Legendre, yang merupakan salah satu wasit. Dirichlet juga melengkapi pembuktiannya sendiri hampir di saat yang sama; kemudian ia juga menciptakan bukti penuh untuk kasus n = 14.

Ia menikahi Rebecca Mendelssohn, yang berasal dari keluarga Yahudi berpengaruh, menjadi cucu filsuf Moses Mendelssohn, dan saudari komponis Felix Mendelssohn.

Ferdinand Eisenstein, Leopold Kronecker, dan Rudolf Lipschitz ialah muridnya. Setelah kematiannya, ceramah Dirichlet dan hasil lain dalam teori bilangan dikumpulkan, disunting dan diterbitkan oleh kawannya dan matematikawan Richard Dedekind dengan judul Vorlesungen über Zahlentheorie (Ceramah pada Teori Bilangan).

Teori bilangan

Teori bilangan merupakan minat penelitian utama Dirichlet, suatu bidang di mana ia menemukan beberapa hasil yang mendalam dan dalam membuktikannya memperkenalkan beberapa alat fundamental, banyak di antaranya kemudian dinamai menurut namanya. Pada tahun 1837, Dirichlet membuktikan teoremanya tentang barisan aritmatika menggunakan konsep dari analisis matematika untuk mengatasi masalah aljabar, sehingga menciptakan cabang teori bilangan analitik. Dalam membuktikan teorema tersebut, ia memperkenalkan karakter Dirichlet dan fungsi L. Dalam artikel tersebut, ia juga mencatat perbedaan antara konvergensi absolut dan konvergensi bersyarat dari deret dan dampaknya pada apa yang kemudian disebut teorema deret Riemann. Pada tahun 1841, ia menggeneralisasi teorema barisan aritmatikanya dari bilangan bulat ke gelanggang bilangan bulat Gaussian.[1]

Analisa

250px-Fourier_Series.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
empat aproksimasi Dirichlet untuk deret Fourier pertama dari gelombang persegi

Dirichlet menemukan dan membuktikan kondisi konvergensi untuk dekomposisi deret Fourier. Terinspirasi oleh karya mentornya di Paris, Dirichlet menerbitkan sebuah memoar terkenal pada tahun 1829 yang memberikan syarat-syarat yang menunjukkan fungsi mana yang konvergensi deret Fourier berlaku. Sebelum solusi Dirichlet, tidak hanya Fourier, tetapi juga Poisson dan Cauchy telah mencoba tanpa hasil untuk menemukan bukti konvergensi yang ketat. Memoar tersebut menunjukkan kesalahan Cauchy dan memperkenalkan uji Dirichlet untuk konvergensi deret. Memoar itu juga memperkenalkan fungsi Dirichlet sebagai contoh fungsi yang tidak dapat diintegralkan (integral tentu masih merupakan topik yang sedang berkembang pada saat itu), dan dalam bukti teorema untuk deret Fourier, memperkenalkan kernel Dirichlet dan integral Dirichlet.[2]

Penghargaan

Dirichlet terpilih sebagai anggota beberapa akademi:

  • Akademi Ilmu Pengetahuan Prusia (1832)
  • Akademi Ilmu Pengetahuan Saint Petersburg (1833) – anggota korespondensi
  • Akademi Ilmu Pengetahuan Göttingen (1846)
  • Akademi Ilmu Pengetahuan Prancis (1854) – anggota asing
  • Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia (1854)
  • Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Belgia (1855)
  • Royal Society (1855) – anggota asing
  • Pada tahun 1855, Dirichlet dianugerahi medali kelas sipil dari ordo Pour le Mérite atas rekomendasi Alexander von Humboldt. Kawah Dirichlet di Bulan dan asteroid 11665 Dirichlet dinamai menurut namanya.

Publikasi terpilih

Referensi

  1. ↑ Kanemitsu, Shigeru; Chaohua Jia (2002). Number theoretic methods: future trends. Springer. hlm. 271–274. ISBN 978-1-4020-1080-4.
  2. ↑ Bressoud, David M. (2007). A radical approach to real analysis. MAA. hlm. 218–227. ISBN 978-0-88385-747-2.

Lihat pula

Pranala luar


Flag of JermanBiography icon

Artikel bertopik biografi Jerman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan