Rabu, 04 November 2026
06:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Teorema Terakhir Fermat

Teorema Terakhir Fermat

teorema dalam teori bilangan bahwa tidak ada solusi bilangan bulat nontrivial dari xⁿ + yⁿ = zⁿ untuk bilangan bulat n> 2

Bagikan:
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
60px-Project_Translation_inspection_logo1.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dari Fermat's Last Theorem di en.wikipedia.org. Isinya masih belum akurat, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai bahasa aslinya, harap pertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan.
(Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel)
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Teorema Terakhir Fermat" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Juni 2018)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Untuk teorema lain dinamai Pierre de Fermat, lihat Teorema Fermat. Untuk buku oleh Simon Singh, lihat Teorema Terakhir Fermat (buku).
Dugaan terkenal abad ke-17 dibuktikan oleh Andrew Wiles pada tahun 1994Templat:SHORTDESC:Dugaan terkenal abad ke-17 dibuktikan oleh Andrew Wiles pada tahun 1994
Teorema Terakhir Fermat
250px-Diophantus-II-8-Fermat.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Edisi 1670 dari Diophantus 's' 'Arithmetica' 'termasuk komentar Fermat, yang disebut sebagai "Last Theorem" (Observatio Domini Petri de Fermat), diterbitkan secara anumerta oleh putranya.
CabangTeori bilangan
Pertama kali dinyatakan olehPierre de Fermat
Pertama kali dinyatakan padaca 1637
Pertama kali dibuktikan olehAndrew Wiles
Pertama kali dibuktikan padaReleased 1994, published 1995

Dalam teori bilangan, Teorema Terakhir Fermat (kadang disebut juga konjektur Fermat, terutama dalam teks-teks lama) menyatakan bahwa tidak ada tiga bilangan positif bulat a, b, dan c yang dapat memenuhi persamaan an + bn = cn untuk setiap bilangan bulat n yang lebih besar daripada 2. Kasus n = 1 dan n = 2 telah lama diketahui sejak zaman kuno memiliki tak terhingga banyaknya solusi.[1]

Pernyataan ini pertama kali dikemukakan sebagai sebuah teorema oleh Pierre de Fermat sekitar tahun 1637 pada catatan pinggir sebuah salinan Arithmetica. Fermat menambahkan bahwa ia memiliki sebuah pembuktian yang “terlalu besar untuk dimuat di pinggiran halaman”. Walaupun sejumlah klaim Fermat lain yang ia tuliskan tanpa bukti kemudian berhasil dibuktikan oleh matematikawan setelahnya dan kini dikenal sebagai teorema-teorema Fermat (misalnya Teorema Fermat tentang jumlah dua kuadrat), Teorema Terakhir Fermat tetap bertahan tanpa pembuktian. Hal ini menimbulkan keraguan apakah Fermat benar-benar memiliki bukti yang sahih. Karena itu, pernyataan tersebut lebih sering disebut konjektur ketimbang teorema. Setelah 358 tahun upaya tak henti dari para matematikawan, pembuktian yang berhasil pertama kali diumumkan pada tahun 1994 oleh Andrew Wiles dan diterbitkan secara resmi pada 1995. Dalam kutipan penghargaan Hadiah Abel tahun 2016, pembuktian itu disebut sebagai sebuah "lompatan menakjubkan" dalam matematika.[2] Pembuktian tersebut juga mengonfirmasi sebagian besar dari konjektur Taniyama–Shimura, yang kemudian dikenal sebagai teorema modularitas, sekaligus membuka jalan baru bagi pendekatan terhadap banyak persoalan lain serta melahirkan teknik pengangkatan modularitas yang sangat kuat.

Masalah terbuka ini telah merangsang perkembangan teori bilangan aljabar sepanjang abad ke-19 dan ke-20. Karena pengaruhnya yang begitu luas, baik di ranah matematika maupun budaya secara umum, teorema ini termasuk salah satu yang paling menonjol dalam sejarah matematika.

Sejarah

Pencetusan oleh Fermat

Sekitar tahun 1637, Fermat menulis teorema tersebut pada pinggiran salah satu halaman buku Arithmetica (karangan Diophantus) miliknya, yang artinya:

Tidak mungkin untuk memisahkan dua bilangan kubik menjadi dua bilangan kubik, atau suatu bilangan pangkat empat menjadi dua bilangan pangkat empat lainnya, atau pada umumnya, bilangan berpangkat lebih dari 2 menjadi dua bilangan berpangkat sama. Saya telah menemukan bukti yang benar-benar menakjubkan tentang hal ini, yang pinggiran buku ini terlalu sempit untuk memuatnya.

Namun, tidak diketahui apakah Fermat benar-benar menemukan bukti untuk semua pangkat n {\displaystyle n} {\displaystyle n}. Satu-satunya bukti Fermat tentang itu yang masih bertahan adalah bukti untuk n = 4 {\displaystyle n=4} {\displaystyle n=4}.

Bukti untuk pangkat tertentu

Untuk bilangan pangkat 4

Kasus untuk bilangan pangkat 4 {\displaystyle 4} {\displaystyle 4} dibuktikan oleh Fermat sendiri. Ia menggunakan teknik infinite descent untuk membuktikan bahwa persamaan x 4 − y 4 = z 2 {\displaystyle x^{4}-y^{4}=z^{2}} {\displaystyle x^{4}-y^{4}=z^{2}} tidak memiliki solusi primitif (solusi dengan x , y , z {\displaystyle x,y,z} {\displaystyle x,y,z} tiap pasangnya relatif prima). Hal tersebut mengakibatkan Teorema Fermat Terakhir berlaku untuk n = 4 {\displaystyle n=4} {\displaystyle n=4}, karena persamaan a 4 + b 4 = c 4 {\displaystyle a^{4}+b^{4}=c^{4}} {\displaystyle a^{4}+b^{4}=c^{4}} bisa ditulis c 4 − b 4 = ( a 2 ) 2 {\displaystyle c^{4}-b^{4}=(a^{2})^{2}} {\displaystyle c^{4}-b^{4}=(a^{2})^{2}}.

Bilangan pangkat lain

Setelah Fermat membuktikan kasus n = 4 {\displaystyle n=4} {\displaystyle n=4}, tersisa untuk membuktikan kasus bahwa n {\displaystyle n} {\displaystyle n} prima ganjil. Dengan kata lain, tersisa untuk membuktikan bahwa persamaan a n + b n = c n {\displaystyle a^{n}+b^{n}=c^{n}} {\displaystyle a^{n}+b^{n}=c^{n}} tidak memiliki solusi bulat ( a , b , c ) {\displaystyle (a,b,c)} {\displaystyle (a,b,c)} jika n {\displaystyle n} {\displaystyle n} bilangan prima yang ganjil. Hal ini karena jika ada suatu solusi ( a , b , c ) {\displaystyle (a,b,c)} {\displaystyle (a,b,c)} untuk pangkat n {\displaystyle n} {\displaystyle n}, maka ada solusi untuk pangkat semua faktor positif n {\displaystyle n} {\displaystyle n}.

Sebagai contoh, misalkan n = d e {\displaystyle n=de} {\displaystyle n=de}, dengan d {\displaystyle d} {\displaystyle d} dan e {\displaystyle e} {\displaystyle e} faktor n {\displaystyle n} {\displaystyle n}. Maka, a n + b n = c n {\displaystyle a^{n}+b^{n}=c^{n}} {\displaystyle a^{n}+b^{n}=c^{n}} ekuivalen dengan ( a d ) e + ( b d ) e = ( c d ) e {\displaystyle (a^{d})^{e}+(b^{d})^{e}=(c^{d})^{e}} {\displaystyle (a^{d})^{e}+(b^{d})^{e}=(c^{d})^{e}}. Jadi, ada solusi untuk pangkat e {\displaystyle e} {\displaystyle e} yang merupakan faktor n {\displaystyle n} {\displaystyle n}.

Jadi, untuk membuktikan bahwa persamaan Fermat tidak memiliki solusi untuk n > 2 {\displaystyle n>2} {\displaystyle n>2}, cukup untuk membuktikan bahwa tidak ada solusi untuk faktor prima manapun dari setiap n {\displaystyle n} {\displaystyle n}. Setiap bilangan bulat n > 2 {\displaystyle n>2} {\displaystyle n>2} habis dibagi 4 {\displaystyle 4} {\displaystyle 4} atau bilangan prima ganjil (atau keduanya). Jadi, Teorema Terakhir Fermat bisa dibuktikan untuk semua n {\displaystyle n} {\displaystyle n} jika bisa dibuktikan untuk n = 4 {\displaystyle n=4} {\displaystyle n=4} dan semua n = p {\displaystyle n=p} {\displaystyle n=p} dengan p {\displaystyle p} {\displaystyle p} prima ganjil.

Hubungan dengan kurva eliptik

Strategi yang pada akhirnya menghasilkan bukti Teorema Terakhir Fermat muncul dari Konjektur Taniyama-Shimura-Weil (sekarang bernama teorema modularitas (Inggris: modularity theorem)), yang dicetuskan sekitar 1955. Pada tahun 1980-an, Gerhard Frey, Jean-Pierre Serre, dan Ken Ribet menghubungkan konjektur tersebut dengan persamaan yang dicetuskan Fermat. Dengan menemukan bukti sebagian dari konjektur tersebut pada 1994, Andrew Wiles akhirnya berhasil membuktikan Teorema Terakhir Fermat.

Konjektur Taniyama-Shimura-Weil

Sekitar 1955, matematikawan Jepang Goro Shimura dan Yutaka Taniyama mengamati kemungkinan hubungan antara dua bidang berbeda dalam matematika, yaitu kurva eliptik dan bentuk modular. Mereka mencetuskan suatu konjektur yang disebut Konjektur Taniyama-Shimura-Weil, yang menyatakan bahwa setiap kurva eliptik bersifat modular, yang berarti ia bisa dihubungkan dengan tepat satu bentuk modular.

Teorema Ribet untuk kurva Frey

Dalam 1984, Gerhard Frey mengamati suatu hubungan antara persamaan Fermat dan Konjektur Taniyama-Shimura-Weil (sekarang bernama teorema modularitas). Jika persamaan Fermat memiliki solusi ( a , b , c ) {\displaystyle (a,b,c)} {\displaystyle (a,b,c)} untuk pangkat p > 2 {\displaystyle p>2} {\displaystyle p>2}, maka dapat ditunjukkan bahwa kurva eliptik semistabil

y 2 = x ( x − a p ) ( x + b p ) {\displaystyle y^{2}=x(x-a^{p})(x+b^{p})} {\displaystyle y^{2}=x(x-a^{p})(x+b^{p})} (yang sekarang disebut kurva Frey)

memiliki sifat-sifat yang tidak biasa, sehingga Frey menduga bahwa kurva eliptik tersebut tidak modular. Hal ini berlawanan dengan teorema modularitas yang menyatakan bahwa semua kurva eliptik bersifat modular. Oleh karena itu, jika teorema modularitas berhasil dibuktikan, maka Teorema Terakhir Fermat mungkin juga terbukti.

Mengikuti strategi ini, sebuah bukti Teorema Terakhir Fermat membutuhkan dua langkah. Pertama, membuktikan teorema modularitas, setidaknya untuk kurva eliptik semistabil. Kedua, menunjukkan bahwa dugaan Frey benar: jika suatu kurva eliptik dibuat dengan cara ini, dengan bilangan-bilangan yang merupakan solusi persamaan Fermat, maka kurva eliptik yang dihasilkan tidak modular. Hal ini disebut konjektur epsilon (Inggris: epsilon conjecture). Pada 1986, konjektur ini dibuktikan oleh Ken Ribet, dan sekarang disebut sebagai Teorema Ribet (Inggris: Ribet's theorem).

Bukti umum oleh Wiles

Setelah mendengar keberhasilan Ribet membuktikan Teorema Ribet, Andrew Wiles, seorang matemtikawan Inggris, memutuskan untuk menyelesaikan langkah berikutnya: membuktikan teorema modularitas untuk kurva eliptik semistabil.

Pada tahun 1993, Wiles merasa telah meyelesaikan bukti Teorema Terakhir Fermat. Namun, kemudian ditemukan suatu kesalahan dalam bukti Wiles. Sekitar satu tahun kemudian, pada 1994 Wiles berhasil memperbaiki buktinya. Pada akhirnya, Teorema Terakhir Fermat terbukti, 357 tahun setelah dicetuskan.

Hubungan dengan masalah lain dan generalisasi

Teorema Terakhir Fermat mempertimbangkan solusi untuk persamaan Fermat: an + bn = cn with bilangan bulat positif a, b, dan c dan bilangan bulat n lebih besar dari 2. Ada beberapa generalisasi dari persamaan Fermat ke persamaan yang lebih umum yang memungkinkan adanya eksponen n menjadi bilangan bulat negatif atau rasional, atau untuk mempertimbangkan tiga eksponen berbeda.

Persamaan Fermat Umum

Persamaan Fermat menggeneralisasi pernyataan teorema terakhir Fermat dengan mempertimbangkan solusi bilangan bulat positif a, b, c, m, n, k sebagai bilangan yang memuaskan[3]

a m + b n = c k . {\displaystyle a^{m}+b^{n}=c^{k}.} {\displaystyle a^{m}+b^{n}=c^{k}.}

 

 

 

 

(1)

Secara khusus, bilangan beksponen m, n, k tidak seharusnya sama, sedangkan teorema terakhir Fermat mempertimbangkan kasus bilangan bulat tersebut m = n = k.

Dugaan Beal, atau dikenal juga sebagai dugaan Mauldin[4] dan dugaan Tijdeman-Zagier,[5][6][7] menyatakan bahwa tidak ada solusi untuk persamaan Fermat umum dalam bilangan bulat positif a, b, c, m, n, k karena a, b, dan c menjadi koprima berpasangan dan semua m, n, k lebih besar dari 2.[8]

Konjektur Fermat–Catalan menggeneralisasi teorema terakhir Fermat dengan ide-ide dari konjektur Catalan.[9][10] Dugaan tersebut menyatakan bahwa persamaan Fermat yang digeneralisasi hanya memiliki solusi ``hasil tak hingga (a, b, c, m, n, k) dengan triplet nilai yang berbeda (am, bn, ck), di mana a, b, c adalah bilangan bulat koprima positif dan m , n , k adalah bilangan bulat positif yang memuaskan

1 m + 1 n + 1 k < 1. {\displaystyle {\frac {1}{m}}+{\frac {1}{n}}+{\frac {1}{k}}<1.} {\displaystyle {\frac {1}{m}}+{\frac {1}{n}}+{\frac {1}{k}}<1.}

 

 

 

 

(2)

Pernyataan tersebut tentang keterbatasan himpunan solusi karena ada 10 solusi yang diketahui.[3]

Persamaan Fermat Invers

Ketika kita mengizinkan eksponen n menjadi kebalikan dari bilangan bulat, yaitu n = 1/m untuk beberapa bilangan bulat m , kita memiliki persamaan Fermat invers a 1 / m + b 1 / m = c 1 / m . {\displaystyle a^{1/m}+b^{1/m}=c^{1/m}.} {\displaystyle a^{1/m}+b^{1/m}=c^{1/m}.} Semua solusi persamaan ini dihitung oleh Hendrik Lenstra pada tahun 1992.[11] Dalam kasus di mana akar m th harus nyata dan positif, semua solusi diberikan oleh[12]

a = r s m {\displaystyle a=rs^{m}} {\displaystyle a=rs^{m}}
b = r t m {\displaystyle b=rt^{m}} {\displaystyle b=rt^{m}}
c = r ( s + t ) m {\displaystyle c=r(s+t)^{m}} {\displaystyle c=r(s+t)^{m}}

untuk bilangan bulat positif r, s, t dengan s dan t koprima.

Eksponen rasional

Untuk persamaan Diophantine a n / m + b n / m = c n / m {\displaystyle a^{n/m}+b^{n/m}=c^{n/m}} {\displaystyle a^{n/m}+b^{n/m}=c^{n/m}} dengan n tidak sama dengan 1, Bennett, Glass, dan Székely membuktikan pada tahun 2004 untuk n > 2, bahwa jika n dan m koprima, maka ada solusi bilangan bulat jika dan hanya jika 6 membagi m , dan a 1 / m {\displaystyle a^{1/m}} {\displaystyle a^{1/m}}, b 1 / m , {\displaystyle b^{1/m},} {\displaystyle b^{1/m},} dan c 1 / m {\displaystyle c^{1/m}} {\displaystyle c^{1/m}} adalah akar kompleks keenam yang berbeda dari bilangan riil yang sama.[13]

Eksponen bilangan bulat negatif

n = −1

Semua solusi bilangan bulat primitif (yaitu, solusi tanpa faktor prima yang sama untuk semua a, b, dan c) ke persamaan optik a − 1 + b − 1 = c − 1 {\displaystyle a^{-1}+b^{-1}=c^{-1}} {\displaystyle a^{-1}+b^{-1}=c^{-1}} dapat ditulis sebagai[14]

a = m k + m 2 , {\displaystyle a=mk+m^{2},} {\displaystyle a=mk+m^{2},}
b = m k + k 2 , {\displaystyle b=mk+k^{2},} {\displaystyle b=mk+k^{2},}
c = m k {\displaystyle c=mk} {\displaystyle c=mk}

untuk bilangan bulat positif pada koprima m, k.

n = −2

Kasus selanjutnya n = −2 juga memiliki solusi tak terhingga, dan ini memiliki interpretasi geometris dalam istilah segitiga siku-siku dengan sisi bilangan bulat dan ketinggian bilangan bulat ke sisi miring.[15][16] All primitive solutions to a − 2 + b − 2 = d − 2 {\displaystyle a^{-2}+b^{-2}=d^{-2}} {\displaystyle a^{-2}+b^{-2}=d^{-2}} maka rumus nya ialah

a = ( v 2 − u 2 ) ( v 2 + u 2 ) , {\displaystyle a=(v^{2}-u^{2})(v^{2}+u^{2}),} {\displaystyle a=(v^{2}-u^{2})(v^{2}+u^{2}),}
b = 2 u v ( v 2 + u 2 ) , {\displaystyle b=2uv(v^{2}+u^{2}),} {\displaystyle b=2uv(v^{2}+u^{2}),}
d = 2 u v ( v 2 − u 2 ) , {\displaystyle d=2uv(v^{2}-u^{2}),} {\displaystyle d=2uv(v^{2}-u^{2}),}

untuk bilangan bulat koprima u , v dengan v > u. Interpretasi geometrisnya adalah bahwa a dan b adalah kaki bilangan bulat dari segitiga siku-siku dan d adalah ketinggian bilangan bulat ke sisi miring. Kemudian sisi miring itu sendiri adalah bilangan bulat

c = ( v 2 + u 2 ) 2 , {\displaystyle c=(v^{2}+u^{2})^{2},} {\displaystyle c=(v^{2}+u^{2})^{2},}

demikian (a, b, c) adalah Triple Pythagoras.

n < −2

Tidak ada solusi dalam bilangan bulat untuk a n + b n = c n {\displaystyle a^{n}+b^{n}=c^{n}} {\displaystyle a^{n}+b^{n}=c^{n}} untuk bilangan bulat n < −2. Bila ada, persamaan dapat dikalikan dengan a | n | b | n | c | n | {\displaystyle a^{|n|}b^{|n|}c^{|n|}} {\displaystyle a^{|n|}b^{|n|}c^{|n|}} untuk memperoleh ( b c ) | n | + ( a c ) | n | = ( a b ) | n | {\displaystyle (bc)^{|n|}+(ac)^{|n|}=(ab)^{|n|}} {\displaystyle (bc)^{|n|}+(ac)^{|n|}=(ab)^{|n|}}, which is mustahil oleh Teorema Terakhir Fermat.

dugaan abc

Dugaan abc secara kasar menyatakan bahwa jika tiga bilangan bulat positif a, b dan c (karena itu namanya) adalah koprime dan memuaskan a + b = c, maka radikal d dari abc biasanya tidak lebih kecil dari c. Secara khusus, konjektur abc dalam formulasi paling standarnya menyiratkan teorema terakhir Fermat untuk n yang cukup besar.[17] konjektur Szpiro yang dimodifikasi setara dengan konjektur abc dan oleh karena itu memiliki implikasi yang sama.[18] Versi efektif dari dugaan abc, atau versi efektif dari dugaan Szpiro yang dimodifikasi, menyiratkan Teorema Terakhir Fermat secara langsung..[19]

Hadiah dan bukti yang salah

250px-Fermat_Last_Theorem_%22proof%22_registered_by_Ukraine_officials.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sertifikat hak cipta Ukraina untuk "bukti" Teorema Terakhir Fermat

Pada tahun 1816, dan lagi pada tahun 1850, Akademi Ilmu Pengetahuan Prancis menawarkan hadiah untuk bukti umum Teorema Terakhir Fermat.[20] Pada tahun 1857, Akademi memberikan 3.000 franc dan medali emas kepada Kummer untuk penelitiannya tentang angka-angka ideal, meskipun dia belum mengirimkan entri untuk hadiah tersebut.[21] Hadiah lain ditawarkan pada tahun 1883 oleh Akademi Brussel.[22]

Pada tahun 1908, industrialis dan matematikawan amatir Jerman Paul Wolfskehl mewariskan 100.000 mark emas—jumlah uang yang besar pada saat itu—dan diberikan kepada Göttingen Academy of Sciences untuk menawarkan sebagai hadiah atas bukti lengkap Teorema Terakhir Fermat.[23] Pada 27 Juni 1908, Akademi menerbitkan sembilan aturan pemberian hadiah. Antara lain, aturan ini mengharuskan bukti dipublikasikan dalam jurnal peer-review; hadiah tidak akan diberikan sampai dua tahun setelah publikasi; dan bahwa tidak ada hadiah yang akan diberikan setelah 13 September 2007, kira-kira satu abad setelah kompetisi dimulai.[24] Wiles menerima hadiah uang Wolfskehl, saat itu senilai $50.000, pada 27 Juni 1997.[25] Pada bulan Maret 2016, Wiles dianugerahi Hadiah Abel dari pemerintah Norwegia senilai €600.000 untuk "bukti menakjubkan dari Teorema Terakhir Fermat melalui dugaan modularitas untuk eliptik semistabel."[26]

Sebelum pembuktian oleh Wiles, ada ribuan pembuktian yang tidak benar telah diserahkan kepada komite Wolfskehl, yang berjumlah kira-kira 10 kaki (3 meter) korespondensi.[27] Pada tahun pertama saja (1907–1908), 621 percobaan pembuktian telah diserahkan, meskipun pada tahun 1970-an, tingkat pengajuan telah menurun menjadi sekitar 3–4 percobaan pembuktian per bulan. Menurut F. Schlichting, reviewer Wolfskehl, sebagian besar pembuktian didasarkan pada metode dasar yang diajarkan di sekolah, dan sering diajukan oleh "orang dengan pendidikan teknis tetapi kariernya gagal".[28] Dalam kata-kata sejarawan matematika Howard Eves, "Teorema Terakhir Fermat memiliki perbedaan yang khas sebagai masalah matematika yang memiliki jumlah terbesar dari bukti salah".[22]

Dalam budaya populer

Dalam The Simpsons episode "The Wizard of Evergreen Terrace," Homer Simpson menulis persamaan

3987 12 + 4365 12 = 4472 12 {\displaystyle 3987^{12}+4365^{12}=4472^{12}} {\displaystyle 3987^{12}+4365^{12}=4472^{12}}

di papan tulis, yang tampaknya merupakan contoh berlawanan dengan Teorema Terakhir Fermat. Persamaan yang salah,[29] tetapi tampaknya benar jika dimasukkan dalam kalkulator dengan 10 angka penting.[29]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Singh, hlm. 18–20
  2. ↑ "Abel prize 2016 – full citation". Diarsipkan dari asli tanggal 20 Mei 2020. Diakses tanggal 16 Maret 2016.
  3. 1 2 Barrow-Green, June; Leader, Imre; Gowers, Timothy (2008). The Princeton Companion to Mathematics. Princeton University Press. hlm. 361–362.
  4. ↑ "Mauldin / Tijdeman-Zagier Conjecture". Prime Puzzles. Diakses tanggal 1 Oktober 2016.
  5. ↑ Elkies, Noam D. (2007). "The ABC's of Number Theory" (PDF). The Harvard College Mathematics Review. 1 (1).
  6. ↑ Michel Waldschmidt (2004). "Open Diophantine Problems". Moscow Mathematical Journal. 4: 245–305. arXiv:math/0312440. doi:10.17323/1609-4514-2004-4-1-245-305. S2CID 11845578.
  7. ↑ Crandall, Richard; Pomerance, Carl (2000). Prime Numbers: A Computational Perspective. Springer. hlm. 417. ISBN 978-0387-25282-7.
  8. ↑ "Beal Conjecture". American Mathematical Society. Diakses tanggal 21 Agustus 2016.
  9. ↑ Cai, Tianxin; Chen, Deyi; Zhang, Yong (2015). "A new generalization of Fermat's Last Theorem". Journal of Number Theory. 149: 33–45. arXiv:1310.0897. doi:10.1016/j.jnt.2014.09.014. S2CID 119732583.
  10. ↑ Mihailescu, Preda (2007). "A Cyclotomic Investigation of the Catalan–Fermat Conjecture". Mathematica Gottingensis.
  11. ↑ Lenstra Jr. H.W. (1992). "On the inverse Fermat equation". Discrete Mathematics. 106–107: 329–331. doi:10.1016/0012-365x(92)90561-s.
  12. ↑ Newman M (1981). "A radical diophantine equation". Journal of Number Theory. 13 (4): 495–498. doi:10.1016/0022-314x(81)90040-8.
  13. ↑ Bennett, Curtis D.; Glass, A. M. W.; Székely, Gábor J. (2004). "Fermat's last theorem for rational exponents". American Mathematical Monthly. 111 (4): 322–329. doi:10.2307/4145241. JSTOR 4145241. MR 2057186.
  14. ↑ Dickson, pp. 688–691.
  15. ↑ Voles, Roger (Juli 1999). "Integer solutions of a−2 + b−2 = d−2". Mathematical Gazette. 83 (497): 269–271. doi:10.2307/3619056. JSTOR 3619056.
  16. ↑ Richinick, Jennifer (Juli 2008). "The upside-down Pythagorean Theorem". Mathematical Gazette. 92: 313–317. doi:10.1017/S0025557200183275.
  17. ↑ Lang, Serge (2002). Algebra. Graduate Texts in Mathematics. Vol. 211. Springer-Verlag New York. hlm. 196.
  18. ↑ Oesterlé, Joseph (1988). "Nouvelles approches du "théorème" de Fermat". Astérisque. Séminaire Bourbaki exp 694 (161): 165–186. ISSN 0303-1179. MR 0992208.
  19. ↑ Granville, Andrew; Tucker, Thomas (2002). "It's As Easy As abc" (PDF). Notices of the AMS. 49 (10): 1224–1231.
  20. ↑ Aczel, p. 69; Singh, p. 105.
  21. ↑ Aczel, p. 69.
  22. 1 2 Koshy T (2001). Elementary number theory with applications. New York: Academic Press. hlm. 544. ISBN 978-0-12-421171-1.
  23. ↑ Singh, pp. 120–125, 131–133, 295–296; Aczel, p. 70.
  24. ↑ Singh, pp. 120–125.
  25. ↑ Singh, p. 284
  26. ↑ "The Abel Prize citation 2016". The Abel Prize. The Abel Prize Committee. Maret 2016. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 20 Mei 2020. Diakses tanggal 16 Maret 2016.
  27. ↑ Singh, p. 295.
  28. ↑ Singh, pp. 295–296.
  29. 1 2 Singh, Simon (2013). The Simpsons and Their Mathematical Secrets (dalam bahasa Inggris). A&C Black. hlm. 35–36. ISBN 978-1-4088-3530-2.

Bibliografi

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Wikibooks logo
Wikibuku memiliki informasi lebih lanjut di:
Wikikutip memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Teorema Terakhir Fermat.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan