Kamis, 29 Oktober 2026
15:36 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Guillaume Louis Baud

Guillaume Louis Baud

Bagikan:
250px-Guillaume_Louis_Baud.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Guillaume Louis Baud

Guillaume Louis Baud, (27 Desember 1801 – 5 Januari 1891) adalah politikus berkebangsaan Belanda. Ia adalah sepupu Jean Chrétien Baud, yang merupakan salah satu Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Pendidikan

Pada tahun 1823, setelah 4 tahun bekerja di kantor perlindungan hipotek, tokoh kelahiran Den Haag ini diangkat sebagai pegawai negeri kelas 5 untuk dinas di Hindia. Pada tahun 1824, ia diangkat sebagai sekretaris umum.

Karier

Pada bulan April 1830, Baud diangkat sebagai pegawai kelas satu sebagai sekretaris Kedu dan pernah memerintah daerah ini untuk sementara waktu. Seorang mantan pemberontak, Djaja Sindergh menyerang Baud dan membuatnya terluka parah dengan kelewangnya. Kepala Sindergh diberikan oleh pimpinan setempat kepada Baud.

Pada tahun 1833, Baud diangkat sebagai residen Kediri; bersama dengan GubJend. Johannes van den Bosch ia mendapatkan reputasi tinggi di kalangan pemerintah Hindia Belanda karena Baud adalah pendukung Tanam Paksa. Pada tahun 1838, ia diangkat sebagai residen Semarang. 3 tahun kemudian ia diangkat sebagai direktur departemen budaya, dan kembali ke Belanda pada tahun 1845 karena masalah kesehatan.

Pada tanggal 21 November 1848, Baud diangkat sebagai menteri jajahan. Ia memegang jabatan ini di Kabinet De Kempenaer/Donker Curtius dan setelah setengah tahun ia mengundurkan diri akibat perbedaan pendapat dengan mitranya. Ia berpendapat bahwa Staten-Generaal tidak harus ikut campur dengan politik penjajahan dan antara tahun 1850-1866, berkali-kali ia gagal dalam pemilihan GubJend. dan Menteri Jajahan dalam Kabinet Van Hall/Van Heemstra. Ia kemudian ditunjuk ke dinas luar biasa di dewan negara, dengan ikut dalam majelis yang menangani urusan jajahan dan keuangan. Pada tahun 1858, Baud meminta pemberhentian dari Dewan Negara.

Penghargaan dan komisi

Baud adalah komandan di Orde Singa Belanda (1849), perwira besar di Orde Mahkota Ek (1855) dan pada tahun 1867 menjadi komisaris kerajaan di Nederlandse Handelsmaatschappij. Baud adalah salah satu pendiri Oost- en West-Indische Opvoedingmaatschappij dan menjadi pimpinannya antara tahun 1851-1886.

Keluarga

Dari pernikahannya dengan Wilhelmina Jacobina Theodora Couperus (adik John Ricus Couperus), Guillaume Louis Baud memiliki 2 putera dan 3 puteri, yakni: Jan Carel Willem Ricus Theodore Baud, Maria Catharina Baud, Wilhelmina Jacobina Theodora Baud, Georgine Gerardina Baud, dan François Marie Baud.

GL. Baud meninggal dunia di Den Haag dalam usia 90 tahun.

Rujukan

Didahului oleh:
Dirk Donker
Residen Kediri
1833-1838
Diteruskan oleh:
Hendrik Stephanus van Son
Didahului oleh:
Hendrik Stephanus van Son
Residen Semarang
1838-1841
Diteruskan oleh:
Johan Hendrik Walraven van Nes
Didahului oleh:
Julius Constantijn Rijk
Menteri Jajahan Belanda
1848-1849
Diteruskan oleh:
Engelbertus Batavus van den Bosch


Flag of BelandaBiography icon

Artikel bertopik biografi Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan