Sabtu, 07 November 2026
10:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Timur Raya (Hindia Belanda)

Timur Raya (Hindia Belanda)

Kegubernuran di Hindia Belanda (1938–1946)

Bagikan:
Kegubernuran Timur Raya
Gouvernement Groote Oost  (Belanda)
Kegubernuran di Hindia Belanda
1938–1946
Flag of Great East
Panji daerah
250px-IndonesianGreatEast.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wilayah Timur Raya Hindia Belanda
Ibu kotaMakassar
Sejarah
Pemerintahan
Monarki 
• 1938–1946
Wilhelmina
Sejarah 
• Penggabungan Entitas-entitas Konstituen
25 Mei 1938
1942–1945
24 Desember 1946
Didahului olehDigantikan oleh
Hindia Belanda
Pendudukan Jepang di Hindia Belanda
Negara Indonesia Timur
Sekarang bagian dariIndonesia

Timur Raya (bahasa Belanda: Groote Oost) adalah sebuah kegubernuran (gouvernement) Hindia Belanda antara tahun 1938 dan 1946. Wilayahnya meliputi semua pulau di sebelah timur Kalimantan (Sulawesi, Maluku, dan Nugini Barat, beserta pulau-pulau lepas pantainya) dan Jawa (Bali dan Kepulauan Sunda Kecil). Ibu kotanya adalah Makassar di Sulawesi.[butuh rujukan]

Timur Raya dibentuk dengan penggabungan residensi konstituennya pada tanggal 25 Mei 1938 dan dipimpin oleh seorang gubernur.[butuh rujukan] Gubernur pertama adalah G. A. W. Ch. de Haze Winkelman. Setelah Perang Dunia II, kegubernuran ini (kecuali Nugini Belanda) menjadi Negara Timur Raya (kemudian menjadi Negara Indonesia Timur) pada tanggal 24 Desember 1946. Negara bagian ini menjadi konstituen dari Republik Indonesia Serikat pada tahun 1949 dan diintegrasikan ke dalam kesatuan Indonesia pada tahun 1950 (kecuali Papua, yang baru diintegrasikan pada tahun 1963). Per Desember 2022, wilayah ini terbagi menjadi 17 provinsi bagian timur dari 38 provinsi di Indonesia.


Pembagian administratif

Kegubernuran Timur Raya terdiri dari residensi berikut:[1]

Ekonomi

Komoditas utama yang dihasilkan di Timur Raya Hindia Belanda ialah kopra. Sekitar 60% dari produksi kopra di Timur Raya yang diekspor ke Eropa berasal dari Pulau Sulawesi.[2] Pada tahun 1931, Pemerintah Hindia Belanda menetapkan Pelabuhan Makassar sebagai pelabuhan negara. Penetapan ini merupakan bagian dari menjadikan Kota Makassar sebagai pusat perekonomian sejak tahun 1937 sebelum dibentuknya Kegubernuran Timur Raya. Selain itu, Pelabuhan Makassar juga telah dipersiapkan sebagai pusat kegiatan ekspor kopra.[3] Ekspor kopra di Timur Raya secara umum diadakan melalui Pelabuhan Makassar.[2] Volume ekspor kopra terbanyak di Pelabuhan Makassar terhadap keseluruhan ekspor di Timur Raya tercapai pada tahun 1938 dengan persentase sebesar 80%.[3]

Lihat pula

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ "Administrative divisions in eastern Indonesia, 1925-1942". Digital Atlas of Indonesian History. Robert Cribb. 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-24. Diakses tanggal 1 Januari 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Asba 2007, hlm. 2.
  3. 1 2 Asba 2007, hlm. 83.

Daftar pustaka

120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan