Jumat, 16 Oktober 2026
10:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Gregor Wentzel

Bagikan:

Gregor Wentzel (17 Februari 1898 – 12 Agustus 1978) adalah seorang fisikawan Jerman yang dikenal melalui kontribusinya terhadap perkembangan mekanika kuantum pada awal abad ke-20. Ia merupakan salah satu pengembang pendekatan Wentzel–Kramers–Brillouin (WKB), bersama Hendrik Kramers dan Léon Brillouin pada tahun 1926. Metode tersebut menjadi salah satu teknik aproksimasi yang digunakan secara luas dalam analisis sistem kuantum, khususnya dalam konteks pendekatan semiklasik. Pada periode awal kariernya, penelitian Wentzel mencakup spektroskopi sinar-X sebelum kemudian beralih ke berbagai bidang lain dalam fisika teori, termasuk mekanika kuantum, elektrodinamika kuantum, teori superkonduktivitas, dan teori meson.[1][2][3][4]

Biografi

Wentzel lahir di Düsseldorf, Jerman, sebagai anak pertama dari pasangan Joseph dan Anna Wentzel. Ia kemudian menikah dengan Anna Lauretta Wielich, dan pasangan tersebut memiliki seorang anak bernama Donat Wentzel yang lahir pada tahun 1934.[5] Setelah berkarier di Eropa selama beberapa dekade, Wentzel dan keluarganya pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1948. Ia menetap di negara tersebut hingga tahun 1970, ketika ia dan istrinya kembali ke Ascona, Swiss, untuk menghabiskan masa tuanya.[6]

Pendidikan tinggi Wentzel dimulai pada tahun 1916 di Universitas Albert Ludwig Freiburg dengan fokus pada matematika dan fisika. Selama Perang Dunia I, ia menjalani wajib militer pada tahun 1917–1918, kemudian melanjutkan studi di Freiburg hingga 1919. Pada tahun tersebut, ia berpindah ke Universitas Greifswald sebelum akhirnya melanjutkan studi di Universitas Ludwig Maximilian München pada tahun 1920 di bawah bimbingan Arnold Sommerfeld. Ia memperoleh gelar doktor pada tahun 1921 dan menyelesaikan Habilitation pada tahun 1922, yang memungkinkannya mengajar sebagai Privatdozent di LMU hingga tahun 1926. Pada tahun yang sama, ia menerima posisi profesor luar biasa di Universitas Leipzig dalam bidang fisika matematika.[1][7][8]

Pada tahun 1928, Wentzel diangkat sebagai profesor penuh pada kepala bagian Fisika Teoretis Universitas Zurich, menggantikan Erwin Schrödinger. Pada periode ini Wolfgang Pauli bergabung dengan ETH Zurich, sehingga kota tersebut berkembang menjadi pusat penting bagi penelitian fisika teoretis di Eropa. Pada tahun 1948, Wentzel pindah ke Universitas Chicago untuk menjabat sebagai profesor hingga masa pensiunnya pada tahun 1970.[1][8]

Riset Ilmiah

Pada tahun 1926, Gregor Wentzel, Hendrik Kramers, dan Léon Brillouin secara independen mengembangkan pendekatan yang kemudian dikenal sebagai pendekatan Wentzel–Kramers–Brillouin (WKB). Metode ini juga disebut sebagai pendekatan klasik atau metode integral fase, dan digunakan sebagai teknik aproksimasi dalam mekanika kuantum untuk menganalisis bentuk solusi gelombang dalam kondisi semi-klasik.[9] Selain kontribusinya terhadap pengembangan metode WKB, Wentzel dikenal melalui penelitian mengenai fotoemisi, yang membahas pelepasan elektron dari permukaan material akibat interaksi dengan radiasi elektromagnetik,[10] serta kajian teori hamburan yang menjelaskan interaksi antara partikel-partikel dalam berbagai sistem fisik.[11] Pada masa akhir kariernya, Wentzel turut berkontribusi dalam pembahasan teori superkonduktivitas yang bersifat invarian terhadap gauge, suatu pendekatan teoretis yang relevan dalam pengembangan model superkonduktor modern.[12]

Referensi

  1. 1 2 3 "Wolfgang Pauli - Gregor Wentzel". www.ethbib.ethz.ch. Diakses tanggal 2025-11-21.
  2. ↑ Jungnickel, Christa; McCormmach, Russell (1986). Intellectual mastery of nature: theoretical physics from Ohm to Einstein. 1: The torch of mathematics, 1800 - 1870. Chicago: Univ. of Chicago Press. ISBN 978-0-226-41582-6.
  3. ↑ Jungnickel, Christa; McCormmach, Russell (1986). Intellectual mastery of nature: theoretical physics from Ohm to Einstein. 2: The now mighty theoretical physics, 1870 - 1925. Chicago: Univ. of Chicago Press. ISBN 978-0-226-41585-7.
  4. ↑ "Gregor Wentzel". PHYSICS TODAY (dalam bahasa Inggris). 1978-11-01. doi:10.1063/1.2994844. Diakses tanggal 2025-11-21.
  5. ↑ "Wentzel, Gregor". hls-dhs-dss.ch (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 2025-11-21.
  6. ↑ "Gregor Wentzel – NAS". https://www.nasonline.org/ (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-21.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |website=
  7. ↑ "Wentzel, Gregor | Encyclopedia.com". www.encyclopedia.com. Diakses tanggal 2025-11-21.
  8. 1 2 Mott, Nevill Francis (1997-01). "Walter Heinrich Heitler, 2 January 1904 - 15 November 1981". Biographical Memoirs of Fellows of the Royal Society. 28: 141–151. doi:10.1098/rsbm.1982.0007.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  9. ↑ Weisskopf, Victor F. (1949-04-22). "Quantum Mechanics . Leonard I. Schiff. New York: McGraw-Hill, 1949". Science. 109 (2834): 407–408. doi:10.1126/science.109.2834.407.b. ISSN 0036-8075.
  10. ↑ Wentzel, G. (1926-08-01). "Zur Theorie des photoelektrischen Effekts". Zeitschrift für Physik (dalam bahasa Jerman). 40 (8): 574–589. doi:10.1007/BF01390456. ISSN 0044-3328.
  11. ↑ Wentzel, G. (1926-08-01). "Zwei Bemerkungen über die Zerstreuung korpuskularer Strahlen als Beugungserscheinung". Zeitschrift für Physik (dalam bahasa Jerman). 40 (8): 590–593. doi:10.1007/BF01390457. ISSN 0044-3328.
  12. ↑ Wentzel, Gregor (1959-01-15). "Problem of Gauge Invariance in the Theory of the Meissner Effect". Physical Review Letters (dalam bahasa Inggris). 2 (2): 33–34. doi:10.1103/PhysRevLett.2.33. ISSN 0031-9007.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan