Minggu, 04 Oktober 2026
21:40 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Granat setrum

Granat setrum

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Juli 2024) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
M-84-Flash-Bang-Grenade.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Granat Kejut

Granat kejut dikenal juga dengan granat setrum, granat kilat, bom kejut, atau bom kilat, adalah alat peledak yang termasuk ke dalam kategori senjata tidak mematikan yang digunakan untuk mendisorientasikan indra musuh. Granat ini dirancang untuk menghasilkan kilatan cahaya yang menyilaukan—sekitar 7 megakandela (Mcd)—dan "suara ledakan" yang sangat keras lebih dari 170 desibel (dB).[1] Granat ini pertama kali digunakan oleh Special Air Service (SAS) Inggris pada akhir 1970-an.[2]

Kilatan cahaya yang dihasilkan mampu mengaktifkan semua sel fotoreseptor mata dan menyebabkan kebutaan sementara pada korban selama kurang lebih lima detik. Setelah itu, korban merasakan bayangan yang mengganggu penglihatan mereka. Besarnya volume ledakan juga menyebabkan ketulian sementara pada korban dan juga mengganggu cairan di telinga sehingga menyebabkan hilangnya keseimbangan.

Referensi

  1. ↑ "Measurement of Exposure to Impulsive Noise at Indoor and Outdoor Firing Ranges during Tactical Training Exercises" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2017-12-19. Diakses tanggal 2013-08-25.
  2. ↑ "SAS - Weapons - Flash Bang | Stun Grenade". Eliteukforces.info. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-08-31. Diakses tanggal 2013-05-29.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan