Senin, 28 September 2026
16:00 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Granat setrum

Granat setrum

Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks eksisting. (Juli 2024) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
M-84-Flash-Bang-Grenade.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Granat Kejut

Granat kejut dikenal juga dengan granat setrum, granat kilat, bom kejut, atau bom kilat, adalah alat peledak yang termasuk ke dalam kategori senjata tidak mematikan yang digunakan untuk mendisorientasikan indra musuh. Granat ini dirancang untuk menghasilkan kilatan cahaya yang menyilaukan—sekitar 7 megakandela (Mcd)—dan "suara ledakan" yang sangat keras lebih dari 170 desibel (dB).[1] Granat ini pertama kali digunakan oleh Special Air Service (SAS) Inggris pada akhir 1970-an.[2]

Kilatan cahaya yang dihasilkan mampu mengaktifkan semua sel fotoreseptor mata dan menyebabkan kebutaan sementara pada korban selama kurang lebih lima detik. Setelah itu, korban merasakan bayangan yang mengganggu penglihatan mereka. Besarnya volume ledakan juga menyebabkan ketulian sementara pada korban dan juga mengganggu cairan di telinga sehingga menyebabkan hilangnya keseimbangan.

Referensi

  1. ↑ "Measurement of Exposure to Impulsive Noise at Indoor and Outdoor Firing Ranges during Tactical Training Exercises" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2017-12-19. Diakses tanggal 2013-08-25.
  2. ↑ "SAS - Weapons - Flash Bang | Stun Grenade". Eliteukforces.info. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-08-31. Diakses tanggal 2013-05-29.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan