Selasa, 20 Oktober 2026
12:37 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Gorila timur

Gorila timur

Bagikan:
Gorila timur[1]
250px-Gorillas_in_Uganda-1%2C_by_Fiver_L%C3%B6cker.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jantan
250px-Gorillas_in_Uganda-3%2C_by_Fiver_L%C3%B6cker.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Betina dengan anaknya
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primata
Subordo: Haplorhini
Infraordo: Simiiformes
Famili: Hominidae
Subfamili: Homininae
Genus: Gorilla
Spesies:
G. beringei
Nama binomial
Gorilla beringei
Matschie, 1903
Subspecies

G. b. beringei
G. b. graueri

250px-Eastern_Gorilla_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persebaran gorila timur

Gorila timur (Gorilla beringei) merupakan spesies yang terancam kritis dari genus gorila dan primata terbesar. Saat ini, spesies ini dibagi menjadi dua subspesies. Gorila Grauer, awalnya dikenal dengan gorila dataran rendah timur (G. b. graueri) merupakan spesies yang paling terkenal, berjumlah sekitar 3.800 ekor.[3] Gorila gunung (G. b. beringei) hanya berjumlah 880 ekor. Uni Internasional untuk Konservasi Alam menyatakan adanya perburuan ilegal sehingga menyebabkan gorila tersebut terancam kritis.[4][5]

Taksonomi

Terdapat dua subspesies terkenal dari gorila timur: gorila gunung (Gorilla beringei beringei) dari lereng gunung berapi Rwanda, Uganda, dan bagian timur Kongo; dan gorila Grauer atau gorila dataran rendah timur (Gorilla beringei graueri) di bagian timur Republik Demokratik Kongo.

Gorila Grauer dan gorila gunung pada awalnya diperkirakan sebagai dua dari tiga subspesies dari spesies tunggal gorila (Gorilla gorilla). Namun, penelitian genetik menunjukkan bahwa dua subspesies timur hubungan jauh lebih dekat dari subspesies barat: gorila barat dataran rendah (G. gorilla gorilla), yang dibenarkan klasifikasi terpisah.[6] Dua subspesies timur saat ini diklasifikasikan sebagai G. beringei.

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Gorilla beringei.
  1. ↑ Groves, C.P. (2005). Wilson, D.E.; Reeder, D.M. (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm. 181–182. ISBN 0-801-88221-4. OCLC 62265494.
  2. ↑ Plumptre, A.; Robbins, M.; Williamson, E. A. (2016). "Gorilla beringei". IUCN Red List of Threatened Species. 2016. IUCN: e.T39994A17964126. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-11-10. Diakses tanggal 5 September 2016.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ UNEP. "Press Releases January 2009 - Gorillas on Thin Ice". unep.org (dalam bahasa bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2016-05-18. Diakses tanggal 7 September 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "World's largest living primate close to extinction". cbsnews.com (dalam bahasa bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-11-30. Diakses tanggal 7 September 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Four out of six great apes one step away from extinction". IUCN World Conservation Congress (dalam bahasa bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2016-09-08. Diakses tanggal 7 September 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Taylor, Andrea Beth; Goldsmith, Michele Lynn (2003). Gorilla biology: a multidisciplinary perspective. Cambridge University Press. hlm. 13. ISBN 978-0-521-79281-3.


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan