Sabtu, 03 Oktober 2026
10:42 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Gondofares

Gondofares

Bagikan:
Gondofares
330px-Gondophares.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Koin perak Gondofares, dicetak di Drangiana
Raja Indo-Parthia
Berkuasaca 19–ca 46
PenerusOrtaghnes (Drangiana dan Arachosia)
Abdagases I (Gandhara)
Meninggal46
WangsaWangsa Suren
AgamaZoroastrianisme

Gondofares I adalah pendiri Kerajaan Indo-Parthia dan raja paling berpengaruhnya, memerintah dari 19 sampai 46. Seorang anggota dari Wangsa Suren, ia masuk pada garis pangeran lokal yang memerintah provinsi Parthia Drangiana sejak perseteruannya dengan Indo-Skitia pada sekitar tahun 129 SM. Pada masa pemerintahannya, kerajaannya menjadi independen dari otoritas Parthia dan bertransformasi menjadi kekaisaran, yang meliputi Drangiana, Arachosia, dan Gandhara.[1] Ia dikenal karena Kisah Rasul Tomas, inskripsi Takht-i-Bahi, dan cetakan-cetakan koin berbahan perak dan tembaga.

Ia digantikan di Drangiana dan Arachosia oleh Ortaghnes, dan di Gandhara oleh keponkannya Abdagases I.[2][3]

Orang Majus "Gaspar"

Nama Gondofares diterjemahkan ke dalam bahasa Armenia menjadi "Gastafar", dan kemudian dalam rumpun bahasa Barat menjadi "Gaspar[d]". Menurut teks-teks apokrifa dan tradisi Gereja timur, ia merupakan "Gaspar[d], Raja Persia" yang merupakan salah satu dari tiga orang Majus yang datang saat kelahiran Yesus.[4] Disamping interaksi dan pengaitan tersebut, Gaspar[d] diadopsi oleh bangsa Eropa (dan dalam tradisi Latin) sebagai nama pertama laki-laki.

Referensi

  1. ↑ Rezakhani 2017, hlm. 35.
  2. ↑ Rezakhani 2017, hlm. 37.
  3. ↑ Gazerani 2015, hlm. 25.
  4. ↑ Alfred von Gutschmid, Die Königsnamen in den apokryphen Apostelgeschichten, in the Rheinisches Museum für Philologie (1864), XIX, 161-183, nb p.162; Mario Bussagli, "L'art du Gandhara", p.207

Sumber

Bacaan tambahan

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Gondophares.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan