Kamis, 22 Oktober 2026
21:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Glioblastoma

Glioblastoma

jenis kanker yang paling agresif yang muncul di otak.

Bagikan:
Glioblastoma
Nama lainGlioblastoma multiforme, grade IV astrocytoma
250px-Glioblastoma_-_MR_coronal_with_contrast.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hasil pindaian MRI yang menunjukkan glioblastoma pada seorang remaja lelaki berusia 15 tahun
SpesialisasiOnkologi, bedah saraf
GejalaAwalnya tidak spesifik, sakit kepala, perubahan kepribadian, mual, gejala seperti stroke[1]
Awitan umum~ 64 tahun[2][3]
PenyebabBiasanya tidak jelas[2]
Faktor risikoPenyakit genetik (neurofibromatosis, sindrom Li–Fraumeni), pernah menjalani terapi radiasi[2][3]
Metode diagnostikTomografi terkomputasi, pencitraan resonansi magnetik, biopsi jaringan[1]
PencegahanTidak diketahui[3]
PengobatanBedah, kemoterapi, radiasi[3]
ObatTemozolomide, steroid[1][4]
PrognosisHarapan hidup ~ 14 bulan dengan perawatan (5 tahun masih hidup <7%)[2][5]
Frekuensi3 dari 100.000 setiap tahunnya[3]

Glioblastoma, juga dikenal dengan istilah glioblastoma multiforme (GBM), adalah jenis kanker yang paling agresif yang muncul di otak.[6] Pada mulanya tanda dan gejala glioblastoma tidaklah spesifik.[1] Gejala-gejala tersebut meliputi sakit kepala, perubahan kepribadian, mual, dan gejala yang mirip strok.[1] Gejalanya sering kali memburuk dengan cepat dan dapat mengakibatkan kehilangan kesadaran.[2]

Penyebab glioblastoma biasanya tidak diketahui.[2] Faktor-faktor risiko yang jarang meliputi penyakit genetik (seperti neurofibromatosis dan sindrom Li–Fraumeni) serta terapi radiasi.[2][3] Glioblastoma mencakup 15% dari seluruh kasus tumor otak.[1] Glioblastoma dapat muncul di sel otak atau dari astrositoma yang sudah ada sebelumnya.[7] Diagnosis biasanya dilakukan melalui perpaduan tomografi terkomputasi, pencitraan resonansi magnetik, dan biopsi jaringan.[1]

Saat ini belum ada metode yang diketahui dapat mencegah glioblastoma.[3] Pasien biasanya menerima perawatan berupa pembedahan, dan kemudian kemoterapi dan terapi radiasi.[3] Obat temozolomida sering kali menjadi bagian dari kemoterapi.[3][4][8] Kortikosteroid berdosis besar dapat digunakan untuk membantu mengurangi pembengkakan dan meringankan gejala.[1]

Walaupun sudah menerima penanganan medis, glioblastoma biasanya muncul lagi.[3] Orang yang didiagnosis mengalami glioblastoma biasanya memiliki harapan hidup sekitar 12 hingga 15 bulan, dan kurang dari 3 hingga 7% pasien glioblastoma yang dapat bertahan selama lebih dari lima tahun.[2][5] Tanpa adanya penanganan medis, pengidap glioblastoma biasanya hanya dapat bertahan selama tiga bulan.[9] Glioblastoma adalah jenis kanker yang paling umum muncul di otak dan jenis tumor otak paling umum kedua setelah meningioma.[6][10] Glioblastoma muncul pada sekitar 3 dari 100.000 orang setiap tahunnya.[3] Biasanya glioblastoma muncul pada orang yang berumur 64 tahun dan lebih sering terjadi pada laki-laki.[2][3] Imunoterapi saat ini sedang dikaji sebagai terapi yang mungkin dapat membantu menyembuhkan glioblastoma.[11]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 Young RM, Jamshidi A, Davis G, Sherman JH (Juni 2015). "Current trends in the surgical management and treatment of adult glioblastoma". Annals of Translational Medicine. 3 (9): 121. doi:10.3978/j.issn.2305-5839.2015.05.10. PMC 4481356. PMID 26207249.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "Chapter 5.16". World Cancer Report 2014. World Health Organization. 2014. ISBN 978-9283204299.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Gallego O (Agustus 2015). "Nonsurgical treatment of recurrent glioblastoma". Current Oncology. 22 (4): e273–81. doi:10.3747/co.22.2436. PMC 4530825. PMID 26300678.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Hart MG, Garside R, Rogers G, Stein K, Grant R (April 2013). "Temozolomide for high grade glioma". The Cochrane Database of Systematic Reviews. 4 (4): CD007415. doi:10.1002/14651858.CD007415.pub2. PMC 6457743. PMID 23633341.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  5. 1 2 Ostrom QT, Cioffi G, Gittleman H, Patil N, Waite K, Kruchko C, Barnholtz-Sloan JS (November 2019). "CBTRUS Statistical Report: Primary Brain and Other Central Nervous System Tumors Diagnosed in the United States in 2012-2016". Neuro-Oncology. 21 (Supplement 5): v1–v100. doi:10.1093/neuonc/noz150. PMC 6823730. PMID 31675094.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 Bleeker FE, Molenaar RJ, Leenstra S (Mei 2012). "Recent advances in the molecular understanding of glioblastoma". Journal of Neuro-Oncology. 108 (1): 11–27. doi:10.1007/s11060-011-0793-0. PMC 3337398. PMID 22270850.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Chapter 3.8". World Cancer Report 2014. World Health Organization. 2014. ISBN 978-9283204299.
  8. ↑ Khosla D (Februari 2016). "Concurrent therapy to enhance radiotherapeutic outcomes in glioblastoma". Annals of Translational Medicine. 4 (3): 54. doi:10.3978/j.issn.2305-5839.2016.01.25. PMC 4740000. PMID 26904576.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Schapira AH (2007). Neurology and clinical neuroscience. Philadelphia: Mosby Elsevier. hlm. 1336. ISBN 978-0323070539. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-07-29.
  10. ↑ McNeill KA (November 2016). "Epidemiology of Brain Tumors". Neurologic Clinics. 34 (4): 981–98. doi:10.1016/j.ncl.2016.06.014. PMID 27720005.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "With Immunotherapy, Glimmers of Progress against Glioblastoma". National Cancer Institute. 9 Desember 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Desember 2015. Diakses tanggal 23 Desember 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik penyakit ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan