Jumat, 16 Oktober 2026
06:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Giovanni de Macque

Giovanni de Macque

Bagikan:
250px-Il_secondo_libro_de_madrigali_a_cinque_voci._Novamente_composti_%26_dati_in_luce_-_btv1b10865541f_%2811_of_14%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Karya Giovanni

Giovanni de Macque adalah seorang komponis keturunan Belanda yang berkarya pada akhir periode Renaisans hingga awal era Barok. Meskipun berasal dari tradisi musik Belanda, ia menghabiskan hampir seluruh kehidupannya di Italia dan berperan penting dalam perkembangan musik di Napoli. Pada akhir abad ke-16, De Macque dikenal sebagai salah satu komponis terkemuka di lingkungan musik Neapolitan. Karya-karyanya memperlihatkan kecenderungan untuk mengeksplorasi teknik komposisi yang tidak konvensional, terutama melalui penggunaan kromatisisme, yaitu pemanfaatan nada-nada di luar tangga nada diatonis untuk menghasilkan warna harmonis dan ekspresi musikal yang lebih beragam. Eksperimen tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh Carlo Gesualdo, seorang komponis Italia yang menjadi rekan kerjanya. Melalui pendekatan komposisi yang inovatif, De Macque turut memperkaya perkembangan musik Italia pada masa peralihan dari Renaisans menuju Barok.[1]

Karir

Perjalanan karier Giovanni de Macque berkaitan erat dengan kehidupan musik di Napoli, yang pada akhir abad ke-16 berkembang menjadi salah satu pusat kebudayaan penting di Italia. Kota tersebut memiliki tradisi musik istana dan keagamaan yang kuat, sehingga menyediakan lingkungan bagi para komponis untuk menghasilkan karya dalam berbagai bentuk. De Macque berkiprah dalam lingkungan tersebut dan turut berkontribusi terhadap perkembangan musik vokal maupun instrumental. Kedudukannya sebagai komponis menunjukkan peran penting musisi pendatang dalam memperkaya tradisi musik Italia melalui perpaduan pengaruh dari berbagai wilayah Eropa.[2]

Dalam komposisinya, De Macque tidak hanya mengikuti kaidah polifoni yang diwariskan oleh tradisi Renaisans, tetapi juga mengeksplorasi pendekatan musikal yang lebih eksperimental. Penggunaan kromatisisme, perubahan harmoni yang tidak terduga, serta kontras musikal menjadi ciri yang membedakan sejumlah karyanya. Eksperimen tersebut mencerminkan kecenderungan sebagian komponis pada akhir abad ke-16 untuk memperluas kemungkinan ekspresi musik, terutama dalam menggambarkan suasana emosional dan memperkuat hubungan antara musik dengan teks.[3]

Hubungan De Macque dengan Carlo Gesualdo menempatkannya dalam lingkungan musikal yang dikenal karena keberanian mengeksplorasi harmoni dan warna nada. Meskipun pengaruh langsung Gesualdo terhadap setiap eksperimen De Macque tidak selalu dapat dipastikan, keduanya berkiprah dalam suasana kebudayaan yang mendorong pembaruan komposisi. Karya-karya De Macque menjadi bagian dari perkembangan musik Neapolitan yang kemudian berkontribusi terhadap perubahan gaya pada awal era Barok. Warisannya memperlihatkan bahwa peralihan dari Renaisans menuju Barok berlangsung melalui beragam eksperimen artistik, bukan melalui perubahan mendadak yang seragam di seluruh Eropa.[4]

Referensi

  1. ↑ Sadie, Stanley (1995). The new Grove dictionary of music and musicians. London: Macmillan. ISBN 978-1-56159-174-9.
  2. ↑ Reese, Gustave (1959). Music in the Renaissance (Edisi Rev. ed). New York: Norton. ISBN 978-0-393-09530-2.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal; |edition= memiliki teks tambahan
  3. ↑ Grout, Donald Jay; Palisca, Claude V. (1980). A history of western music (Edisi 3d ed). New York: Norton. ISBN 978-0-393-95136-3.{{cite book}}: |edition= memiliki teks tambahan
  4. ↑ Shindle, W. Richard (2001). "Macque, Giovanni de". Oxford Music Online. Oxford University Press. ISBN 978-1-56159-263-0.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan