Minggu, 08 November 2026
07:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Gingivitis

Gingivitis

Bagikan:
Gingivitis
250px-Gingivitis_%28crop%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kasus radang gusi yang parah
SpesialisasiKedokteran gigi
KomplikasiPenyakit periodontal

Gingivitis atau radang gusi adalah kondisi yang terjadi karena adanya peradangan pada gusi yang ditandai dengan bengkak serta kemerahan pada gusi di sekitar pangkal gigi. Kondisi ini bisa muncul karena menumpuknya sisa makanan di gigi dan gusi. Sisa makanan yang menumpuk kemudian mengeras dan berubah menjadi plak.[1] Penyebab utama kondisi ini adalah kebersihan mulut yang buruk. Orang yang jarang sikat gigi, sering makan makanan yang manis dan asam, tidak rutin cek gigi ke dokter adalah yang paling berisiko mengalami gingivitis.[2]

Penyebab

Gingivitis disebabkan oleh akumulasi plak pada gigi dari sisa-sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan baik dan kemudian mengeras menjadi karang gigi. Bakteri di dalam karang gigi kemudian akan menginfeksi gusi dan menyebabkan peradangan.[3] Seiring waktu, gusi akan bengkak dan mudah berdarah. Karies gigi pun bisa saja terjadi. Jika tidak segera diobati, radang gusi dapat berkembang menjadi periodontitis yang menyebabkan gigi tanggal atau copot.[4]

Berikut adalah tahapan dari mulai pembentukan plak sampai menjadi radang pada gusi:

  • Plak merupakan sesuatu yang lengket dan tidak terlihat. Sebagian besar terbentuk dari bakteri yang bercampur dengan sisa makanan pada mulut. Apabila tidak dibersihkan dengan baik, maka plak akan dengan cepat terbentuk.
  • Plak dapat berubah menjadi karang gigi karena menempel dan mengeras di bawah garis gusi dan menjadi tartar. Hal ini membuat plak lebih sulit dihilangkan dan kemudian menjadi pelindung untuk bakteri hingga terjadi iritasi.

Apabila tidak segera membersihkannya dengan pergi ke dokter, iritasi akibat penumpukan plak dapat menyebabkan radang gusi. Gusi menjadi bengkak juga berdarah. Apabila tidak segera diobati, maka akan terjadi kerusakan gigi hingga periodontitis.[5]

Gejala

Gejala gingivitis sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Gingivitis bahkan bisa terjadi tanpa gejala sama sekali. Beberapa gejala yang dialami penderita gingivitis meliputi:[6]

  • Gusi mudah berdarah ketika menyikat gigi atau membersihkan sela gigi menggunakan benang (flossing)
  • Gusi bengkak dan sakit
  • Warna gusi merah kehitaman
  • Bau napas tidak sedap, misalnya seperti bau logam
  • Nyeri saat mengunyah makanan
  • Gusi menyusut sehingga akar gigi terlihat
  • Terdapat nanah antara gigi dan gusi
  • Gigi palsu terasa tidak pas lagi
  • Gigi tanggal atau copot

Referensi

  1. ↑ "Gingvitis". halodoc.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-29. Diakses tanggal 3 September 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Gingivitis (Radang Gusi)". hellosehat.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-31. Diakses tanggal 3 September 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Apa Itu Gingvitis ?". tanyapepsodent.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-30. Diakses tanggal 3 September 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Apa Penyebab Gingvitis ?". hellosehat.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-31. Diakses tanggal 22 September 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "5 Penyakit yang Mengintai Kesehatan Tubuh Jika Anda Malas Sikat Gigi". hellosehat.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-31. Diakses tanggal 22 September 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Radang Gusi". alodokter.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-27. Diakses tanggal 22 September 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan