Selasa, 27 Oktober 2026
11:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Karang gigi

Karang gigi

Bagikan:
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Januari 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-MandibularAnteriorCalculus.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Karang gigi yang terlihat di bagian belakang gigi
250px-Calculus_deposit_on_x-ray_image.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Karang gigi pada gambar sinar-X

Karang gigi atau kalkulus gigi adalah timbunan plak gigi yang mengeras. Plak gigi terbentuk ketika bakteri dalam mulut bercampur dengan protein dan sisa-sisa makanan pada gigi. Biasanya, plak gigi timbul karena sikat gigi yang kurang bersih. Jika tidak dibersihkan, maka plak tersebut dapat menyebabkan karang gigi.[1] Plak gigi berupa lapisan tipis dan licin yang terbentuk dari sisa-sisa makanan yang tertinggal di gigi.[2]

Pada dasarnya, gigi mempunyai kemampuan untuk membersihkan melalui air liur, tetapi pada gigi yang terlalu banyak karang giginya dapat menyebabkan kemampuan ini menurun. Karena kemampuan tersebut menurun, maka bakteri akan lebih mudah menempel pada gigi dan pada akhirnya akan menyebabkan karies gigi (gigi berlubang) yang berujung pada kerusakan gigi.

Karang gigi juga disebabkan oleh kebiasaan mengunyah makanan satu sisi sehingga sisa makanan tersimpan di sela-sela gigi dan menyebabkan karang gigi.

Karang gigi bisa dibersihkan dengan alat yang disebut skeler periodontal. Proses membersihkan dengan skeler ini dinamakan penskeleran gigi yang biasanya dilakukan oleh dokter gigi.

Karang gigi dapat menyebabkan gigi goyang dan mudah tanggal karena penurunan gusi, gusi bengkak, gusi berdarah terutama saat menyikat gigi, halitosis (bau mulut) dan dapat menyebabkan gigi berlubang.

Karang gigi memiliki dua jenis dilihat dari lokasinya, yaitu supragingival (Karang gigi yang terletak di atas gigi dan biasanya berwarna lebih terang) dan subginggival (Karang gigi yang terletak di bawah gigi dan biasanya berwarna lebih gelap).[3]

Beberapa cara untuk mencegah adanya karang gigi melalui scalling atau melakukan perawatan harian dengan rutin seperti sikat gigi dua kali sehari, menggunakan pasta gigi yang tepat, membersihkan gigi menggunakan benang, menggunakan obat kumur gigi, tidak merokok, dan memperhatikan diit yang seimbang sesuai dengan kebutuhan.[4]

Catatan kaki

  1. ↑ "Apa Saja Efek Karang Gigi dan Cara Mencegahnya?". Alodokter. 2015-09-09. Diakses tanggal 2025-05-13.
  2. ↑ "Karang Gigi". Alodokter. 2018-10-04. Diakses tanggal 2025-11-28.
  3. ↑ Halodoc. "Apa Itu Karang Gigi? Gejala, Penyebab, dan Pengobatan". halodoc. Diakses tanggal 2025-11-28.
  4. ↑ Andriyani, Desi; Arianto; Sulastri (2020). "Perawatan Gigi Dan Mulut Menghambat Pertumbuhan Kalkulus". Perawatan Gigi Dan Mulut Menghambat Pertumbuhan Kalkulus. 2 (4): 801–809.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan