Minggu, 08 November 2026
10:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Halitosis

bau napas tidak sedap

Bagikan:

Bau mulut, juga dikenal sebagai halitosis, merupakan kondisi bau napas yang tidak sedap.[1] Bau ini dapat menimbulkan rasa malu dan cemas pada orang yang mengalaminya.[1] Halitosis juga dapat berkaitan dengan depresi dan gejala gangguan obsesif kompulsif.[1]

Bakteri yang ada di dalam mulut menghasilkan senyawa bau busuk.[2] Penyebab utama bau mulut disebabkan oleh gas yang dihasilkan oleh bakteri dalam rongga mulut, terdiri dari hidrogen sulfida, metil merkaptan, dan dimetil sulfida. Gas tersebut terbentuk karena proses metabolisme protein yang di dalamnya terdapat asam amino yang mengandung sulfur dari bakteri di rongga mulut. Selain itu, zat lain penyebab bau mulut di antaranya, skatol dan asam organik.[3] Selain itu, halitosis disebabkan karena penyakit periodontal, infeksi rongga mulut, mulut kering, rokok, ulserasi mukosa, perikoronitis, sisa makanan dalam mulut serta tongue coating. Kebersihan gigi dan mulut menghasilkan rasa percaya diri ketika berkomunikasi, mengonsumsi makanan secara nikmat, kualitas hidup meningkat, juga memengaruhi terhadap kehidupan sosial. Selain itu, bau mulut akan berdampak negatif terhadap pergaulan, hingga menyebabkan rasa malu ketika berkomunikasi.[4]

Dampak

Penyakit gusi

Penumpukan plak pada gigi mengakibatkan iritasi pada gusi, salah satu tandanya bau dari mulut. Hal buruk lainnya, akan merusak gusi dan tulang rahang, dan bau mulut berkepanjangan akibat infeksi.[5]

Infeksi sinus

Bau mulut juga merupakan pertanda infeksi sinus. Bau mulut tersebut disertai dengan indera penciuman yang menurun, rasa sakit di bagian rahang, serta sulit untuk bernapas.[5]

Penanganan

Pendekatan kimia maupun fisik dapat dilakukan dalam mengatasi halitosis baik untuk mengurangi bakteri di mulut, menyamarkan bau, maupun bahan kimia yang mengubah molekul penyebab bau.[1] Banyak intervensi berbeda yang telah disarankan dan diujicoba seperti pasta gigi, obat kumur, hingga mengerok lidah.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Kapoor, U; Sharma, G; Juneja, M; Nagpal, A (2016). "Halitosis: Current concepts on etiology, diagnosis and management". European Journal of Dentistry. 10 (2): 292–300. doi:10.4103/1305-7456.178294. PMC 4813452. PMID 27095913.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  2. ↑ Ratmini, Ni Ketut (2017). "Bau Mulut". E-JOURNAL POLTEKKES KEMENKES DENPASAR. hlm. 25-26. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-02-22. Diakses tanggal 2022-02-22.
  3. ↑ Wijayanti, Yulia Rachma (2014). "Metode Mengatasi Bau Mulut". Cakradonya Dental Journal. 6 (1): 630. ISSN 2622-4720. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-13. Diakses tanggal 2022-02-22.
  4. ↑ Yulimatussa’diyah, Alwinda P; Blambangan, Bintang G. P. B.; Dewi, Jolinda C.; Herdianto, Radinal S.; Mumtaza, Indi; Nafiis, Minnati M.; Novesia; Rosyidah, Iftitahatur; Sutanti, Tiara N. E. (2016). "Pengetahuan Penanganan Halitosis dalam Masalah Kesehatan Mulut" (PDF). Journal Unair. hlm. 29. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-02-22. Diakses tanggal 2022-02-22.
  5. 1 2 Lahitani, Sulung (2019). "Waspada, Bau Mulut Bisa Jadi Pertanda 7 Penyakit Berbahaya Ini". liputan6.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-03-17. Diakses tanggal 2022-02-22.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan