Rabu, 23 September 2026
04:31 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Halitosis

bau napas tidak sedap

Bau mulut, juga dikenal sebagai halitosis, merupakan kondisi bau napas yang tidak sedap.[1] Bau ini dapat menimbulkan rasa malu dan cemas pada orang yang mengalaminya.[1] Halitosis juga dapat berkaitan dengan depresi dan gejala gangguan obsesif kompulsif.[1]

Bakteri yang ada di dalam mulut menghasilkan senyawa bau busuk.[2] Penyebab utama bau mulut disebabkan oleh gas yang dihasilkan oleh bakteri dalam rongga mulut, terdiri dari hidrogen sulfida, metil merkaptan, dan dimetil sulfida. Gas tersebut terbentuk karena proses metabolisme protein yang di dalamnya terdapat asam amino yang mengandung sulfur dari bakteri di rongga mulut. Selain itu, zat lain penyebab bau mulut di antaranya, skatol dan asam organik.[3] Selain itu, halitosis disebabkan karena penyakit periodontal, infeksi rongga mulut, mulut kering, rokok, ulserasi mukosa, perikoronitis, sisa makanan dalam mulut serta tongue coating. Kebersihan gigi dan mulut menghasilkan rasa percaya diri ketika berkomunikasi, mengonsumsi makanan secara nikmat, kualitas hidup meningkat, juga memengaruhi terhadap kehidupan sosial. Selain itu, bau mulut akan berdampak negatif terhadap pergaulan, hingga menyebabkan rasa malu ketika berkomunikasi.[4]

Dampak

Penyakit gusi

Penumpukan plak pada gigi mengakibatkan iritasi pada gusi, salah satu tandanya bau dari mulut. Hal buruk lainnya, akan merusak gusi dan tulang rahang, dan bau mulut berkepanjangan akibat infeksi.[5]

Infeksi sinus

Bau mulut juga merupakan pertanda infeksi sinus. Bau mulut tersebut disertai dengan indera penciuman yang menurun, rasa sakit di bagian rahang, serta sulit untuk bernapas.[5]

Penanganan

Pendekatan kimia maupun fisik dapat dilakukan dalam mengatasi halitosis baik untuk mengurangi bakteri di mulut, menyamarkan bau, maupun bahan kimia yang mengubah molekul penyebab bau.[1] Banyak intervensi berbeda yang telah disarankan dan diujicoba seperti pasta gigi, obat kumur, hingga mengerok lidah.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Kapoor, U; Sharma, G; Juneja, M; Nagpal, A (2016). "Halitosis: Current concepts on etiology, diagnosis and management". European Journal of Dentistry. 10 (2): 292–300. doi:10.4103/1305-7456.178294. PMC 4813452. PMID 27095913.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  2. Ratmini, Ni Ketut (2017). "Bau Mulut". E-JOURNAL POLTEKKES KEMENKES DENPASAR. hlm. 25-26. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-02-22. Diakses tanggal 2022-02-22.
  3. Wijayanti, Yulia Rachma (2014). "Metode Mengatasi Bau Mulut". Cakradonya Dental Journal. 6 (1): 630. ISSN 2622-4720. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-13. Diakses tanggal 2022-02-22.
  4. Yulimatussa’diyah, Alwinda P; Blambangan, Bintang G. P. B.; Dewi, Jolinda C.; Herdianto, Radinal S.; Mumtaza, Indi; Nafiis, Minnati M.; Novesia; Rosyidah, Iftitahatur; Sutanti, Tiara N. E. (2016). "Pengetahuan Penanganan Halitosis dalam Masalah Kesehatan Mulut" (PDF). Journal Unair. hlm. 29. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-02-22. Diakses tanggal 2022-02-22.
  5. 1 2 Lahitani, Sulung (2019). "Waspada, Bau Mulut Bisa Jadi Pertanda 7 Penyakit Berbahaya Ini". liputan6.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-03-17. Diakses tanggal 2022-02-22.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan