Rabu, 30 September 2026
00:46 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Gerak lambat

Gerak lambat

Bagikan:
Sebuah video yang menampilkan ombak dengan efek gerak lambat

Gerak lambat[1] (slow motion, sering disingkat slo-mo atau slow-mo) adalah efek dalam pembuatan film yang mengakibatkan waktu tampak seakan diperlambat. Teknik penciptaan efek ini ditemukan oleh seorang pendeta dari Austria, August Musger pada awal abad ke-20. Efek gerak lambat dapat dicapai melalui penggunaan kamera berkecepatan tinggi dan kemudian memutar rekaman yang dihasilkan oleh kamera tersebut pada kecepatan normal seperti 30 fps. Efek ini juga bisa ditambahkan dalam pasca produksi melalui penggunaan perangkat lunak.

Biasanya efek ini terjadi ketika setiap bingkai film ditangkap pada kecepatan yang jauh lebih cepat daripada yang akan diputar ulang. Ketika diputar ulang dengan kecepatan normal, waktu tampak berjalan lebih lambat. Overcranking adalah salah satu teknik untuk membuat film gerak lambat dengan cara memutar engkol tangan pada kamera jenis lama pada tingkat yang lebih cepat dari biasanya (yaitu lebih cepat dari 24 bingkai per detik). Gerak lambat juga dapat dicapai dengan memutar rekaman yang biasanya direkam pada kecepatan yang lebih lambat. Teknik ini lebih sering diterapkan pada video yang diputar ulang secara instan daripada film. Teknik ketiga populer dan banyak dipakai adalah menggunakan pasca-pemrosesan perangkat lunak komputer, dengan membuat bingkai yang diinterpolasi secara digital untuk transisi mulus antara bingkai yang benar-benar diambil. Gerak dapat diperlambat lebih lanjut dengan menggabungkan beberapa teknik, seperti misalnya dengan interpolasi antara frame overcranked. Metode tradisional untuk mencapai gerakan super lambat adalah melalui fotografi kecepatan tinggi, teknik yang lebih canggih yang menggunakan peralatan khusus untuk merekam fenomena cepat, biasanya digunakan untuk aplikasi ilmiah.

Referensi

  1. ↑ "Glosarium". bahasasastra.kemdikbud.go.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-12-24. Diakses tanggal 2021-12-24.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik fotografi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik film ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan