Jumat, 16 Oktober 2026
17:44 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
George Quinn

George Quinn

Bagikan:
250px-Dr._George_Quinn_in_Leiden_%2819-12-2006_at_J%27s_promotion%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
George Quinn

Dr. George Quinn (lahir di Selandia Baru pada tanggal 22 Juli 1943).[1] adalah seorang pakar sastra dan budaya Jawa yang berdomisili di Australia. George Quinn merupakan dosen senior di Australian National University di Canberra. Selain menggeluti sastra dan budaya Jawa, ia juga meneliti tentang perkembangan agama Katolik Roma di Timor Leste. Dan sekarang ia juga mempelajari tradisi masyarakat Jawa berziarah ke kuburan suci atau para Wali Songo.

George Quinn terutama menjadi terkenal karena penelitiannya mengenai novel dalam bahasa Jawa. Penelitiannya telah diterbitkan dengan judul The Novel in Javanese (1992) dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Novel Berbahasa Jawa (1995). Selain bahasa Jawa, ia juga menguasai Tagalog dan fasih berbahasa Tetum, bahasa Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste.[1]

George Quinn mengunjungi Indonesia pertama kali Indonesia pada tahun 1966, pada masa demontrasi mahasiswa untuk pembubaran Partai Komunis Indonesia, ia diundang oleh seorang aktivis dari Front Aksi Mahasiswa Indonesia di Jakarta. Tahun berikutnya, tahun 1967, ia mengunjungi Indonesia lagi sebagai anggota Volunteer Service Abroad (VSA), sebuah lembaga yang bergerak di bidang pendidikan di negara-negara berkembang dan ia ditugaskan untuk mengajar Bahasa Inggris di Universitas Satya Wacana di Salatiga, Jawa Tengah. Pada saat di Satya Wacana ia bertemu dengan seorang wanita dari daerah Banyumasan bernama Emmy Oey dan kemudian menikahinya pada tahun 1973 dan dikaruniai seorang putra bernama Andrew dan 2 orang cucu. Dengan mengenal Emmy dan keluarganya kecintaan George Quinn akan bahasa dan kebudayaan Jawa mulai timbul.[1]

George Quinn juga mulai tertarik dengan sastra Indonesia setelah ia membaca karya-karya novelis Motinggo Boesye. Tiga novel Motinggo Boesye yang menginspirasinya yaitu Tidak Pernah Menyerah (1963), Tiada Belas Kasihan (1963), dan Sejuta Matahari (1963). Sambil mengajar, ia mempelajari sastra Indonesia di Universitas Gajah Mada di Yogyakarta dan memperoleh gelar sarjana pada tahun 1973. Dan kemudian melanjutkan studinya tentang Indonesia di University of Sydnedy pada tahun 1974.[1]

Bibliografi

  • (Inggris) 1992, The Novel in Javanese. Leiden: KITLV
  • (Inggris) 1998, The Rape of Sukreni. Jakarta: The Lontar Foundation

Pranala luar

Rujukan

  1. 1 2 3 4 (Indonesia) "George Quinn : Promoting Javenese with Passion" (dalam bahasa English). The Jakarta Post. 12 Desember 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-31. Diakses tanggal 5 September 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan