Senin, 19 Oktober 2026
05:59 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Penindasan Uighur di Tiongkok

penindasan yang masih berlangsung terhadap etnis minoritas Uighur di Tiongkok barat laut di bawah pemerintahan Xi Jinping

Bagikan:
Bagian dari seri tentang
Genosida
Isu
Genosida pribumi

Kolonisasi Amerika oleh bangsa Eropa

Genosida Soviet

Pembersihan etnis di Uni Soviet

Holokaus Nazi dan genosida (1941–1945)
Perang Dingin
Genosida kontemporer
Topik terkait
Kategori

Para kritikus perlakuan Tiongkok terhadap Uighur menuduh pemerintah Tiongkok menerapkan kebijakan sinikisasi di Xinjiang pada abad ke-21, menyebut kebijakan tersebut sebagai etnosida atau genosida budaya Uighur.[1][2][3][4][5][6] Secara khusus, para kritikus menyoroti penempatan Uighur di kamp re-edukasi yang didukung negara,[7][8] penekanan praktik-praktik keagamaan Uighur[9][10] dan pernyataan tuduhan pelanggaran HAM meliputi sterilisasi paksa dan kontrasepsi.[7][11][12]

Tuduhan tersebut tak meraih pengakuan resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dengan 54 negara anggota mendukung kebijakan Tiongkok di Xinjiang,[13][14] dan 23 mengecamnya.[15][16]

Referensi

  1. ↑ ""'Cultural genocide': China separating thousands of Muslim children from parents for 'thought education'" - The Independent, 5 July 2019". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-04-22. Diakses tanggal 27 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ ""'Cultural genocide' for repressed minority of Uighurs" - The Times 17 December 2019". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-04-25. Diakses tanggal 27 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ ""China's Oppression of the Uighurs 'The Equivalent of Cultural Genocide'" - 28 November 2019". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-01-21. Diakses tanggal 27 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ ""Fear and oppression in Xinjiang: China's war on Uighur culture" - Financial Times 12 September 2019". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-04-14. Diakses tanggal 27 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ ""The Uyghur Minority in China: A Case Study of Cultural Genocide, Minority Rights and the Insufficiency of the International Legal Framework in Preventing State-Imposed Extinction" November 2019". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-02-15. Diakses tanggal 2020-04-27.
  6. ↑ ""China's crime against Uyghurs is a form of genocide" - Summer 2019". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-02-01. Diakses tanggal 2020-04-27.
  7. 1 2 Danilova, Maria (2018-11-27). "Woman describes torture, beatings in Chinese detention camp". AP NEWS. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-12-13. Diakses tanggal 2019-12-02.
  8. ↑ Stewart, Phil (2019-05-04). "China putting minority Muslims in 'concentration camps,' U.S. says". Reuters (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-12-08. Diakses tanggal 2019-12-02.
  9. ↑ Congressional Research Service (18 Juni 2019). "Uyghurs in China" (PDF). Congressional Research Service. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2020-12-18. Diakses tanggal 2020-09-28.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Blackwell, Tom (25 September 2019). "Canadian went to China to debunk reports of anti-Muslim repression, but was 'shocked' by treatment of Uyghurs". National Post (dalam bahasa Canadian English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-12-18. Diakses tanggal 2019-12-02.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Enos, Olivia; Kim, Yujin (29 Agustus 2019). "China's Forced Sterilization of Uighur Women Is Cultural Genocide". The Heritage Foundation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-12-02. Diakses tanggal 2 Desember 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "China 'using birth control' to suppress Uighurs". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2020-06-29. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-06-29. Diakses tanggal 2020-07-07.
  13. ↑ "Joint Statement delivered by Permanent Mission of Belarus at the 44th session of Human Rights Council". www.china-un.ch. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-08-10. Diakses tanggal 2020-08-12.
  14. ↑ "Letter to UNHRC" (PDF). United Nations Human Rights Council. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2020-09-26. Diakses tanggal 2020-08-12.
  15. ↑ "The "22 vs. 50" Diplomatic Split Between the West and China Over Xinjiang and Human Rights". Jamestown (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-05-07. Diakses tanggal 2020-08-12.
  16. ↑ "Who cares about the Uyghurs". The Economist. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-11-12.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan