Sabtu, 10 Oktober 2026
14:01 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Gas Blau

Gas Blau

Bagikan:
250px-Hermann_Blauf.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hermann Blau (1871–1944), kimiawan Jerman yang menemukan Gas Blau pada awal abad ke-20

Gas Blau, juga dikenal sebagai Blaugas dalam bahasa Jerman, adalah gas penerangan buatan yang memiliki kemiripan dengan propana. Gas ini dinamai sesuai nama penemunya, Hermann Blau dari Augsburg, Jerman.[1][2] Saat ini, gas Blau tidak umum digunakan atau diproduksi. Proses pembuatannya melibatkan penguraian minyak mineral dalam retort melalui penerapan panas, diikuti dengan pengompresan nafta yang dihasilkan hingga berubah menjadi bentuk cair. Gas Blau diangkut dalam bentuk cair dan, mirip dengan LPG (gas minyak cair), yang mana ketika dilepaskan kembali ke bentuk gas.[3]

Referensi

  1. ↑ John Bonner; George William Curtis; Henry Mills Alden; Samuel Stillman Conant; John Foord; Montgomery Schuyler; John Kendrick Bangs; Richard Harding Davis; Carl Schurz; George Brinton McClellan Harvey; Henry Loomis Nelson; Norman Hapgood (1908). Harper's weekly. Harper's Magazine Co. Diakses tanggal 3 Mei 2012. hermann Blau blaugass.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Chamber of Commerce journal of Maine. 1913. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 3 Mei 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ The Modern world encyclopaedia : illustrated. Home Entertainment Library. 1935. OCLC 1091880941.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan