Senin, 28 September 2026
12:21 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Ganggangsullae

Ganggangsullae

Ganggangsullae
250px-Korean.Dance-03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama Korea
Hangul
[강강술래 atau 강강수월래 ] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)
Hanja
[姜降戌來 atau 强羌水越來 ] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)
Alih AksaraGanggangsullae atau Ganggangsuwollae
McCune–ReischauerKanggangsullae atau Kanggangsuwŏllae

Ganggangsullae atau Ganggangsuwollae adalah sebuah tarian tradisional dari Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan.[1] Ganggangsullae yang disebut juga tarian melingkar adalah tarian yang khusus dipentaskan oleh kaum wanita dengan saling berpegangan tangan membentuk lingkaran dan menyanyi.[2] Tarian ini biasanya dipentaskan pada saat perayaan-perayaan hari raya seperti Jeongwol Daeboreum dan Chuseok di bawah sinar bulan purnama untuk memohon keberkatan dan panen yang melimpah.[3][4] Tarian ini merupakan Warisan Budaya Nonbendawi Korea Selatan Nomor 8 tahun 1966 dan juga diakui UNESCO sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia pada tahun 2009.[1][2][5]

Sejarah

Tradisi menarikan tarian Ganggangsullae sudah ada sejak lama.[3] Pada masa lalu orang Korea menampilkannya sebagai bagian dari ritual untuk memohon panen yang baik dan berlimpah dari dewa.[3]

Tarian ini pernah digunakan oleh Laksamana Yi Sun-sin sebagai taktik untuk mengalahkan tentara Jepang yang menyerbu Korea pada masa Perang Imjin.[1][3] Karena jumlah pasukan Joseon sangat kecil dibanding jumlah musuh, Laksamana Yi menyuruh kaum wanita untuk mengenakan seragam militer dan menarikan Ganggangsullae di atas pegunungan selama bermalam-malam.[3] Saat tentara Jepang menyaksikan mereka dari kejauhan, mereka terkejut karena mengira Joseon memiliki jumlah tentara yang sangat banyak, dan mereka pun mundur.[1] Keberanian para wanita dan taktik militer Laksamana Yi tertuang dalam gerakan tari Ganggangsullae.[3]

Gerakan

Biasanya ditarikan pada saat hari-hari besar seperti hari Chuseok, kaum wanita tua dan muda berkumpul dan membentuk lingkaran, saling berpegangan tangan dan menyanyi di bawah sinar bulan purnama.[1] Wanita dengan suara yang paling merdu menyanyi pertama kali dan diikuti oleh penari lain.[1] Mereka menyanyikan lirik lagu Ganggangsullae yang menceritakan tentang kehidupan rakyat di desa dalam mengerjakan aktivitasnya sehari-hari, seperti mengerjakan sawah, mencari ikan, menganyam, memasang genting dan sebagainya.[2] Nama Ganggangsullae itu sendiri berasal dari lirik yang dinyanyikan berulang-ulang dari lagunya walaupun arti itu sebenarnya tidak diketahui.[2] Tarian ini menggambarkan harmoni, persamaan dan persahabatan antar kaum wanita serta sebagai ekspresi kebebasan dan kegembiraan mereka.[2] Pada awalnya gerakan tari mulai secara perlahan dan lama kelamaan menjadi semakin cepat sehingga tampak terlihat berlari dalam lingkaran.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 (Inggris) Ganggangsullae Dance Diarsipkan 2010-12-19 di Wayback Machine., visitkorea. Diakses pada 24 April 2010.
  2. 1 2 3 4 5 (Inggris) Intangible Cultural Heritage - ICH, Ganggangsullae Diarsipkan 2023-07-28 di Wayback Machine., unesco. Diakses pada 24 April 2010.
  3. 1 2 3 4 5 6 (Inggris) Ganggang Sullae, Thanksgiving Day Festival Diarsipkan 2015-05-21 di Wayback Machine., arirang. Diakses pada 24 April 2010.
  4. ↑ (Indonesia) Ganggangsullae Diarsipkan 2010-11-23 di Wayback Machine., kbs. Diakses pada 14 Mei 2010.
  5. ↑ (Indonesia) Pengakuan UNESCO untuk asset budaya tradisional milik Korea sebagai warisan budaya yang tak berwujud dari kemanusiaan[pranala nonaktif permanen], kbs. Diakses pada 14 Mei 2010.

Pranala luar

Daftar
Jongmyo Jerye (2001) · Pansori (2003) · Gangneung Danoje (2005) · Cheoyongmu (2009) · Ganggangsullae (2009) · Yeongsanjae (2009) · Namsadang Nori (2009) · Jeju Chilmeoridang Yeongdeunggut (2009)  · Maesanyang (2010)  · Daemokjang (2010)  · Gagok (2010)  · Taekkyeon (2011)  · Jultagi (2011)  · Menenun Mosi (2011)  · Arirang (2012) · Gimjang (2013)  · Nongak (2014) · Juldarigi (2015) ·Haenyeo (2016) ·Ssireum (2018)
60px-UNESCO_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Flag of South Korea
Flag of South Korea
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan