Jumat, 02 Oktober 2026
13:08 WIB
TERKINI
Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah
Fungivor

Fungivor

organisme yang mengonsumsi kulat

Bagikan:
250px-Slug_-_Lehmannia_nyctelia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seekor lintah bulan (Lehmannia nyctelia) memakan jamur

Fungivor, fungivora, atau mikofagi adalah proses organisme mengonsumsi fungi. Banyak organisme yang berbeda telah dicatat untuk memperoleh energinya dari mengonsumsi fungi, termasuk burung, mamalia, serangga, tumbuhan, ameba, gastropoda, nematoda, bakteri, dan fungi lain. Beberapa di antaranya yang hanya memakan fungi disebut fungivora, sedangkan yang lain memakan fungi hanya sebagai bagian makanannya menjadi omnivora.

Binatang

Mamalia

Banyak mamalia mamakan fungi, tetapi hanya sedikit yang memakan fungi secara eksklusif. Sebagian besar adalah pemakan fungi dan oportunistis hanya merupakan bagian makanan hewan ini.[1] Setidaknya 22 spesies primata, termasuk manusia, bonobo, langur, gorila, lemur, makaka, mangabey, marmoset, dan monyet vervet diketahui memakan fungi. Sebagian besar spesies ini menghabiskan kurang dari 5% waktu yang hewan ini habiskan untuk memakan fungi. Oleh karena itu, fungi hanya membentuk sebagian kecil makanan hewan ini. Beberapa spesies menghabiskan waktu lebih lama untuk mencari fungi, dan fungi merupakan bagian makanan terbesar hewan ini. Marmoset bertelinga putih menghabiskan hingga 12% waktunya mengonsumsi sporokarpa, Monyet Goeldi menghabiskan hingga 63% waktu untuk melakukannya, dan monyet berhidung pesek Yunnan menghabiskan hingga 95% waktunya memakan lumut kerak. Fungi relatif sangat langka di hutan hujan tropis dibandingkan dengan sumber makanan lain, seperti buah dan daun-daunan, dan ini juga tersebar lebih jarang dan muncul tidak terduga, menjadikannya sumber makanan yang menantang bagi monyet Goeldi.[2]

Fungi terkenal karena racunnya untuk mencegah binatang memakannya. Bahkan saat ini, manusia mati karena memakan fungi beracun. Suatu akibat alami dari hal ini ialah tidak adanya fungivora vertebrata obligat, dengan keluarga Potoridae Diprotodontia menjadi pengecualian utama. Salah satu dari sedikit fungivora vertebrata yang masih ada adalah tupai terbang utara,[3] tetapi diyakini bahwa pada masa lalu terdapat banyak fungivora vertebrata dan bahwa perkembangan racun sangat mengurangkan jumlahnya dan memaksa spesies ini untuk meninggalkan fungi atau melakukan penganekaragaman.[4]

Rujukan

  1. ↑ Steven L. Stephenson (21 April 2010). The Kingdom Fungi: The Biology of Mushrooms, Molds, and Lichens. Timber Press. hlm. 200–. ISBN 9780881928914. Diakses tanggal 10 Februari 2011.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Hanson, A. M.; Hodge, K. T.; Porter, L. M. (2003). "Mycophagy among Primates". Mycologist. 17: 6–10. doi:10.1017/S0269915X0300106X.
  3. ↑ "An Experiment for Assessing Vertebrate Response to Varying Levels and Patterns of Green-tree Retention" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-05-25. Diakses tanggal 2008-07-25.
  4. ↑ Bain, Roderick S.; Wilkinson, David M. ; and Sherratt, Thomas N.; "Explaining Dioscorides' "Double Difference": Why Are Some Mushrooms Poisonous, and Do They Signal Their Unprofitability?" in The American Naturalist; vol. 166, pp. 767–775; 2005.

Templat:Pemberian makan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan