Selasa, 13 Oktober 2026
10:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Fujiwara no Kamatari

Fujiwara no Kamatari

Negarawan dan politisi Jepang abad ke-7; pendiri klan Fujiwara

Bagikan:
Fujiwara no Kamatari
藤原 鎌足
250px-Fujiwara-Kamatari.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar Fujiwara no Kamatari oleh Kikuchi Yōsai
Lahir
Nakatomi no Kamatari

614
Meninggal14 November 669
Dikenal karenaPendiri Klan Fujiwara, meluncurkan Reformasi Taika tahun 645 dengan Naka no Ōe (yang kemudian menjadi Kaisar Tenji)
Karya terkenalPuisi dalam Man'yōshū dan Kakyō Hyōshiki
Lawanklan Soga
Pasangan menikahKagami no Ōkimi
AnakJōe, Fujiwara no Fuhito, Hikami no Ōtoji, Ōhara no Ōtoji, Mimi no Toji
Orang tuaNakatomi no Mikeko,

Fujiwara no Kamatari (藤原 鎌足, 614 – 14 November 669) adalah seorang negarawan, istanawan dan politikus Jepang di Periode Asuka (538-719).[1] Kamatari lahir ke dalam klan Nakatomi dan menjadi pendiri klan Fujiwara.[2] Ia, bersama dengan klan Mononobe, merupakan pendukung agama Shinto dan melawan masuknya agama Buddha ke Jepang. Klan Soga, pembela agama Buddha di periode Asuka, mengalahkan klan Kamatari dan Mononobe; Buddhisme pun menjadi agama yang dominan dalam istana kaisar. Kamatari, dibantu dengan Pangeran Naka no Ōe yang kemudian menjadi Kaisar Tenji (626-672), meluncurkan Reformasi Taika pada tahun 645, yang memperkuat dan memusatkan kekuatan pemerintah pusat. Tepat sebelum ia meninggal, Kamatari menerima gelar Taishōkan (atau Daishokukan) dan nama belakang Fujiwara dari Kaisar Tenji; begitulah terbentuk klan Fujiwara.[3][4]

Biografi

Kamatari lahir ke dalam klan Nakatomi, merupakan anak Nakatomi no Mikeko, dan diberi nama lahir Nakatomi no Kamatari (中臣 鎌足).[3] Ia merupakan teman dan pendukung Pangeran Naka no Ōe yang kemudian menjadi Kaisar Tenji. Kamatari merupakan pimpinan Jingi no Haku, kaum ritualis agama Shinto; ia menjadi salah satu penentang terbesar masuknya agama Buddha ke dalam istana dan negara Jepang. Sebagai hasilnya, pada tahun 645, Pangeran Naka no Ōe dan Kamatari melaksanakan kudeta di istana. Mereka membunuh Soga no Iruka, yang memiliki pengaruh kuat pada Ratu Kōgyoku. Kemudian, ayah Iruka, Soga no Emishi, bunuh diri.

Ratu Kōgyoku terpaksa turun takhta agar adik lelakinya bisa naik takhta sebagai Kaisar Kōtoku. Kōtoku kemudian menganugerahkan jabatan naidaijin (内大臣, Menteri Dalam) kepada Kamatari.

Kamatari merupakan penggerak Reformasi Taika, satu seri reformasi yang berdasar pada model China dan bertujuan untuk memperkuat kekuatan Imperial.[3] Ia merupakan salah satu ketua penyunting dalam pengembangan kode legal Jepang yang dikenal sebagai Sandai-kyaku-shiki, kadang disebut sebagai Aturan dan Regulasi Tiga Generasi.[5]

Sepanjang hidupnya Kamatari terus mendukung Pangeran Naka no Ōe yang naik takhta sebagai Kaisar Tenji pada tahun 661. Tenji menganugerahkannya dengan jabatan Taishōkan (atau Daishokukan) (大織冠), dan menambahkan nama klan baru, Fujiwara (藤原).[3]

Lihat juga

Catatan kaki

  1. ↑ Nussbaum, Louis-Frédéric. (2005). "Fujiwara no Tadahira" in Japan Encyclopedia, p. 203, hlm. 203, pada Google Books; Brinkley, Frank et al. (1915). A History of the Japanese People from the Earliest Times to the End of the Meiji Era, p. 203., hlm. 203, pada Google Books
  2. ↑ Ponsonby-Fane, Richard. (1962). Sovereign and Subject, pp. 216-220.
  3. 1 2 3 4 "Fujiwara no Kamatari". Encyclopedia of Japan. Tokyo: Shogakukan. 2012. OCLC 56431036. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-08-25. Diakses tanggal 2012-10-27.
  4. ↑ "藤原 鎌足" [Fujiwara no Kamatari]. Dijitaru Daijisen (dalam bahasa Japanese). Tokyo: Shogakukan. 2012. OCLC 56431036. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-08-25. Diakses tanggal 2012-10-27.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ↑ Brinkley, p. 177., hlm. 177, pada Google Books

Referensi

Templat:Fujiwara family tree

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan